Sejarah Desa Gegesik | Asal Usul Desa Gegesik | Profil Desa Gegesik | Kabupaten Cirebon |
Sejarah Desa Gegesik Kabupaten Cirebon (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap
Sejarah Desa Gegesik bermula dari cerita seorang laki-laki bernama Pangeran Gesang yang berkedudukan di Desa Gegesik Kecamatan Cirebon Barat Kabupaten Cirebon yang mendapat julukan Ki Gede Gesik. Ia mempunyai keturunan tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan.
Yang pertama bernama Ki Jagabaya, Ki Sumerang, Ki Baluran, Nyi. Mertasari. Singkat cerita, keempat anaknya menuntut tanah bagian dari ayahnya yaitu Ki Gesang.
Ki Gesang kemudian melakukan Musyawarah dengan Sunan Gunung Jati dan Ki Sangkan atau Ki Kuwu Cirebon.
Dari hasil Musyawarah tersebut diadakan sebuah sayembara dengan Ki Panunggul dari Padjajaran sebagai juri atau penentu hasilnya dan Ki Warga sebagai saksi. Aturanya semua anak-anak Ki Gesang harus bisa membuat hewan di hutan dengan kesaktianya dan siapa yang berhasil maka ia dapat memiliki tanah tersebut.
Sayembara dimulai dan dimenangkan oleh Nyi Mertasari sedangkan ketiga anak lakilakinya kalah dan berkat jasa Ki Warsiki atau Ki Gede Kedung Dalem yang mengusulkan kepada Sunan Gunung Jati untuk memberi ketiga anak laki-laki Ki Gesang daerah kekuasaan masingmasing yaitu Ki Jagabaya diberi tanah di sebelah utara yang selanjutnya disebut Ki gede Jagapura.
Ki Sumerang diberi tanah bagian sebelah selatan yang sekarang dikenal Desa Bayalangu atau Ki Gede Bayalangu.
Ki Baluran diberi tanah disebelah barat laut yang sekarang masyarakat mengenalnya desa Gua atau Ki Gede Gua.Sedangkan Desa Gegesik sah menjadi milik Nyi Mertasari, yang hingga sekarang di sebutnya Nyi. Gede Gegesik. 1 Adapun Perkumpuan Langen Suara berada di desa GegesikWetan.
Gegesik terkenal dengan keanekaragaman budayanya, terbukti diatas telah sedikit disinggung mengenai pengesahan Gegesik sebagai kampung seni dan budaya Cirebon.
Mengenai Kabupaten Cirebon sendiri pada dasarnya masyarakat Cirebon adalah masyarakat yang heterogen, yaitu campuran Jawa dan Sunda, serta terdapat kelompok minoritas keturunan Cina. Secara kultural masyarakat Cirebon berada di daerah antara dua wilayah budaya yang berbeda, yaitu Jawa dan Sunda, yang akhirnya terjadi peleburan budaya di Cirebon. Kesenian dan kebudayaan yang ada di Cirebon sangat banyak sekali jenis dan ragamnya, khususnya di Gegesik sendiri, dari kesenian khas, kesenian pertunjukan Rakyat, kesenian kerajinan rupa dan tangan hingga kesenian yang tergolong masuk pada kesenian Propinsi Jawa Barat.
Gegesik dinobatkan menjadi kampung seni dan budaya Cirebon pada tanggal 17 April 2016 yang disahkan langsung oleh Bupati Cirebon bapak Sunjaya Purwadi di Alun-alun Kecamatan Gegesik.






