Sejarah Desa Wates | Asal Usul Desa Wates | Profil Desa Wates | Kabupaten Tulungagung |
Sejarah Desa Wates Kabupaten Tulungagung (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap
Penelitian ini dilakukan di Desa Wates Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Desa Wates merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Campurdarat. Kecamatan Campurdarat terletak di wilayah Tulungagung bagian selatan dari pusat kota. Desa Wates merupakan desa yang memiliki potensi yang unggul dibidang pertanian. Campurdarat merupakan dalam jajaran Kecamatan di Tulungagung dengan potensi pertanian dan marmer yang cukup besar.
Lokasi penelitian pertanian dengan akad muzara’ah ini dilakukan di Dsn. Wates Ds. Wates Rt. 05 Rw. 01 dan Rt. 02 Rw. 01 Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Kedua wilayah Rt tersebut merupakan wilayah yang warganya masih menggunakan sistem muzara’ah di Desa Wates Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.
Desa Wates adalah salah satu desa di Kecamatan Campurdarat. Desa ini adalah salah satu desa tertua di wilayah Tulungagung. Dahulu wilayah ini dikenal dengan nama lawadan, yakni wilayah desa paling tua di Tulungagung. Desa ini juga merupakan salah satu sentra tembakau. Mengulas sejarah Desa Wates tidak bisa lepas dari Desa Lawadan. Di daerah Tulungagung banyak terdapat peninggalan sejarah purbakala. Sekitar 63 buah peninggalan berupa benda bergerak dan tidak bergerak.
“Konon katanya diantara 63 peninggalan benda sejarah di Tulungagung, ada 26 prasasti dan 24 batu mbak, ya salah satunya itu tadi prasasti Lawadan yang terletak di Desa Lawadan, ya yang sekarang ini berubah nama menjadi Desa Wates tempat kita tinggal ini”
Dari keterangan yang diungkapkan oleh Bapak Suyanto selaku ketua RW 01 Desa Wates, dari 63 peninggalan benda sejarah di Tulungagung, 26 diantaranya adalah prasasti dan 24 lainnya merupakan batu. Salah satu dari ke 63 prasasti lawadan tersebut adalah prasasti Lawadan yang terletak di desa Lawadan yang saat ini berubah nama menjadi Desa Wates.
“Kalau membahas sejarah dan adat desa Wates ya mbak, setiap setahun sekali, tepatnya tanggal 1 sura kalau orang jawa bilang “suronan” wong lawadan yang tinggal di desa Wates Kecamatan Campurdarat mengadakan upacara adat baritan. Ya, semacam syukuran ngoten mbak diadakan di perempatan-perempatan jalan desa, yang sebanyak 24 perempatan, kadang juga setiap dusun mengadakanpagelangan wayang, orang desa bilang acara bersih dusun mbak tapi biasanya ya 2 tahun sekali seperti yang sering kita lihat itu pagelangan wayang kulitnya, dana tersebut ya dari iuran warga”
Dari keterangan Bapak Suyamto diatas, dapat disimpulkan bahwa desa wates merupakan salah satu desa yang menjunjung tinggi nilai adat-istiadatnya, hal tersebut terlihat dari penjelasan bapak Suyamto bahwa setiap tahunnya tepat pada tanggal 1 Sura (Tahun Baru Islam) warga desa Wates mengadakan acara syukuran yang disebut dengan paritan yang diadakan di perempatan jalan desa Wates sejumlah 24 perempatan. Selain itu, setiap dua tahun sekali dari salah satu dusun di desa Wates juga mengadakan acara pangelaran wayang kulit yang dana tersebut diperoleh dari iuran yang dikumpulkan warga sekitar.
Desa Wates konon dikenal sebagai rawa ini, saat ini memiliki lahan pertanian yang cukup baik di Tulungagung, Diantaranya untuk penanaman padi, tembakau, jagung, bawang merah, cabai, dan berbagai macam sayuran lainnya. Sehingga tidak dipungkiri lagi, sektor pertanian di desa Wates sangat berdampak besar terhadap perekonomian warga desa Wates Kecamatan Campurdarat ini.
Selain itu desa Wates juga merupakan salah satu 9 (Sembilan) Desa yang terletak diwilayah administrasi Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Setelah Indonesia Merdeka, Desa Watestelah mengalami beberapa masa kepemimpinan, yaitu :
- MUSNADI 1944 1959
- SUKRO 1959 1960
- MURIDI 1960 1968
- RAMIDI 1968 1971
- WIDJANARKO 1971 1991
- NURHADI 1991 1999
- WASIDI 1999 2008
- SUTARDJI 2008 2012
- WASIDI 2013 2018
- NYONO 2020-….






