Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Ilmu Kalam | Makalah Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Ilmu Kalam | Penelitian Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Ilmu Kalam |
Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Ilmu Kalam
Dalam gagasan Hassan hanafi tentang rekonstruksi teologi tradisional, Hanafi menegaskan perlunya mengubah orientasi perangkat konseptual kepercayaan (teologi) sesuai dengan perubahan konteks-politik yang terjadi. Teologi tradisional, kata Hanafi, lahir dalam konteks sejarah ketika inti keislaman sistem kepercayaan,yakni transedensi Tuhan, diserang oleh wakil dari sekte dan budaya lama. Teologi itu dimaksudkan untuk mempertahankan doktrin utama dan memelihara kemurniannya. Sementara itu, konteks sosial-politik sekarang sudah berubah. Islam mengalami berbagai kekalahan diberbagai medan pertempuran sepanjang periode kolonialisasi. Oleh karena itu, kerangka konseptual lama masa-masa permulaan, yang berasal dari kebudayan klasik, harus diubah menjadi kerangka konseptual baru yang berasal dari kebudayaan modern.
Hanafi ingin meletakkan teologi islam tradisional pada tempat yang sebenarnya, yakni bukan pada ilmu ketuhanan yang suci, yang tidak boleh di persoalkan lagi dan harus diterima begitu saja secara taken for granted. Ia adalah ilmu kemanusiaan yang tetap terbuka untuk diadakan verifikasi dan falsifikasi, baik secara historis maupun eidetic. Secara praxis, teologi tradisional gagal menjadi semacam ideologi yang sungguh-sungguh fungsional bagi kehidupan nyata masyarakat muslim. Kegagalan para teolog tradisional disebabakan oleh sikap para penysun teologi yang tidak mengaitkannya dengan kesadaran murni dan nilai-nilai perbuatan manusia. Akibatnya, muncul keterpecahan antara keimanan teoritik dengan amal praktisnya di kalangan umat.
Melihat kelemahan dari teologi tradisional, Hanafi lalu mengajukan saranrekonstruksi teologi dengan tujuan menjadikan teologi tidak sekedar dogma-dogma keagamaan yang kosong, melainkan menjelma sebagai ilmu tentang pejuang sosial, yang menjadikan keimanan-keimanan tradisional memiliki fungsisecara aktual sebagai landasan etik dan motivasi manusia .
Menurut Hassan Hanafi, rekonstruksi teologi salah satu cara yang mesti ditempuh jika mengharapkan agar teologi dapat memberikan sumbangan yangkonkret bagi sejarah kemanusiaan. Kepentingan rekonstruksi itu pertama-pertama untuk mentransformasikan teologi menuju antropolgi, menjadikan teologi sebagaiwacana tentang kemanusiaan, baik secara ekstensial, kognitif, maupunkesejarahan
Beberapa Penelitian Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Ilmu Kalam
Berikut adalah beberapa penelitian “Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Ilmu Kalam” :
Pemikiran Kalam Dalam Konteks Kekinian, oleh M. Kursani Ahmad
Berikut adalah kesimpulan dari penelitian yang ditulis oleh M. Kursani Ahmad dengan judul Pemikiran Kalam Dalam Konteks Kekinian dalam Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin Vol 12, No 1 (2013)
Pemikiran kalam klasik kurang/tidak memiliki kepekaan terhadap persoalan-persoalan sosial umat dan isu-isu kemanusian universal kekinian inilah, berakibat secara sosiologis umat Islam jatuh dalam kondisi keterbelakangan selama berabad-abad, berakibat lemahnya rasa percaya diri berhadapan dengan superioritas peradaban Barat. Kenyataan tersebut menggugah kembali kesadaran bagi para pemikir kalam komtemporer untuk segera melakukan pembaruan dalam pemikiran kalam, agar pemikiran kalam lebih peka terhadap problema umat dan isuisu kemanusiaan universal, sehingga relevansinya dengan aspek kekinian semakin tampak. Seperti apa yang digagas oleh Hasan Hanafi, yang menghendaki agar pemikiran kalam lebih “membumi” relevan dengan permasalahan kekinian dan berusaha memberikan solusi dengan memberikan pemaknaan yang lebih bersifat “antroposentris” dan menempatkan manusia sebagai pusat kesadaran. Engineer dengan teologi pembebasan yang lebih cederung kepada hal-hal yang konkret dan historis, tekenannya lebih ditujukan kepada realitas kekinian, bukan realitas di alam maya. Dan Nurcholis Madjid, melalui teologi kesatuan agama-agama atau teologi universal. Gagasan dasarnya adalah upaya membangun dialog keagamaan sebagai usaha menuju teologi kerukunan umat beragama, yang lebih menitik beratkan pada keinginan dan kebutuhan untuk saling memahami dan saling tukar menukar pengalaman keagamaan.
Materi Ilmu Kalam – Pemikiran Kalam Hasan Hanafi, oleh Danang Budi Pramono
Berikut adalah kesimpulan dari penelitian yang ditulis oleh Danang Budi Pramono dengan judul Materi Ilmu Kalam Pemikiran Kalam Hasan Hanafi dalam Jurnal.
Dari keseluruhan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Hassan Hanafi adalah seorang pemikir muslim modernis dari Mesir dan guru besar padafakultas filsafat Universitas Kairo. Dan pemikiran Hanafi meliputi bidang filsafatatau pemikiran islam, kalaupun bicara masalah lain, seperti ekonomi dan politik,itu hanya karena ia ingin menjelaskan persoalan yang sedang dihadapi oleh umatislam, tetapi tetap berada dalam kerangka bidang filsafat.






