Puisi Ayah | Puisi Tentang Ayah | Ayah dana Ibu | Singkat | Sedih | Pahlawanku | Bahasa Sunda | Bahasa Jawa | Bahasa Inggris |
Puisi Tentang Ayah Singkat
Yang Berjiwa Tegar
Oleh Kurnia Habibah
Bagiku
Engkau penawar sesal di arena luas
Memberi dengan cinta
Hidup untuk kami
Berjuang untuk keluarga
Selalu terpatri dalam hati
Perjuanganmu yang penuh arti
Bangga diri ini dititipkan padamu ayah
Senyummu di hadapan kami
Merubah segala payah
Terimakasih ayah
Akan ku jaga kebanggaanmu padaku
Hingga tiba saat anakmu tumbuh dewasa
Engkau berbesar hati melepasnya
Menjadi bagian dari diri yang lain
Penuntun Jiwaku
Oleh : –
Ayah
kau adalah yang terbaik
yang selalu bicara apa adanya
salah ya salah
keterbukaanmu lebih dari sekedar ayah
aku yang terlahir dari tulang rusukmu
menjelma dewasa kini
belajar dari sikap mu
ketegasanmu
dan luka-luka nan berbekas jadi
disiplin ku pada waktu
kau yang beri tahu aku
betapa waktu itu penting
bakwa hukuman untuk orang yang salah itu juga penting
jauh darimu aku belajar mandiri ayah
dengan slalu mengingat semua nasehat yang kau bagi
bersama kenakalan yang lahir dari hati
maafkan anakmu ayah
kini aku tau rasanya jadi lelaki dewasa
yang harus bekerja demi masadepan
untuk menyongsong hari esok
agar aku tak terluntah-luntah
menyambut masa didepan ku
Setiap Bulan Beranjak Tua
Oleh Daviatul Umam el-S
Padahal masih jam dua
Bantal sudah mengaum keras tiada henti
Hingga tubuhnya terbebas dari penjara mimpi
Bangkit dengan sayap baru tak teriring keletihan
Memanggil, memulihkan mata bunda
Sampai bangkit pula
Dua-duanya merelakan ranjang sendirian
Kendatipun ada sisa rindu yang pesona
Disiapkannya pangan-pangan seikhlas bunda dari kediaman
Bergegas kaki ia kemudian
Bersama kanca yang bermusafir dalam satu bahtera
Kadang tertatih-tatih menyendiri
Menyongsong sepi, melawan pasti
Jikalau lambat diri dari pengaduan letih
Pantas diakui dalam perjalanannya sehari
Di tengah samudera yang berlumuran sakal
Diamuk ketandusan yang tak karuan
Sebagai pelampiasan mendung pada tubuhnya
Bila penghujan
Diterjang gemuruh ombak yang semakin menggelombang
Tak sadar para keringat telah bertumpahan
Saat menarik pajhang
Digenangi ribuan matahari berteka-teki
Bila kemarau.
Puisi Tentang Ayah dan Ibu
Perasaan Orang Tua
Oleh : Umar Pallanyu
Terkadang hatinya pilu
Bagai teriris sembilu
Perasaan orang tua selalu
Mengenang masa-masa lalu
Direndam sendu melulu
Anaknya hanya membiarkanya berlalu
Orang tua itu perasa
Seharusnya anak tenggang rasa
Bukan untuk membalas jasa
Kebutuhan mereka soal biasa
Perhatian khusus sebelum binasa
Hanya terdiam diri seribu bahasa
Sekiranya anak tahu diri
Membahagiakan orang tua sendiri
Bukan dalam hal materi
Tapi ucapan mesra setiap hari
Anaknya pergi kesana kemari
Kesepian datang orang tua menari-nari
Walaupun sering dikecewakan
Ditambah sikap menyakitkan
Dapat menimbulkan penyesalan
Tidak ridha melahirkan
Telah sirna kebahagiaan
Sehingga mengundang kedurhakaan
Pesan Terbaik untuk Orang tua
Oleh : Umar Pallanyu
Ibu…
Ayah ….
