Salat dan Zikir, Makna, Meraih Ketakwaan, Hikmah dan Mengamalkan (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab III) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Salat dan Zikir, Makna, Meraih Ketakwaan, Hikmah dan Mengamalkan (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab III) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab III | Kurikulum Merdeka | Salat dan Zikir | Hikmah melaksanakan Salat dan Zikir | Mengamalkan Salat dan Zikir  |

Makna Salat dan Zikir

Makna Salat

Secara bahasa, salat diartikan sebagai doa atau doa meminta kebaikan. Menurut istilah, salat dipahami sebagai semua perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) dan diakhiri dengan salam.

Salat dikerjakan bukan hanya untuk menjalankan kewajiban atau sekedar memenuhi syarat dan rukun. Salat hendaknya dijadikan sarana untuk menyadarkan diri. Pantas kita merendahkan hati dan mengerdilkan diri di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya. Pantas kita merasa tidak memiliki apa-apa di hadapan-Nya, karena semua yang kita miliki ini hanya dari anugerah dan kebaikan-Nya. Kesadaran diri seperti ini mendorong manusia untuk mencegah diri dari perbuatan tercela.

“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-‘Ankabut/29: 45)

Makna Zikir

Arti zikir menurut bahasa adalah ingat, sedangkan menurut istilah, zikir diartikan dengan mengingat Allah Swt. sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada–Nya. Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak banyaknya.” (Q.S. al-Aḥza̅b/33: 41).

Ayat tersebut menjelaskan bahwasannya Allah Swt. memerintahkan manusia yang beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasulullah saw untuk selalu berzikir kepada-Nya baik siang maupun malam, sendiri maupun berjamaah. Memperbanyak mengingat Allah Swt. dalam hati dan menyebut-Nya dengan lisan akan merasakan kehadiran Allah Swt. Begitu pula, bertasbih kepada-Nya baik pada waktu pagi maupun petang dengan menyucikan diri dari sifat-sifat tercela.

Adapun cara berzikir sebagai berikut:




  • Zikir dengan hati yaitu dengan cara bertafakur dan merenungkan ciptaan Allah Swt sehingga timbul dalam pikiran bahwa Allah Swt. adalah Zat Yang Maha Kuasa.
  • Zikir dengan ucapan, yaitu pengucapan lafal-lafal yang di dalamnya terdapat keagungan nama-Nya. Contohnya adalah tahmid, tasbih, tahlil, takbir, membaca Al-Qur’an, dan salawat.
  • Menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya merupakan zikir dengan perbuatan.
Baca Juga :   Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah, Pengertian, Ciri, Dampak dan Cara Menghindari (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab III) Kurikulum Merdeka

Hikmah Melaksanakan Salat dan Zikir

  • Tertanamnya akidah tauhid dalam jiwa seseorang.
  • Hubungan antara manusia dengan-Nya akan terjalin baik.
  • Kedamaian, keamanan, dan keselamatan dari Allah Swt. akan diperoleh olehnya serta mengantarkan mereka pada kesuksesaan dan pengampunan dari segala kesalahan.
  • Memperkuat jiwa seseorang dalam hubungan dengan Allah Swt.
  • Memperoleh ketenangan jiwa dan menjauhkan diri dari kelalaian.
  • Melatih hidup disiplin dan taat aturan peraturan baik peraturan kerja maupun peraturan dalam kehidupan ini.
  • Membiasakan seseorang pada perbuatan/ perkataan yang baik dan bermanfaat.
  • Menumbuhkan akhlak mulia seperti amanah, jujur, dan upaya menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar.

Mengamalkan Salat dan Zikir

  • Menyadari bahwa salat dan zikir untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Keduanya menjadi pengikat diri untuk selalu berupaya mendekatkan diri kepada Allah.
  • Memahami manfaat salat dalam kehidupan. Salat dan zikir menjadikan seseorang tenteram, tenang, selalu ingat kepada-Nya, bersyukur, sabar, dan terhindar dari perbuatan keji dan munkar.
  • Salat mempunyai dampak pada kesehatan jasmani dan mendorong semangat hidup.
  • Kita akan kembali ke akhirat. Kesibukan mengejar dunia jangan menyebabkan kita malas salat dan zikir. Kita akan mati, dan ingat bahwa dunia ini sementara. Kita hanya akan membawa amal, bukan kekayaan dunia. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri untuk kehidupan yang abadi.
  • Jangan menunda salat dan malas berzikir. Kuatkan tekad kalian untuk segera salat ketika mendengar azan. Tunda pekerjaan, langsung persiapkan diri untuk salat.
  • Niat yang tulus. Salat dan zikir hendaknya dilandasi dengan niat tulus hanya karena Allah Swt, bukan berniat untuk mendapatkan perhatian dari orang lain atau bahkan ingin terlihat sebagai orang yang bertakwa.
  • Lakukan salat berjamaah. Upayakan untuk selalu salat berjamaah. Salat berjamaah lebih baik daripada salat sendirian. Apabila tidak memungkinkan pergi ke masjid, ajak orang yang serumah untuk salat berjamaah.
  • Berteman dengan orang yang rajin salat. Teman yang rajin salat akan mendorong kalian untuk rajin salat. Oleh karena itu, pilihlah teman yang bisa mengajak kalian pada kebaikan.
  • Banyak membaca buku keislaman. Rajin membaca buku keislaman akan memperkuat ilmu agama.
Baca Juga :   Seni Terpadu, Pengertian, Tujuan, Konsep, Model dan Contoh (Rangkuman Materi Seni Rupa SMA/MA Kelas 10 Bab 9 ) Kurikulum Merdeka



Related posts