6 Pengertian DZikir, Manfaat, Bentuk, Macam (Jenis), Keutamaan dan Adab Berdzikir

Zikir

Dzikir Adalah | Pengertian Dzikir (Zikir) Menurut Para Ahli | Manfaat Dzikir | Bentuk Dzikir | Macam (Jenis) Dzikir | Keutamaan Dzikir | Adab Berdzikir |

Pengertian Dzikir (Zikir) Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian pengertian dzikir (zikir) menurut para ahli yang dikutip dari beberapa sumber:

  1. Menurut Al-Ghazali, pengertian dzikir secara bahasa adalah mengingat, sedangkan secara istilah yaitu ikhtiar sungguh-sungguh untuk mengalihkan gagasan, pikiran dan perhatian manusia menuju Tuhan dan akhirat. Dzikir ini bertujuan untuk membalikkan keseluruhan karakter manusia dan mengalihkan perhatian utama seseorang dari dunia yang sudah sangat dicintai menuju akhirat yang sejauh ini belum dikenali sama sekali.
  2. Menurut Ibnu Attaillah Assakandari Dzikir Adalah menjauhkan diri dari kelalaian dengan senantiasa menghadirkan hati bersama Allah.
  3. Menurut Abd al- Mu‟nim Hifni melihat Dzikir sebagai keluar dari kondisi “lalai” menunjukan keadaan Musyahadah, disertai perasaan takut kepada-NYA (khauf) dan cinta yang mendalam dengan ungkapanungkapan tertentu yang dilakukan secara berulang-ulang berdasarkan kemauan orang yang berdzikir.
  4. Menurut Hasan Syarqawi Dzikir Adalah sebagai upaya menghadirkan Allah swt. Ke dalam qolbu disertai perenungan.
  5. Menurut Bastaman Dzikir Adalah suatu amalan dalam mengingat Allah dan keagungan-Nya, yang meliputi hampir semua bentuk ibadah dan amalan tersebut seperti tasbih, tahmid, shalat, membaca alQur’an, berdoa, melakukan perbuatan baik dan menghindarkan diri dari kejelekan.
  6. Menurut KH. Aqil Said Siroj Dzikir Adalah Penyebutan dan mengingat Allah (Dzikrullah) secara berulang-ulang dan istiqomah dengan penuh kekhidmatan akan membiasakan hati kita untuk selalu merasa dekat dan akrab dengan Allah. Akhibatnya, secara tidak disadari akan berkelanjutan dam menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Allah swt.

Manfaat Manfaat Dzikir

Berikut adalah penjelasan tentang manfaat dzikir:

  • Dzikir bermanfaat untuk membersihkan hati, dengan kondisi hati yang bersih ini dapat memudahkan kita untuk selalu dekat ataupun bertakwa kepada Allah. Hal ini sejalan dengan pandangan AlGhazali mengenai zikir, menurut beliau zikir merupakan metode untuk menghilangkan was-was dan untuk mendatangkan ilham pada hati manusia. Karena ruang gerak setan jadi terhalang pada saat melakukan zikir kepada Allah, sehingga setam pergi dan menjauh dari hati manusia dan disaat itulah malaikat memberikan ilham didalam hati manusia, dengan ini manusia akan mudah untuk selalu dekat dengan Allah.

Bentuk Bentuk Dzikir

Berikut adalah penjelasan tentang bentuk bentuk dzikir :

Zikir bil lisan

Yaitu mengucap sejumlah lafal yang dapat menggerakkan hati untuk mengingat kepada Allah.Zikir dengan pola ini dapat dilakukan pada saat-saat tertentu dan tempat tertentu pula.misalnya, berdzikir di masjid sehabis shalat wajib.

Zikir bil qalb

yaitu keterjagaan hati untuk selalu mengingat Allah.Zikir ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tidak ada batasan ruang dan waktu. Pelaku sufi lebih mengistimewakan dzikir bil qalb ini karena pengaplikasiannya yang hakiki. Meskipun demikian, sang dzakir (orang yang berdzikir) dapat mencapai kesempurnaan apabila ia mampu berdzikir dengan lisan sekaligus dengan hatinya.

