Sejarah Singkat Kabupaten Subang (Sejarah dan Profil)

  • Whatsapp
Sejarah Kota dan Kabupaten Seluruh Indonesia

Sejarah Singkat Kabupaten Subang | Profil Kabupaten Subang | Baca Sejarah Kota dan Kabupaten di Indonesia di Wislah.com |

Sejarah Singkat Kabupaten Subang (Sejarah dan Profil) Lengkap

Perjalanan sejarah Kabupaten Subang dibagi menjadi beberapa fase diantaranya 5 : prasejarah, hindu, islam, kolonialisme, nasionalisme, jepang dan pasca merdeka.

Masa Prasejarah Keberadaan komunitas masyarakat di wilayah Kabupaten Subang pada masa ini dibuktikan dengan adanya sumber-sumber sejarah masa prasejarah yang ditemukan di berbagai daerah di Kabupaten Subang seperti Bojongkeding, Pagaden, Kalijati dan Dayeuhkolot berupa kapak batu dan peninggalan benda-benda prasejarah lainnya yang bercorak neolitikum.

Masa Hindu Keberadaan peninggalan-peninggalan bersejarah yang bercorak kebudayaan hindu yang ditemukan di berbagai wilayah di Kabupaten Subang tidak terlepas dari kerajaan-kerajaan hindu yang berdiri di pulau jawa khususnya dibagian barat seperti Tarumanegara, Galuh dan Pajajaran.

Baca Juga :   Sejarah Singkat Kota Blitar (Sejarah dan Profil)


Pada masa ini ditemukan pecahan keramik-keramik asal Tiongkok di Patenggang Kalijati yang mengindikasikan hubungan perdagangan dengan wilayah yang sangat jauh.

Masa Islam Masa ini dimulai dengan datangnya wali Arya wangsa goparana dari kerajaan Talaga dalam penyebaran agama islam di jawa barat khususnya wilayah Jawa Barat bagian tengah, Arya wangsa goparana sendiri adalah ayah dari tokoh yang diangkat dari babad Cikundul.

Masa Kolonialisme Masa ini diawali dengan runtuhnya Padjajaran yang menandai berakhirnya superioritas kerajaan hindu di Jawa Barat.

VOC, Banten dan Mataram adalah pihakpihak yang berusaha menanamkan pengaruhnya di wilayah ini.




Pada masa ini adalah awal dari akulturasi budaya jawa dengan sunda ketika Sultan Agung menjadikan kawasan utara sebagai jalur logistik untuk penyerangan pasukan mataram ke Batavia saat konflik Mataram-VOC.

Baca Juga :   Inspirasi dari Bawah Pohon

Masa Nasionalisme Masa ini ditandai dengan kongres sarekat islam di Bandung tahun 1916 di Subang berdiri cabang dari organisasi ini masing-masing di Desa Pringkasap (Pabuaran) dan di Sukamandi (Ciasem).

1928 berdiri Paguyuban Pasundan yang diketuai Darmodiharjo (karyawan kantor pos).

Tahun 1930 peguyuban ini melakukan pemogokan di percetakan P & T Lands sehingga percetakan tersebut lumpuh untuk saat itu.setelah itu Odeng ayawisastra dan Tohari mendirikan cabang Parta Nasional Indonesia.

Sedangkan cabang Nahdlatul Ulama baru beriri pada tahun 1935 di Kabupaten Subang diikuti dengan Parindra dan Partindo di Subang.

Masa Jepang Masa pemerintahan Hindia Belanda seluruhnya berakhir beberapa hari setelah direbutnya pangkalan udara Kalijati.

Baca Juga :   Sejarah Desa Tuk Karangsuwung Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sebelumnya Jepang telah berhasil menenggelamkan dua kapal induk inggris di Singapura, menguasai Sumatra dan mengalahkan Hindia Belanda pada perang laut jawa.

Pada masa ini perkumpulan dan organisasi yang sebelumnya tidak di larang mulai dilarang oleh jepang digantikan dengan organisasi-organisasi yang mendukung jepang pada front timur di perang dunia dua.

Masa Merdeka Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta berimbas pada didirikannya berbagai badan perjuangan di Subang, antara lain Badan Keamanan Rakyat (BKR), API, Pesindo, Lasykar Uruh, dan lain-lain, banyak di antara anggota badan perjuangan ini yang kemudian menjadi anggota TNI.

Saat tentara KNIL kembali menduduki Bandung, para pejuang di Subang menghadapinya melalui dua front, yakni front selatan (Lembang) dan front barat (Gunung Putri dan Bekasi). Tahun 1946, Karesidenan Jakarta berkedudukan di Subang.




Related posts