Sejarah Singkat Kabupaten Bogor | Profil Kabupaten Bogor | Baca Sejarah Kota dan Kabupaten di Indonesia di Wislah.com |
Sejarah Singkat Kabupaten Bogor (Sejarah dan Profil) Lengkap
Untuk mengungkap sejarah Kabupaten Bogor tidak terlepas kaitannya dengan sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di tanah Pasundan, khususnya Kerajaan Pajajaran yang mempunyai pusat kekuasaan di Bogor.
Secara historis bekas kerajaan ini telah banyak mewarnai lahirnya Kabupaten Bogor. Bekas kerajaan-kerajaan ini telah banyak meningggalkan bukti-bukti sejarah berupa prasasti, diantaranya Prasasti Batu Tulis Ciaruteun yang merupakan peninggalan Raja Taruma Negara Purnawarman, yang terletak di tepi sungai Ciaruteun desa dan kecamatan Ciampea.
Kaitan kerajaan-kerajaan ini juga dapat dihubungkan dengan hari jadinya Bogor tanggal 3 Juni, yang diilhami dari tanggal pelantikan Raja Pajajaran yang terkenal, yaitu Sri Baduga Maharaja yang dilaksanakan tanggal 3 Juni 1482 selama sembilan hari yang disebut dengan upacara Kedabhakti.
Dari peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Bogor melalui sidang pleno DPRD Kabupaten Bogor 26 Mei 1972.
Terdapat berbagai pendapat berkaitan dengan lahirnya nama Bogor. Salah satunya adalah pendapat yang menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bahai atau Baqar yang mempunyai arti sapi, yang secara kebetulan juga patung sapi di Kebun Raya Bogor.
Pendapat lainnya menyebutkan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tunggul pohon enau (kawung). Pendapat di atas mempunyai dasar dan alasan tersendiri yang diyakini kebenarannya oleh setiap ahlinya.
Namun berdasarkan catatan sejarah bahwa pada tanggal 7 April 1752 telah muncul kata Bogor dalam sebuah dokumen dan tertulis Hoofd Van De Negorij Bogor, yang berarti kepala kampung Bogor.
Pada dokumen terebut diketahui bahwa kepala kampung Bogor itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya. Di mana Kebun Raya Bogor itu sendiri mulai dibangun pada tahun 1817.
Sejarah wilayah Bogor tidak bias dilepaskan pula dari masa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, yang berkuasa selama tahun 1743 sampai dengan 1750.
Pada tahun 1744 gubernur ini meninjau kampung baru, yaitu sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia (sekarang Jakarta). Ia merencanakan untuk membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.
Setahun kemudian Van Imhoff, menggabungkan sembilan distrik, yaitu Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Darmaga dan Kampung Baru ke dalam satu pemerintahan yang disebut dengan Regentschap Kampung Baru Buitenzorg. Kesatuan inilah yang menjadi cikal bakal Kabupaten Bogor.
Di kawasan inilah Van Imhoff kemudian membangun sebuah istana Gubernur Jenderal. Sedangkan nama Buitenzorg, yang artinya terlepas dari kesulitan sebetulnya berasal dari sebuah nama bagunan sederhana yang didirikan oleh Van Imhoff di lokasi istana tersebut.
Dalam perkembangan berikutnya nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, Puncak Gunung Salak dan Puncak Gunung Gede, yang memang merupakan tempat ideal untuk beristirahat.
Tidak diketahui dengan pasti apakah nama Buitenzorg ini menjadi asal usul dari nama Bogor.
Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Deandels yang berkuasa pada tahun 1808 sampai dengan 1811 dan Thomas Stanford Raffles tahun 1811 sampai dengan 1816, istana Bogor itu diperbaiki.
Raffles bahkan kemudian mempercantiknya dengan taman dan kawanan rusanya, serta sebuah Kebun Raya seluas 85 hektar. Dia pulalah yang kemudian menulis The History of Java, yang bahan-bahannnya dikumpulkannya sendiri ketika berkunjung ke berbagai tempat bersejarah di Sumatera, Jawa, Bali dan beberapa pulau lain di Indonesia. Dikisahkan pula bahwa Raffles pada waktu menulis buku ini di Cisarua.
Pusat pemerintahan Kabupaten Bogor semula masih berada di dalam wilayah Kabupatenmadya Bogor. Tetapi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1982, ibuKabupaten Kabupaten Bogor ditetapkan di Cibinong dan sejak tahun 1990 pusat kegiatan pemerintahan menempati Kantor Pemerintahan Cibinong.
Rencana persiapan pembangunan pusat pemerintahan yang berkedudukan di desa Tengah Cibinong ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bogor pada saat itu yang dijabat oleh Kolonel Czi Soedradjat Nataatmadja.
Pada tahun 1989, secara bertahap mulai dilaksanakan pemindahan Kantor Dinas/Instansi/Lembaga/Bagian dari wilayah Kabupatenmadya Bogor ke lokasi pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di desa Tengah Cibinong.
Kabupaten Bogor ini telah dipimpin oleh 16 orang Bupati dengan diawali oleh Bupati R.A.A Surjadjajanegara pada yang berkuasa dari tahun 1939 sampai dengan 1946. Sedangkan Bupati Kabupaten Bogor yang menjabat saat ini adalah yang ke-16, yaitu Agus Utara Effendi, Sip.
Secara geografis Kabupaten Bogor sebagian besar wailayahnya berada pada dataran rendah di utara pulau Jawa, sebagian kecil terletak pada dataran tinggi. Luas wilayahnya 334.378 hektar atau 3.342,78 km2 , yang terletak antara 6°19’ sampai dengan 6°47’ lintang selatan dan 10°621’ sampai dengan 107°13’ bujur timur. Secara administrasi terdiri dari enam Pembantu Bupati Wilayah, 30 Kecamatan, lima Perwakilan Kecamatan, 416 Desa dan sembilan kelurahan.