Macam Macam (Jenis) Dzikir

Berikut adalah penjelasan tentang macam / jenis dari dzikir

  • Dzikir lisan atau disebut juga dzikir nafi isbat, yaitu ucapan La Ilaaha Illallah. Pada kalimat ini terdapat hal yang menafikan yang lain dari Allah dan mengisbatkan Allah. Dzikir nafi isbat ini dapat juga disebut dzikir yang nyata karena ia diucapkan dengan lisan secara nyata, baik dzikir bersama-sama maupun dzikir sendirian.
  • Dzikir qalbu atau hati, disebut juga dzikir: Asal dan kebesaran, ucapannya Allah, Allah. Dzikir qalb ini dapat juga disebut dzikir ismu dzat karena ia langsung berdzikir dengan menyebut nama Dzat.
  • Dzikir sir atau rahasia, disebut juga  dzikir isyarat dan nafas, yaitu berbunyi : Hu, Hu. Dzikir ini adalah makanan utama sir (rahasia). Oleh karena itu ia bersifat rahasia, maka tidaklah sanggup lidah menguraikannya, tidak ada kata-kata  yang dapat melukiskannya.

Keutamaan dalam Berdzikir

Berikut adalah penjelasan tentang keutamaan dalam berdzikir

  • Syaikh al-Faqih Abul Laits as-Samarqandi dalam kuliahnya mengatakan: “Dzikir kepada Allah adalah amal ibadah yang paling unggul, setiap ibadah di tentukan kapasitasnya (kadarnya) dan waktunya, bahkan terkadang ada yang dilarang jika tidak menepati waktunya atau melebihi ketentuan yang berlaku, tetapi dzikir kepada Allah, tiada ketentuan batas waktunya dan berapa jumlahnya.
  • Syekh Zarruq memandang pentingnya zikir. Menyebut asma Allah dapat menghidupkan batin seseorang. Tetapi lupa akan Allah dapat berakibat fatal, jatuh di lembah maksiat.
  • Menurutku Ibnu Ajibah dzikir adalah pilar utama dari jalan yang ditempuh para sufi. Ia adalah amalan paling utama.

Adab dalam Berdzikir

Berikut adalah penjelasan tentang adab dalam berdzikir

  • Tidak mengerjakan dzikir-dzikir yang sunnah sedangkan amalan yang wajib belum dikerjakan. Adapun amalan yang wajib adalah seperti menuntut ilmu, menunaikan qadha shalat ketika punya utang shalat, dan sebagainya.
  • Jangan mengubah lafaz-lafaz dzikir atau mengganti huruf, dan bacalah sesuai dengan panjang pendeknya. Meskipun, sebenarnya bacaan sesuai dengan kaidah tajwid hanya diwajibkan ketika membaca Al-Qur’an. Sedangkan ketika berbicara bahasa Arab, membaca doa, dan syair, pelaksanaan aturan demikian tidak wajib. Namun, memperhatikan panjang-pendek, lafaz, dan huruf-hurufnya, merupakan sebuah ikhtiar seseorang dalam menjaga adab saat berdzikir, apalagi bila lafaz dzikir atau doa itu memang bersumber dari Al-Qur’an.
  • Mengetahui makna dan arti doa yang dibaca. Dengan mengetahui makna doa yang kita baca kita akan lebih menghayati dan meresapi doa tersebut. Sehingga bukan hanya lisan saja yang bekerja, akan tetapi hati pun turut membantu. Hal ini berbeda dengan membaca Al-Qur`an yang meski tidak tahu arti teks yang dibaca, kita tetap mendapatkan pahala.
  • Makan makanan yang halal.
  • Disunnahkan menghadap kiblat dan dalam keadaan suci dari hadats dan najis saat berdoa atau berdzikir. Selanjutnya adalah melaksanakannya dengan mengkhusyukkan hati dan tadlarru’ (merendahkan diri).

Related posts