Aku bangga memiliki orang tua seperti kalian,
kulihat kalian banting tulang untuk anak anak mu ini,
Memang saat itu aku masih kecil,
tapi aku sudah sedikit pahan arti kehidupan
kalian di usir dari rumahmu sendiri,
kalian hanya diam
Tapi kalian selalu bilang kepadaku
terdiam itu bukan bodoh atau takut
Tapi kalian bilang ini jalan yang tuhan berikan kepada kita
Ini bukan akhir dari segalanya
Di depan sana kita tidak tau apa yang akan kita jumpai
Bersyukurlah rajin berdoalah karna Allah tidak buta
Allah hanya menguji kita
Percaya dan yakin lah
Allah akan memberikan lebih dari yang kita punya
Dan Begitulah kata ayah dan ibu
Puisi Tentang Ayah Sedih
Pah, Anakmu Izin Menyerah
Oleh: –
Pah, anakmu izin menyerah sebentar saja
Dunia ini terlalu jahat
Pundakku masih belum cukup kuat untuk menahan segala guncangannya
Sayap-sayapku masih amat terlalu rapuh untuk terbang tinggi mengitarinya
Dan perahuku masih belum kokoh
Untuk mengarungi semua arus derasnya
Pah, anakmu ingin menyerah sebentar saja
Dunia ini terlalu jahat
Bagi si kecil yang menuju dewasa ini
Beberapa kali aku di pecundanginya
Pah, aku belum setangguh dirimu
Yang mampu bersekutu dengan dunia ini
Yang mampu bersahabat baik dengannya
Dalam beberapa keadaan aku dibuatnya jatuh berkali-kali
Sampai-sampai aku enggan untuk bangkit kembali
Lagi-lagi aku dipecundanginya
Pah, izin menyerah sebentar saja
Kakiku masih terlalu lemah untuk berlari kencang mengejar semua angan
Sekuat apapun aku berlari aku tetap tertinggal jauh
Dunia seakan memaksaku untuk berhenti berlari
Beberapa kali dia membuatku putus asa
Saat ini aku hanya bisa memejamkan mata
Membayangkan wajahmu sebagai penenang jiwa
Puisi Untuk Ayah
Oleh : –
Meski suaramu tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada-nada ketulusan
Yang mengantarkan hariku
Menuju lembah tinggi bernama kedamaian
Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapanmu
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan dengan cintamu
Tangisku berderai
Kala ku ingat ucapan indahmu meminangku
Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku
Seperti karang menjaga debu pasir
Kau jaga aku kau lindungi aku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku
Kau rela diterpa deburan buih yang berlalu
Demi aku demi anakmu
Seakan tak pernah lelah kau hapuskan air mataku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan
Untukmu
Untuk segalanya yang telah kau berikan
Pada dermaga hidupku
Hanya sebentuk puisi dari ketulusan hati
Untukmu bapakku, terima kasih
Puisi Tentang Ayah Pahlawanku
Pahlawan Kami
Oleh : –
Ayah
Rasa lelah tergambar jelas diwajahmu
Tapi seakan kau baik-baik
Kedatanganmu sangat ditunggu
Berharap pesanan kami dibeli
Ayah
Kau tak pernah marah
Meski kami bersikap tidak baik
Namun kau menasehati kami dengan baik-baik
Ayah
Kau tidak pernah bosan
Mendengar keluh kesah kami
Meskipun masalahnya itu-itu saja
Nasehat Ayah
Oleh: –
Kau ajarkan setia
Mencintai satu wanita hingga akhir
Kau ajarkan kami mencinta
Dan selalu berharap kepada sang pencipta
Cucuran kasih sayang tak terbendung
Tak terhitung bagaikan pasir di gurun sahara
Jalinan kasih tak pernah putus
Silaturahmi selalu disambung
Putus asa bukan ajaranmu
Memberi dengan pamrih pun begitu
Selalu membantu dan jangan sombong
Iitulah nasehat mu
Terimakasih ayah atas keikhlasanmu
Menjaga kami dari lahir hingga saat ini
Semoga kami bisa mengajarkannya kembali
