Sejarah Desa Banyuurip | Asal Usul Desa Banyuurip | Profil Desa Banyuurip | Kabupaten Tulungagung |
Sejarah Desa Banyuurip Kabupaten / Kota (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap
Keberadaan Desa Banyuurip terdiri dari dua padukuhan, yaitu dukuh Baran dan dukuh Tekik. Desa banyuurip sebelum tahun 1968 masih berbentuk padukuhan dan termasuk wilayah Tulungagung selatan, maka diadakan pemekaran desa. Dukuh Banyuurip dijadikan desa tersendiri dan mendapat tambahan wilayah dari desa Rejosari.
Banyuurip berawal dari sebuah cerita pada jaman dahulu kala Ketika masih berwujud hutan terdapat sebuah sungai yang airnya mengalir terus menerus. Wilayah ini terletak di daerah pegunungan namun bagi yang babat pertama tidak timbul rasa khawatir karena di situ terdapat air yang mereka namakan Banyu Panguripan. Oleh sebab itu kemudian diberi nama Banyuurip.
Pada Desa Banyuurip terdapat dua dukuh seperti yang dijelaskan sebelumnya, yaitu Dukuh Baran, dan Dukuh Tekik. Dukuh Baran, dulunya waktu masih berupa hutan ada yang bernama Dulkusen memang sengaja boro di situ untuk membabad hutan. Kemudian datang lagi orang yang bernama Wonokarso.
Begitu seterusnya berturut-turut banyak orang yang datang dengan tujuan sama sehingga tempat tadi merupakan tempatnya rang boro. Setelah menjadi padukuhan lalu diberi nama Baran. Di dekat padukuhan ini terdapat juga rawa yang disebut Rawa Baran.
Selanjutnya Dukuh Tekik, dukuh ini terletak di sekitar kantor perwakilan Kalidawir. Dahulu kala tempat ini terdapat sepotong pohon tekik yang besar dan letaknya di tepi jalan. Karena rindangnya maka banyak orang yang bepergian berhenti untuk berteduh di bawah pohon itu. Semenjak itu dukuh tersebut diberi nama Dukuh Tekik.






