999 Puisi Tentang Ayah (Bapak), Ibu Singkat, Sedih, Pahlawan, Bahasa Sunda, Jawa, dan Inggris

PUISI

Puisi Ayah | Puisi Tentang Ayah | Ayah dana Ibu | Singkat | Sedih | Pahlawanku | Bahasa Sunda | Bahasa Jawa | Bahasa Inggris |

Puisi Tentang Ayah Singkat

Yang Berjiwa Tegar

Oleh Kurnia Habibah


Bagiku

Engkau penawar sesal di arena luas

Memberi dengan cinta

Hidup untuk kami

Berjuang untuk keluarga

Selalu terpatri dalam hati

Perjuanganmu yang penuh arti

Bangga diri ini dititipkan padamu ayah

Senyummu di hadapan kami

Merubah segala payah

Terimakasih ayah

Akan ku jaga kebanggaanmu padaku

Hingga tiba saat anakmu tumbuh dewasa

Engkau berbesar hati melepasnya

Menjadi bagian dari diri yang lain


Penuntun Jiwaku

Oleh : –


Ayah

kau adalah yang terbaik

yang selalu bicara apa adanya

salah ya salah

keterbukaanmu lebih dari sekedar ayah

aku yang terlahir dari tulang rusukmu

menjelma dewasa kini


belajar dari sikap mu

ketegasanmu

dan luka-luka nan berbekas jadi

disiplin ku pada waktu

kau yang beri tahu aku

betapa waktu itu penting

bakwa hukuman untuk orang yang salah itu juga penting

jauh darimu aku belajar mandiri ayah

dengan slalu mengingat semua nasehat yang kau bagi

bersama kenakalan yang lahir dari hati

maafkan anakmu ayah


kini aku tau rasanya jadi lelaki dewasa

yang harus bekerja demi masadepan

untuk menyongsong hari esok

agar aku tak terluntah-luntah

menyambut masa didepan ku


Setiap Bulan Beranjak Tua

Oleh Daviatul Umam el-S


Padahal masih jam dua

Bantal sudah mengaum keras tiada henti

Hingga tubuhnya terbebas dari penjara mimpi

Bangkit dengan sayap baru tak teriring keletihan

Memanggil, memulihkan mata bunda

Sampai bangkit pula

Dua-duanya merelakan ranjang sendirian

Kendatipun ada sisa rindu yang pesona

Disiapkannya pangan-pangan seikhlas bunda dari kediaman


Bergegas kaki ia kemudian

Bersama kanca yang bermusafir dalam satu bahtera

Kadang tertatih-tatih menyendiri

Menyongsong sepi, melawan pasti

Jikalau lambat diri dari pengaduan letih


Pantas diakui dalam perjalanannya sehari

Di tengah samudera yang berlumuran sakal

Diamuk ketandusan yang tak karuan

Sebagai pelampiasan mendung pada tubuhnya

Bila penghujan


Diterjang gemuruh ombak yang semakin menggelombang

Tak sadar para keringat telah bertumpahan

Saat menarik pajhang

Digenangi ribuan matahari berteka-teki

Bila kemarau.


Puisi Tentang Ayah dan Ibu

Perasaan Orang Tua

Oleh : Umar Pallanyu


Terkadang hatinya pilu

Bagai teriris sembilu

Perasaan orang tua selalu

Mengenang masa-masa lalu

Direndam sendu melulu

Anaknya hanya membiarkanya berlalu

Orang tua itu perasa

Seharusnya anak tenggang rasa

Bukan untuk membalas jasa

Kebutuhan mereka soal biasa

Perhatian khusus sebelum binasa

Hanya terdiam diri seribu bahasa

Sekiranya anak tahu diri

Membahagiakan orang tua sendiri

Bukan dalam hal materi

Tapi ucapan mesra setiap hari

Anaknya pergi kesana kemari

Kesepian datang orang tua menari-nari

Walaupun sering dikecewakan

Ditambah sikap menyakitkan

Dapat menimbulkan penyesalan

Tidak ridha melahirkan

Telah sirna kebahagiaan

Sehingga mengundang kedurhakaan


Pesan Terbaik untuk Orang tua

Oleh : Umar Pallanyu


Ibu…

Ayah ….