Pada anak-anak kami suatu hari nanti
Puisi Tentang Ayah Bekerja Keras
PUISI KEKAR YANG PENGALAH
Karya: Anik Susanti
Ada sebuah hari di mana matahari libur
Kami buta dan gelap ditinggal sebentar
Saat kau: Bapak, memutuskan bekerja jauh di luar
Anakmu serupa kapas yang kesiur
Rumah ini tak menemukan suluh cahaya
Dan jiwa ibuku berwarna layu
Engkau yang kekar tapi pengalah, mana tega
Setidaknya, pulang segera sambangi kalbu
Sesekali berbisik, bahwa
warisan hanya kitab-kitab tanggung jawab
Bukan ruah harta seperti tetangga
Bapak kami benar dalam sekejap
Figur kehidupan senantiasa mengalir
Darah itu bertabiat ilmu perilaku
Catatan sifatmu tempat menimba pikir
Seumpama air, hulu adalah dari bimbingan ayahku
Puisi Tentang Ayah, Aku Merindukanmu
Kerinduan
Karya: Niki Ayu Anggini
Ayah di mana engkau berada
Di sini aku merindukan mu
Mengiginkan untuk bertemu
Merindukan akan belaian mu
Kasih sayang mu selalu ku rindukan
Engkau selalu hadir dalam mimpi ku
Mimpi yang begitu nyata bagiku
Menginginkan engkau untuk kembali
Aku selalu mengharapkan engkau hadir
Menemani aku setiap hari
Menemani masa pertumbuhan ku
Untuk tumbuh menjadi besar
Tampa engkau di sisiku
Tampa engkau yang menemani Hari-hari ku
Puisi Tentang Ayah 4 Bait
PUISI KEKAR YANG PENGALAH
Karya: Anik Susanti
Ada sebuah hari di mana matahari libur
Kami buta dan gelap ditinggal sebentar
Saat kau: Bapak, memutuskan bekerja jauh di luar
Anakmu serupa kapas yang kesiur
Rumah ini tak menemukan suluh cahaya
Dan jiwa ibuku berwarna layu
Engkau yang kekar tapi pengalah, mana tega
Setidaknya, pulang segera sambangi kalbu
Sesekali berbisik, bahwa
warisan hanya kitab-kitab tanggung jawab
Bukan ruah harta seperti tetangga
Bapak kami benar dalam sekejap
Figur kehidupan senantiasa mengalir
Darah itu bertabiat ilmu perilaku
Catatan sifatmu tempat menimba pikir
Seumpama air, hulu adalah dari bimbingan ayahku
Puisi Tentang Ayah 2 Bait
Pahlawan Kesuksesanku
Oleh: –
Fajar telah menyapa pagiku
Kau jadikan hari mu, hari untuk pengorbanan
Pengorbanan mencari rezeki, pengorbanan untuk mencari awal yang baru
Kau ajarkan aku arti perjuangan, kau ajarkan aku arti kesuksesan
Ayah mungkin tanpamu aku tidak bisa seperti ini
Mungkin tanpamu aku tidak bisa berdiri ditengah impianku
Impian untuk meraih keberhasilan
Impian untuk mencapai kemenangan
Kaulah pahlawan kesuksesanku
Puisi Tentang Ayah 3 Bait
Saat-Saat Bersama Ayah
Oleh: –
Waktu berjalan begitu cepat
Menikam waktu dan kenangan yang kugenggam bersama Ayah
Bermain dengan puisi biru saat aku beku
Hilang kosong di tangan, raib..
Seandainya waktu sedikit tahu
Tahu bahwa hatiku teramat menyayangi Ayah
Aku tidak akan kehilangan seperti ini
Seperti puisi kehilangan baris
Kenangan begitu banyak berputar di otakku
Saat bermain hujan saat memancing
Kenangan itu masih menyatu dengan kenyataan Kenyataan yang tiada berhenti mempermainkanku
Puisi Tentang Ayah Anak SD
Bapak..
Oleh : –
Bapak..
Kaulah bapakku
Suami ibuku
Ibuku adalah istrimu
Bapak..
Walaupun kau tak menyusui
Walaupun kau tak meneneni
Tak apa bapak, ada ibu
Bapak..
Bersinmu yang mengagetkan
Kentutmu yang mengejutkan
Membuat bulu kuduk merinding
Bapak oh bapak..
Kenapa engkau kurus
Macam mana aku tak kurus
Ikan tak nak timbul
Bapak..
Kalau engkau tak menikahi ibuku
Mungkin engkau bukan bapakku
Karena bapakku adalah yang menikahi ibuku
Bapak..
Akulah anakmu
Anakmu adalah aku
Engkau adalah bapakku


