Sejarah Desa Jalaksana Kabupaten Kuningan (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Desa di Indonesia

Sejarah Desa Jalaksana | Asal Usul Desa Jalaksana | Profil Desa Jalaksana | Kabupaten Kuningan |

Sejarah Desa Jalaksana Kabupaten Kuningan (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Pada jaman dahulu kala yang bertahta di Cirebon adalah Gusti Sultan Matang aji, karena kebaikan dan kebijaksanaannya beliau sangat dicintai oleh seluruh rakyat bawahannya.

Sultan ketika prameswari beliau mengandung, dan gusti sultan berniat untuk mengadakan selamatan waktu itu juga diumumkan ketiap-tiap pelosok pendukuhan (Pedusunan) bahwa Gusti Sultan akan mengadakan upacara selamatan.

Ketiap daerah dianjurkan agar membaktikan daging kidang untuk selamatan tersebut. Terkisahlah bahwa utusan dari tiap-tiap daerah tiba dengan membawa daging kidang sebagaimana yang ditetapkan oleh gusti Sultan.

Tiba-tiba beliau terharu dengan penuh kegembiraan karena dilihatnya antara sekian banyak utusan ada seorang membaktikan seekor kidang masih hidup, beliau mendekati seorang utusan itu dan bertanya siapa namamu ? dari mana ? dan untuk siapa kidang itu? maka dijawablah oleh utusan itu ” Saya bernama Ki Guludug ” dari pulau pinggan dan kidang ini akan saya baktikan kepada Gusti ” Mendengar Jawaban itu Gusti Sultan tambah gembira dan memutuskan bahwa ki Guludug diganti namanya jadi Wannataka.

Demikian pula sebagai tanda terlaksananya maksud beliau desa pulau pinggan diganti dengan Laksana.

Pada suatu hari Gusti Sultan Matang aji mengadakan kunjungan ke desa Laksana dengan diiringi oleh rombongan para jawara dari Cirebon, rombongan tiba disuatu tempat dekat desa Laksana yang sekarang tempoat itu dinamakan Pajawan.

Kesenangan beliau dalam kunjungannya adalah menyambung Ayam dan setelah 40 hari Ayam Gusti Sultan yang bernama ayam Jalak tidak ada yang mengalahkan.

Selesai menyambung Ayam maka Gusti Sultan mengumpulkan tua-tua Desa Laksana sebanyak 21 orang untuk bermusyawarah disuatu tempat yang sekarang tempat itu dinamakan Tarikolot, dalam pertemuan itu beliau memutuskan bahwa dengan kemenangan Ayam Jalak tersebut sebagai peringatan maka desa Laksana diganti lagi menjadi Jalaksana.

  1. Buyut Geledeg 1663 s/d 1710
  2. Wiladikrama 1710 s/d 1830
  3. Naladikrama 1830 s/d 1895
  4. M u n 1895 s/d 1897
  5. …..
  6. …..
  7. Abdurachim 1921 s/d 1931
  8. Dawud Sastra Suarna 1931 s/d 1961
  9. Rasid Suharja 1961 s/d 1963
  10. Durachman 1964 s/d 1979
  11. E h o d 1979 s/d 1989
  12. Dadang Sulaeman 1989 s/d 1998
  13. H.Pulung Heryadi 1999 s/d 2007

Related posts