Sejarah Desa Cemara | Asal Usul Desa Cemara | Profil Desa Cemara | Kabupaten Indramayu |
Sejarah Desa Cemara Kabupaten Indramayu (Sejarah, Asal Usul dan Profil) Lengkap
Desa Cemara terbentuk sekitar tahun 1941-an ketika itu jepang menjajah Indonesia. Tentara jepang berteduh di bawah pohon cemara, persisnya pohon itu sekarang berada di blok piring putra Desa Cemara Blok Bong.
Desa cemara pada saat itu luas wilayahnya adalah 4.293 Ha dan masih menjadi bagian wilayah kecamatan losarang. Pada masa itu Desa Cemara terbagi 3 blok (Dusun) yakni Dusun Cemara Kulon, Dusun Bong dan Dusun Wetan.
Penyebutan Dusun Kulon ini karena wilayahnya berada di arah kulon dalam wilayah Desa Cemara dan Dusun Kulon banyak dihuni oleh penduduk pendatang dari daerah sekitar dalam wilayah Kecamatan Losarang seperti dari Desa Santing, Ranjeng dan Muntur.
Penyebutan Dususn Bong ini karena wilayahnya berada dilokasi yang banyak kuburan orang-orang china, menurut sejarahnya Dusun ini sekitar Tahun 1950-1960 an banyak dihuni penduduk keturunan China sebagai tempat persinggahan.
Tetapi menurut informasi sesepuh tidak disebut alasan mengapa mereka singgah sampai akhirnya keluar pada tahun 1960 dari Dusun Bong ini.
Selanjutnya setelah tahun 1960 an menjadi tujuan pendatang dari daerah brebes, Demak, dan Yogyakarta sampai sekarang. Penyebutan Dususn Wetan ini karena wilayah berada di arah Wetan dalam wilayah Desa Cemara dan Dusun Wetan inilah penduduk asli Desa Cemara secara turun temurun.
Di Desa Cemara ada tiga situs sejarah yang mewarnai budaya masyarakat Desa Cemara, adalah sebagai berikut :
- Buyut Gambang, yang memiliki arti bahwa “ Sampan” dilokasi yang diyakini bahwa yang tidak diketahui ada orang sakti yang bernama Syekh Dul Hamid menggunakan sampan dan terdampar dilokasi ini, dan bertahun-tahun Syekh Dul Hamid berada dilokasi ini tidak diketahui kemudian kemana Syekh Dul Hamid pergi tetapi masih ada berkas sampan yang digunakan Syekh Dul Hamid, kondisis sekarang tempat ini seluas kurang lebih 3 Ha ditempati pemakaman Umum.
- Buyut Kombaya, lokasi ini berada di tengah-tengah empang dan banyak dari luar Desa yang bermeditasi untuk bersemedi di tempat ini tetapi samapai sekarang belum ada yang berani ataupun mengetahui untuk menceritakan bagaimana tentang kebenaran sejarah Buyut Kombaya.
- Buyut Piring Putra, Zaman dahulu ada orang sakti yang bernama ki Gedeng Buaya yang mempunyai istri bernama Buyut panjeran yang kemudian mempunyai dua orang anaka dalam pernikahanya, yang satu perempuan namun namanya tidak diketahui kemudian satunya lagi laki-laki bernama Piring Putra yang kemudian menjadi orang sakti dan berilmu tinggi.
Pada Tahun 1967 –an pemerintahan Desa resmi dibentuk dimana pada saat itu yang menjadi kuwu adalah bapak Casyadi sedangkan skertarisnya adalah H. Tajudin.
Nama Desa Cemara sendiri mengandung arti Pohon Ceamara. Pada saat pertama kali terbentuk, pemerintah desa memiliki kantor sendiri, yang berlokasi di Blok Karang Uyah.
Seiring dengan masa reformasi maka ada kesepakatan baru agar desa cemara dimekarkan,ide ini pertama kali digagas oleh salah satu tokoh masyarakat Blok Kulon pada tahun 2005,karena menimbang Desa cemara adalah desa yang termasuk luas jangkauan pemerintahanya oleh karena itu dimulailah proses pemekaran dan pada tanggal 12 Maret 2011.
Bupati Indramayu meresmikan pemekaranya, Desa Cemara sebagi induk masuk ke Kecamatan Cantigi dan Desa Cemara Kulon masuk ke Kecamatan Losarang.






