Sejarah Desa Purworejo Kabupaten Tulungagung (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Purworejo Kabupaten Tulungagung

Sejarah Desa Purworejo | Asal Usul Desa Purworejo | Profil Desa Purworejo | Kabupaten Tulungagung |

Sejarah Desa Purworejo Kabupaten Tulungagung (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Sejarah Desa Purworejo tidak terlepas dari sejarah yang melatarbelakangi berdirinya Dusun-Dusun yang ada di Desa Purworejo. Oleh karena itu, sejarah Desa Purworejo dimulai dari pembahasan tentang sejarah berdirinya masing-masing Dusun.

Dusun Sumurwarak

Dusun Sumurwarak terletak dibagian timur dan selatan Desa Purworejo. Bukti sejarah Desa Purworejo yang dianggap paling tua adalah adanya makam kuno, yang dipercaya oleh masyarakat sebagai pendiri Dusun Sumurwarak. Makam tersebut adalah makam sesepuh Desa yang dikenal dengan nama Mbah Agung Abdul Aziz Anjilo Solo. Makam ini terletak dibagian timur-selatan Dusun Sumurwarak, tepatnya di RT 3 RW 2 Dusun Sumurwarak. Makam ini telah ditetapkan oleh pemerintah Tulungagung sebagai makam cagar budaya dan bernilai sejarah di Kabupaten Tulungagung.

Menurut para sesepuh Desa, Mbah Agung Abdul Aziz adalah seorang prajurit pada zaman perang Diponegoro. Pada saat Pangeran Diponegoro diperdaya oleh Belanda dan dibunuh pasukan Pangeran Diponegoro melarikan diri kebagian wilayah timur, untuk menghindari pengejaran oleh Belanda dan membuka hutan untuk tempat tinggal atau pemukiman. Para prajurit Pangeran Diponegoro biasanya juga merupakan santri yang menguasai syariat Islam, juga berdakwah dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Mbah Agung Abdul Aziz adalah juga merupakan tokoh penyebar agama di wilayah ini pada saat itu.

Makam Mbah Agung Abdul Aziz semula tidak diketahui dan dikenal oleh masyarakat karena hanya ditandai oleh sebuah batu yang terdapat di tengah persawahan yang ada di masyarakat. Masyarakat hanya mengetahui bahwa lokasi itu adalah sebuah makam tanpa diketahui makam siapa. Penemuan makam itu dimulai ketia seorang kiai, yaitu Mbah Kiai Ali Samsi melalui mata batinnya menjelaskan bahwa makam itu adalah makam seorang yang soleh, yang merupakan orang yang “babad alas” (mengawali membuka lahan), di daerah itu. Sejak itu dilakukan penelusuran oleh pemerintah Desa Purworejo untuk mengetahui sejarah Mbah Agung Abdul Aziz secara lebih mendalam Nama sumur warak sendiri berasal dari dua kata, yaitu sumur yang berarti sebuah lubang kecil di anah yang berisi air. Sedangkan warak adalah nama sejenis binatang yang wujudnya seperti komodo, tetapi berukuran lebih kecil. Menurut para sesepuh Desa, di lokasi di dekat makam itu terdapat sumur yang sering digunakan untuk minum binatang warak tersebut. Sehingga lokasi itu disebut dengan nama Sumurwarak

Dusun Pati

Dusun Pati terletak di sisi barat utara dari Desa Purworejo. Namun Dusun Pati konon merupakan persamaan dari nama Kabupaten Pati di Jawa Tengah. Nama Pati digunakan karena sesepuh yang membuka hutan untuk perumahan adalah orangorang yang berasal dari Kabupaten Pati Jawa Tengah. Termasuk diantaranya nam Purworejo, yang juga merupakan duplikasi dari nama Kabupaten Purworejo yang terkenal di Jawa Tengah.

Satu-satunya bukti sejarah yang dianggap dapat digunakan sebagai bukti peninggalan zaman pendirian Dusun Pati adalah makam Mbah Kasan Ahmad. Makam Mbah Kasan Ahmad terletak di belakang masjid Baitul Muttaqien yang terletak di RT 3 RW 1 Dusun Pati Desa Purworejo. Masjid di Dusun Pati ini merupakan masjid tertua di wilayah ini, bahkan konon kabarnya lebih tua dibanding masjid Jamik Al Falah Kecamatan Ngunut bahkan lebih tua dari pada masjid Agung Al Munawar Kabupaten Tulungagung.

Mbah Kasan Ahmad Sendiri, menurut beberapa sesepuh Dusun Pati bukanlah orang pertama yang mendirikan masjid atau membuka lahan di daerah tersebut. Mbah Kasan Ahmad merupakan penerus dari usaha orang tuanya yang belum selesai, dalam membuka hutan dan menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.

Konon ada tiga orang bersaudara jauh yang berasal dari daerah Kabupaten Pati dan Kabupaten Purworejo yang bersama-sama membuka hutan di wilayah yang berbeda namun berdekatan. Kelompok pertama menamakan daerah yang berhasil dibuka tersebut dengan nama Pati, kelompok kedua dinamakan dengan Purworejo, kelompok ketiga menamainya dengan Dukuh. Namun demikian, nama dan identitas lengkap dari orang tua dan keluarga Mbah Kasan Ahmad ini tidak diketahui secara pasti. Sehingga pembahasan tentang sejarah Dusun Pati berpangkal pada perjuangan yang dilakukan oleh Mbah Kasan Ahmad.

Dusun Dukuh

Dusun Dukuh adalah Dusun yang terkecil dibanding Dusun Sumurwarak maupun Dusun Pati, baik dilihat dari luas wilayah maupun jumlah penduduknya. Tidak ada peninggalan sejarah yang penting yang dapat digunakan rujukan tentang pendirian Dusun Dukuh. Malahan, sejarah pendirian Dusun Dukuh seringkali digabungkan dengan sejarah berdirinya Dusun Pati sebagaimana diceritakan dibaian sebelumnya.

Hanya ada situs kuno yang ada di Dusun Dukuh, yang dulu seringkali digunakan sebagai tempat pemujaan oleh warga Desa, yaitu sebuah sumur yang dikenal dengan Sumur Brumbun. Namun tidak ada cerita yang pasti berkaitan dengan situs tersebut.

Masa Kepemimpinan Kepala Desa Purworejo:

  1. Kanipan 1895-1910
  2. Guweng 1910-1913
  3. Joyo Karso 1913-1935
  4. Ngadiyantono 1935-1965
  5. Amat Yasir 1965-1975
  6. Bilal 1975-1985
  7. Toha 1985-2007
  8. Darto 2007- ….
DOWNLOAD DI SINI

Related posts