Pengantar Sosiologi: Kelahiran dan Kajian Sosiologi, Pengertian, Sejarah, Tokoh, Teori, Sifat, Fokus dan Cabang

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Pengantar Sosiologi: Kelahiran dan Kajian Sosiologi | Pengertian Sosiologi | Sejarah Kelahiran Sosiologi, Tokoh dan Teorinya | Sifat-Sifat Sosioligi | Fokus Kajian Sosiologi | Cabang Sosiologi |

Pengertian Sosiologi

  • Sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
  • Sosiologi menurut Roucek dan Warren adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok.
  • Sosiologi menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Bagi Horton dan Hunt (1987), masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam jangka waktu yang cukup lama, mendiami suatu wilayah yang sama, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.

Sejarah Kelahiran Sosiologi, Tokoh dan Teorinya

Sosiologi dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang berbagai fenomena berupa masalah sosial dan masyarakat lahir dari kegelisahan para sosiolog yang melihat hal-hal di atas bukan sebagai fenomena biasa.

Masyarakat menjadi salah satu obyek kajian sosiologi, menurut Soekanto (2009: 13), hal ini dikarenakan di dalam masyarakat terdiri dari beberapa segi yaitu, segi ekonomi, segi politik, segi antropologi dan segi sejarah.

Tokoh sosiologi diantaranya :

Auguste Comte

Menurut Auguste Comte, istilah sosiologi berasal dari gabungan bahasa Romawi (socious) berarti kawan dan bahasa Yunani (logos) berarti bicara. Berdasarkan dua kata tersebut, sosiologi dapat diartikan “berbicara mengenai masyarakat”. Auguste Comte yang hidup di Perancis pada tahun 1798 hingga 1857 dan dibesarkan setelah Revolusi Perancis, dikenal sebagai bapak sosiologi. Dia dikenal sebagai filsuf yang menyelidiki berbagai gejala tentang tatanan masyarakat dan dinamika masyarakat. Keresahannya dengan kondisi masyarakat pada waktu dia hidup telah melahirkan beberapa karya. Salah satu bukunya Plan of Scientific Works Necessary for the Re-organization of Society (1822) menjelaskan tentang bagaimana cara dan pendekatan dari perencanaan sosial.

Ibnu Khaldun

Di tempat dan waktu yang lain, sebelum Auguste Comte lahir, pada abad ke 14 di Tunis, terdapat seorang Sejarawan yang bernama Ibnu Khaldun yang juga mengkaji tentang masyarakat. Dalam bukunya Muqaddimah Ibnu Khaldun telah menjelaskan tentang masyarakat yang menetap dan suku-suku yang nomaden (hidup dengan berpindahpindah tempat) di Afrika Utara.

Sosiologi lahir dari situasi dan kondisi masyarakat terutama di Eropa pada abad 18 ketika terjadi Revolusi Industri dan Revolusi Perancis. Revolusi Industri yaitu perubahan besar-besaran yang mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri yang berdampak pada kondisi sosial, ekonomi dan budaya. Revolusi Industri kemudian berkembang dari Eropa ke Amerika dan berbagai wilayah lain di dunia.

Revolusi industri benar-benar mengubah tatanan sosial, yang awalnya cara hidup masyarakat dianggap tradisional menjadi modern. Pekerjaan yang pada awalnya dikerjakan oleh tenaga manusia digantikan oleh mesin. Beberapa perubahan sosial yang terjadi akibat revolusi industri adalah perubahan teknologi karena penemuan mesin-mesin, perubahan tata kerja, perubahan budaya, perubahan politik, pengangguran, kemiskinan dan masih banyak lagi. Berbagai masalah sosial timbul, dan hal inilah yang melahirkan dan menjadikan sosiologi berkembang sebagai ilmu pengetahuan.

Emile Durkheim

Salah satu sosiolog, yaitu Emile Durkheim (1859- 1917), melakukan penelitian tentang bunuh diri. Melalui karyanya Suicide (1897), Durkheim menjelaskan latar belakang mengapa individu melakukan bunuh diri. Bagaimana masyarakat dan tatanan sosial berkontribusi sehingga menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri, merupakan kegelisahan dari Durkheim. Dalam penelitiannya, Durkheim membagi empat tipe bunuh diri yaitu egoistik, anomik, altruistik, dan fatalistik. Dengan menggunakan berbagai sumber belajar lainnya, kalian dapat menjelaskan maksud dari Durkheim tentang empat tipe bunuh diri termasuk menggunakan tipe-tipe bunuh diri untuk menjelaskan berbagai masalah tentang hal itu. Selama karir Durkheim menjadi sosiolog telah banyak penelitian-penelitian yang dia lakukan untuk menjelaskan berbagai masalah dan gejala sosial masyarakat pada masa hidupnya.

Karl Marx

Sosiolog klasik lainnya yang sangat terkenal yaitu Karl Marx (1818- 1883) yang lahir di Jerman dan hidup di berbagai negara Eropa. Karl Marx melahirkan beberapa pemikiran dalam ilmu sosial, yang menjelaskan tentang konflik sosial, kelas sosial, agama, ideologi dan ekonomi suatu masyarakat. Beberapa pandangannya tentang konflik di masyarakat adalah konflik melekat dalam masyarakat, selalu terjadi pertentangan dan ketegangan antara kelas pekerja (buruh) dengan pengusaha. Teori konflik dari Karl Marx menjelaskan bahwa kekayaan dan kekuasaan yang tidak terdistribusi secara merata dapat menyebabkan konflik sosial. Pemikiran Karl Marx banyak melahirkan sosiolog dan ilmuwan sosial hingga masa sekarang. Mereka mengembangkan teori Karl Marx dan menyesuaikannya dengan perubahan suatu masyarakat. Para sosiolog dan ilmuwan sosial yang dipengaruhi oleh pemikiran Karl Marx ini disebut sebagai Marxian.

