Sejarah Desa Cipaat | Asal Usul Desa Cipaat | Profil Desa Cipaat | Kabupaten Indramayu |
Sejarah Desa Cipaat Kabupaten Indramayu (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap
Desa Cipaat berawal dari Blok Bongas Cipaat adalah salah satu Blok yang ada di Desa Bongas dan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda tahun 1890.
Nama Cipaat diambil dari sebuah nama kedung atau mata air yang diberi nama “Cai Pahat” yang artinya Air yang bermanfaat, Air yang diperoleh dari kedung itu banya manfaatnya, bisa untuk memasak, mencuci, mandi, bahkan dapat dijadikan sebagai tamba atau obat oleh masyarakat.
Letak kedung tersebut berada di Blok Bongas Cipaat Darat disebelah Utara berada antara Blok Tulang Kacang dengan Blok Cipaat, yang sekarang kedung itu telah tiada beralih fungsi menjadi sawah, dulu kedung itu berada di sebelah barat Tanah Pemakaman di Blok Tulang Kacang
Penduduk Blok Bongas Cipaat sebagian besar adalah pendatang dari Desa Langut dan Brebes Jawa Tengah. Berasal dari Langut sebab sekarang ini banyak penduduk Desa Cipaat bila ada Adat Desa Ngunjung banyak masyarakat Desa Cipaat yang mengikuti / menghadiri bila di Desa Langut mengadakan Ngunjung.
Dan berasal dari Brebes sebab Ibu-ibu masyarakat Desa Cipaat memanggil dirinya dengan sebutan Inyong atau Enyong, sebutan itu adalah sebutan Ibu-ibu masyarakat Brebes. Kepercayaan atau agama yang dianut oleh nenek moyang tidak sepenuhnya beragama Islam, ada yang Hindu Budha. Agama Islam berkembang di Blok Bongas Cipaat mulai di tahun 1945 setelah Indonesia Merdeka.
Menurut data monografi di kantor desa pada tahun 2013, wilayah Desa Cipaat ini mempunyai luas wilayah 767 Hektar. Wilayah ini mempunyai batas- batas sebagai berikut: Sebelah utara berbatasan dengan Desa Arjasari Kecamatan Patrol, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kedungwungu Kecamatan Anjatan, sebelah barat berbatasan dengan Desa Kempuyang Kecamatan Anjatan dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Bongas Kecamatan Bongas.
Secara geografis, wilayah Cipaat ini terletak disebelah barat kota Indramayu dan terletak setinggi 3 meter dari permukaan laut dengan curah hujan sebanyak 90 hari, suhu rata- rata 23-25 derajat celcius. Dengan kondisi seperti ini wilayah Desa Cipaat merupakan dataran yang rendah, sehingga sering mengalami banjir akibat naiknya curah hujan.