Aku bangga memiliki orang tua seperti kalian,

kulihat kalian banting tulang untuk anak anak mu ini,

Memang saat itu aku masih kecil,

tapi aku sudah sedikit pahan arti kehidupan

kalian di usir dari rumahmu sendiri,

kalian hanya diam

Tapi kalian selalu bilang kepadaku

terdiam itu bukan bodoh atau takut

Tapi kalian bilang ini jalan yang tuhan berikan kepada kita

Ini bukan akhir dari segalanya

Di depan sana kita tidak tau apa yang akan kita jumpai

Bersyukurlah rajin berdoalah karna Allah tidak buta

Allah hanya menguji kita

Percaya dan yakin lah

Allah akan memberikan lebih dari yang kita punya

Dan Begitulah kata ayah dan ibu


Puisi Tentang Ayah Sedih

Pah, Anakmu Izin Menyerah

Oleh: –


Pah, anakmu izin menyerah sebentar saja

Dunia ini terlalu jahat

Pundakku masih belum cukup kuat untuk menahan segala guncangannya

Sayap-sayapku masih amat terlalu rapuh untuk terbang tinggi mengitarinya

Dan perahuku masih belum kokoh

Untuk mengarungi semua arus derasnya


Pah, anakmu ingin menyerah sebentar saja

Dunia ini terlalu jahat

Bagi si kecil yang menuju dewasa ini

Beberapa kali aku di pecundanginya


Pah, aku belum setangguh dirimu

Yang mampu bersekutu dengan dunia ini

Yang mampu bersahabat baik dengannya

Dalam beberapa keadaan aku dibuatnya jatuh berkali-kali

Sampai-sampai aku enggan untuk bangkit kembali

Lagi-lagi aku dipecundanginya


Pah, izin menyerah sebentar saja

Kakiku masih terlalu lemah untuk berlari kencang mengejar semua angan

Sekuat apapun aku berlari aku tetap tertinggal jauh

Dunia seakan memaksaku untuk berhenti berlari

Beberapa kali dia membuatku putus asa


Saat ini aku hanya bisa memejamkan mata

Membayangkan wajahmu sebagai penenang jiwa


Puisi Untuk Ayah

Oleh : –


Meski suaramu tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu

Kau membingkaiku dengan nada-nada ketulusan

Yang mengantarkan hariku

Menuju lembah tinggi bernama kedamaian


Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu

Namun dengan dekapanmu

Ku terhangatkan dengan kasihmu

Ku terlenakan dengan cintamu


Tangisku berderai

Kala ku ingat ucapan indahmu meminangku

Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir

Kau jaga aku kau lindungi aku

Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku

Kau rela diterpa deburan buih yang berlalu

Demi aku demi anakmu


Seakan tak pernah lelah kau hapuskan air mataku

Seakan tak pernah bosan

Kau redamkan aku dari tangisan

Untukmu

Untuk segalanya yang telah kau berikan

Pada dermaga hidupku

Hanya sebentuk puisi dari ketulusan hati

Untukmu bapakku, terima kasih


Puisi Tentang Ayah Pahlawanku

Pahlawan Kami

Oleh : –


Ayah

Rasa lelah tergambar jelas diwajahmu

Tapi seakan kau baik-baik

Kedatanganmu sangat ditunggu

Berharap pesanan kami dibeli


Ayah

Kau tak pernah marah

Meski kami bersikap tidak baik

Namun kau menasehati kami dengan baik-baik


Ayah

Kau tidak pernah bosan

Mendengar keluh kesah kami

Meskipun masalahnya itu-itu saja


Nasehat Ayah

Oleh: –


Kau ajarkan setia

Mencintai satu wanita hingga akhir

Kau ajarkan kami mencinta

Dan selalu berharap kepada sang pencipta


Cucuran kasih sayang tak terbendung

Tak terhitung bagaikan pasir di gurun sahara

Jalinan kasih tak pernah putus

Silaturahmi selalu disambung


Putus asa bukan ajaranmu

Memberi dengan pamrih pun begitu

Selalu membantu dan jangan sombong

Iitulah nasehat mu


Terimakasih ayah atas keikhlasanmu

Menjaga kami dari lahir hingga saat ini

Semoga kami bisa mengajarkannya kembali

Pada anak-anak kami suatu hari nanti


Puisi Tentang Ayah Bekerja Keras