Max Weber

Sosiolog dari Jerman yaitu Max Weber (1818-1883) dengan teorinya “Verstehen” yang berarti untuk memahami, digunakan untuk menganalisa dan menafsirkan mengapa individu melakukan tindakan sosial. Menurut Max Weber, sosiologi adalah ilmu yang berupaya untuk memahami tindakan sosial. Melalui Verstehen, kalian dapat melakukan penelitian mengapa individu melakukan suatu tindakan yang berdampak bagi orang lain.

Beberapa karya lain dari Max Weber yang terkenal yaitu The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1904) menjelaskan tentang keterkaitan antara ajaran di agama Kristen Protestan (terutama aliran Kalvinisme) yang memberikan semangat bagi pemeluknya untuk bekerja keras mencapai kesejahteraan. Semangat bekerja yang timbul dari ajaran (etika) agama Kristen Protestan dianggap memengaruhi perkembangan kapitalisme yang berkembang pesat di Eropa Barat.

Talcott Parsons

Selain berkembang di Eropa, sosiologi juga berkembang pesat di Amerika Serikat seiring revolusi industri yang terjadi di masyarakat Amerika. Salah satu sosiolog Amerika Serikat yang terkenal adalah Talcott Parsons (1902- 1979). Salah satu teori yang sangat terkenal dari Talcott Parsons adalah fungsionalisme struktural. Berdasarkan teori ini, masyarakat terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan, memiliki fungsi dalam suatu sistem yang terintegrasi sehingga membentuk keseimbangan. Pandangan Talcott Parsons mengenai fungsionalisme struktural dipengaruhi oleh cara kerja organisme biologis. Bagi penganut teori fungsionalisme struktural, apabila terdapat konflik, ketegangan sosial maka berfungsi untuk menjaga keseimbangan. Untuk menjaga agar bagian-bagian masyarakat tetap berfungsi dan keseimbangan terjaga maka menurut teori ini, membutuhkan adanya kontrol sosial, sosialisasi, adaptasi, kepemimpinan, reproduksi aturan, pelapisan sosial dan keluarga. Sebagai contoh, menurut teori ini, adanya tindakan kriminal akan memfungsikan peran polisi sebagai penjaga ketertiban sosial. Contoh yang lain, untuk menjaga keseimbangan masyarakat, pelapisan sosial seperti keberadaan kelas bawah, menengah maupun atas, berfungsi untuk menjaga peran masing-masing. Contoh pada sektor industri, pengusaha membutuhkan buruh untuk mengerjakan berbagai pekerjaan di perusahaannya.

Sifat-Sifat Sosioligi

  • Empiris. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang menghasilkan teori dan temuan melalui penelitian ilmiah baik dengan pengamatan, wawancara, dan analisa secara ilmiah atas fakta-fakta sosial, bukan berdasarkan asumsi ataupun dugaan. Hasil penelitian sosiologi berdasarkan data.
  • Teoritis. Sosiologi berusaha menyusun temuan dan kesimpulan, menjelaskan tentang hubungan sebab-akibat, korelasi antar berbagai variabel atau faktor melalui penelitian ilmiah.
  • Kumulatif. Teori dalam sosiologi senantiasa berkembang dan dinamis sesuai dengan dinamika masyarakat. Bahkan teori yang sudah ada dikaji ulang untuk mengetahui apakah masih relevan.
  • Non Etis. Sosiologi bukan ilmu yang mempersoalkan tentang benar dan salah, atau baik dan buruk, tetapi berusaha menjelaskan dan mengungkapkan berbagai gejala ataupun masalah sosial.

Fokus Kajian Sosiologi

  • Interaksi sosial dan tindakan sosial.
  • Sosialisasi.
  • Kelompok sosial.
  • Hubungan antarkelompok.
  • Penduduk.
  • Komformitas dan penyimpangan
  • Perilaku kolektif dan gerakan sosial.
  • Perubahan sosial.
  • Kajian perempuan dan gender.
  • Norma dan lembaga sosial.
  • Kebudayaan.
  • Struktur sosial.
  • Kesejahteraan dan kemiskinan.

Cabang Sosiologi

Sebagai ilmu pengetahuan dan memiliki kebutuhan untuk mengembangkan keilmuannya, dalam menjelaskan berbagai gejala sosial, sosiologi membutuhkan kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai ilmu sosial, ilmu budaya, ilmu sejarah, ilmu eksakta, ilmu politik, antropologi, sejarah, ilmu ekonomi, matematika, statistik, geografi, bahasa dan sastra, seni, psikologi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), aplikasi dan software TIK, dan masih banyak lagi. Dengan revolusi industri 4.0 terdapat banyak aplikasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu sosiolog melakukan analisis data.

Berbagai cabang dalam sosiologi yang mempelajari suatu fenomena sosial secara lebih khusus yaitu sosiologi agama, sosiologi politik, sosiologi pendidikan, sosiologi hukum, sosiologi konflik, sosiologi pedesaan, sosiologi keluarga, sosiologi kedokteran, sosiologi industry, sosiologi budaya dan masih banyak lagi.

Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 10 SMA

Related posts