Sejarah Desa Cibeureum Kabupaten Kuningan (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Sejarah Desa Desa di Indonesia

Sejarah Desa Cibeureum | Asal Usul Desa Cibeureum | Profil Desa Cibeureum | Kabupaten Kuningan |

Sejarah Desa Cibeureum Kabupaten Kuningan (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap

Sejarah Desa Cibeureum, kurang lebih pada tahun 1050 Desa Cibeureum sudah merupakan sebuah kampung yang termasuk wilayah administrasi Desa Tarikolot, dan Cibeureum sendiri pada waktu itu bernama Kampung Tambagserang. Yang menjadi pucuk Pemerintahan di Tarikolot pada tahun tersebut dipimpin oleh Kuwu/Kepala Desa yang bernama Buyut Kancing.

Selang beberapa bulan setelah musyawarah Kuwu atau Kepala Desa Tarikolot yang lama resmi meletakan jabatannya dan Kepala Pemerintahan di Desa Tambagserang pada waktu itu masih kosong.

Maka pada tahun 1060 segeralah masyarakat Desa Tambagserang mengadakan Pemilihan Kepala Desa yang baru, dan Akhirnya seseorang yang bernama Surabraja (Kepala Kampung Tambagserang) terpilih menjadi Kuwu atau Kepala Desa Tambagserang yang pertama.

Desa Tambagserang membawahi kampungkampung antara lain: Kampung Sumurbandung, Kampung Cibangkawang, Kampung Cirarang dan Kampung Tarikolot. Seiring dengan perkembangan zaman masyarakat yang berdomisili di Sumurbandung dikarenakan masyarakatnya sedikit mereka pindah ke Pusat Pemerintahan Desa Tambagserang.

Dengan sendirinya secara otomaris Kampung Sumurbandung tidak berpenduduk lagi. Sehingga dijadikan lahan persawahan dan perkebunan yang lokasinya sekarang berada di sebelah timur Desa Cibeureum. Sehingga dengan demikian Desa Tambagserang tinggal membawahi tiga buah kampung yaitu Kampung Tarikolot, Kampung Cibangkawang, Kampung Cirarang.

Selanjutnya pada saat kepemipinan Kuwu /Kepala Desa Surabraja pada tahun itu juga dan atas persetujuan semua unsur masyarakat dan para kepala kampung Desa Tambagserang diganti nama dengan sebutan DESA CIBEUREUM.

Waktu demi waktu terus bergulir secara pasti dan Kepala Desa pun sudah beberapa kali ada pergantian kekuasaan dan untuk saat ini Desa Cibeureum di pimpin oleh kepala desa yang bernama Suratno, B.Sc.

Berdasarkan cerita yang penulis dengar dari Narasumber yang ada pergantian nama dari Tambagserang menjadi Cibeureum tersebut untuk mengenang atau mengingat kembali sebuah peristiwa meninggalnya seorang anak kecil yang sedang tidur nyenyak akibat dihisap darahnya oleh seekor lintah Raksasa sebesar gulungan tikar pandan. Kemudian lintah tersebut ditusuk oleh ayah sianak dengan menggunakan bambu ampel Kuning ( Awi Ampel Koneng ) sehingga mati dan darahnya mengalir ke Sungai Cikaro sehingga air sungai tersebut menjadi merah ( Beureum ) maka sejak saat itu ( Kepemimpinan Kuwu SURA BRAJA ) dijadikan patokan sebagai berdirinya Desa Cibeureum.

Demikian riwayat singkat Desa Cibeureum yang diketahui Penulis berdasarkan cerita dan keterangan dari orang-orang yang sudah tua di desa.

Related posts