PUISI KEKAR YANG PENGALAH

Karya: Anik Susanti


Ada sebuah hari di mana matahari libur

Kami buta dan gelap ditinggal sebentar

Saat kau: Bapak, memutuskan bekerja jauh di luar

Anakmu serupa kapas yang kesiur


Rumah ini tak menemukan suluh cahaya

Dan jiwa ibuku berwarna layu

Engkau yang kekar tapi pengalah, mana tega

Setidaknya, pulang segera sambangi kalbu


Sesekali berbisik, bahwa

warisan hanya kitab-kitab tanggung jawab

Bukan ruah harta seperti tetangga

Bapak kami benar dalam sekejap


Figur kehidupan senantiasa mengalir

Darah itu bertabiat ilmu perilaku

Catatan sifatmu tempat menimba pikir

Seumpama air, hulu adalah dari bimbingan ayahku


Puisi Tentang Ayah, Aku Merindukanmu

Kerinduan

Karya: Niki Ayu Anggini


Ayah di mana engkau berada

Di sini aku merindukan mu

Mengiginkan untuk bertemu

Merindukan akan belaian mu


Kasih sayang mu selalu ku rindukan

Engkau selalu hadir dalam mimpi ku

Mimpi yang begitu nyata bagiku

Menginginkan engkau untuk kembali


Aku selalu mengharapkan engkau hadir

Menemani aku setiap hari

Menemani masa pertumbuhan ku


Untuk tumbuh menjadi besar

Tampa engkau di sisiku

Tampa engkau yang menemani Hari-hari ku


Puisi Tentang Ayah 4 Bait

PUISI KEKAR YANG PENGALAH

Karya: Anik Susanti


Ada sebuah hari di mana matahari libur

Kami buta dan gelap ditinggal sebentar

Saat kau: Bapak, memutuskan bekerja jauh di luar

Anakmu serupa kapas yang kesiur


Rumah ini tak menemukan suluh cahaya

Dan jiwa ibuku berwarna layu

Engkau yang kekar tapi pengalah, mana tega

Setidaknya, pulang segera sambangi kalbu


Sesekali berbisik, bahwa

warisan hanya kitab-kitab tanggung jawab

Bukan ruah harta seperti tetangga

Bapak kami benar dalam sekejap


Figur kehidupan senantiasa mengalir

Darah itu bertabiat ilmu perilaku

Catatan sifatmu tempat menimba pikir

Seumpama air, hulu adalah dari bimbingan ayahku


Puisi Tentang Ayah 2 Bait

Pahlawan Kesuksesanku

Oleh: –


Fajar telah menyapa pagiku

Kau jadikan hari mu, hari untuk pengorbanan

Pengorbanan mencari rezeki, pengorbanan untuk mencari awal yang baru

Kau ajarkan aku arti perjuangan, kau ajarkan aku arti kesuksesan


Ayah mungkin tanpamu aku tidak bisa seperti ini

Mungkin tanpamu aku tidak bisa berdiri ditengah impianku

Impian untuk meraih keberhasilan

Impian untuk mencapai kemenangan

Kaulah pahlawan kesuksesanku


Puisi Tentang Ayah 3 Bait

Saat-Saat Bersama Ayah

Oleh: –


Waktu berjalan begitu cepat

Menikam waktu dan kenangan yang kugenggam bersama Ayah

Bermain dengan puisi biru saat aku beku

Hilang kosong di tangan, raib..


Seandainya waktu sedikit tahu

Tahu bahwa hatiku teramat menyayangi Ayah

Aku tidak akan kehilangan seperti ini

Seperti puisi kehilangan baris


Kenangan begitu banyak berputar di otakku

Saat bermain hujan saat memancing

Kenangan itu masih menyatu dengan kenyataan Kenyataan yang tiada berhenti mempermainkanku


Puisi Tentang Ayah Anak SD

Bapak..

Oleh : –


Bapak..

Kaulah bapakku

Suami ibuku

Ibuku adalah istrimu


Bapak..

Walaupun kau tak menyusui

Walaupun kau tak meneneni

Tak apa bapak, ada ibu


Bapak..

Bersinmu yang mengagetkan

Kentutmu yang mengejutkan

Membuat bulu kuduk merinding


Bapak oh bapak..

Kenapa engkau kurus

Macam mana aku tak kurus

Ikan tak nak timbul


Bapak..

Kalau engkau tak menikahi ibuku

Mungkin engkau bukan bapakku

Karena bapakku adalah yang menikahi ibuku


Bapak..

Akulah anakmu

Anakmu adalah aku

Engkau adalah bapakku


Puisi Tentang Ayah Bahasa Sunda


Puisi Tentang Ayah Bahasa Jawa



Puisi Tentang Ayah Bahasa Inggris



Related posts