Metode Dakwah Adalah | Pengertian Metode Dakwah Menurut Para Ahli | Sumber Metode Dakwah | Macam Macam (Jenis) Metode Dakwah |
Pengertian Metode Dakwah Menurut Para Ahli
Berikut adalah beberapa pengertian metode dakwah menurut para ahli yang dikutip dari berbagai sumber:
- Menurut Al-Bayayuni mengemukakan definisi Metode Dakwah Adalah cara-cara yang ditempuh oleh pendakwah dalam berdakwah atau cara yang menerapkan strategi dakwah.
- Menurut Said bin Ali al-Qath Metode Dakwah Adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara berkomunikasi secara langsung dan mengatasi kendala-kendalanya.
- Menurut Abd al-Karim Zaidan Metode Dakwah Adalah ilmu yang terkait dengan cara melangsungkan penyampaian pesan dakwah da mengatasi kendala-kendalanya.
- Menurut Wahidin Saputra Metode Dakwah Adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da’i (komunikator) kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih saying.
- Menurut Aliyudin Metode Dakwah Adalah cara, strategis, teknik, atau pola dalam melaksanakan dakwah, menghilangkan rintangan atau kendala-kendala dakwah, agar mencapai tujuan dakwah secara efektif dan efisien.
Sumber Metode Dakwah
Berikut adalah penjelasan tentang sumber metode dakwah.
- Surat An-Nahl: 125 Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[1] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (An-Nahl: 125)
- Surah Ali Imran ayat 104 Artinya “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang orang yang beruntung” (surah ali imran ayat 104)
- Dari Abi Sa’id Al Khudzrriyyi Ra : “aku mendengar Rasulullah bersabda : “barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka rubahlah kemungkaran itu dengan tanganmu, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisanmu dan jika lisanpun tidak mampu, maka rubahlah dengan hatimu (dengan membenci kemungkaran). Dan yang demikian itu selemah lemahnya iman”.
Macam Macam (Jenis) Metode Dakwah
Berikut adalah penjelasan tentang macam macam (jenis) metode dakwah.
Bi al-Hikmah
Kata al-hikmah mempunyai banyak pengertian. Dalam beberapa kamus, kata al-hikmah diartikan: al-adl (keadilan), al-hilm (kesabaran dan ketabahan), alNubuwah (kenabian), al-ilm (ilmu pengetahuan), alQuran, falsafah, kebijakan, pemikiran atau pendapat yang baik, al-haqq (kebenaran), meletakan sesuatu pada tempatnya, kebenaran sesuatu, mengetahui sesuatu yang paling utama dengan ilmu yang paling utama.
Menurut Ibnu Rusyd, dakwah dengan hikmah artinya dakwah dengan pendekatan substansi yang mengarah pada falsafah dengan nasihat yang baik, yang berarti retorika yang efektif dan populer, serta argumentatif atau dialektis yang unggul.
Dakwah bi al-hikmah, yang berarti dakwah bijak, mempunyai makna selalu memperhatikan suasana, situasi, dan kondisi mad’u (muqtadha al-hal). Hal ini berarti menggunakan metode yang relevan dan realistis sebagaimana tantangan dan kebutuhan dengan memperhatikan kadar pemikiran dan intelektual,suasana psikologis, serta situasi sosial kultural mad’u.
Menurut Sayid Qutub dakwah dengan metode hikmah akan terwujud apabila memperhatikan tiga faktor. Pertama, keadaan dan situasi orang-orang yang didakwahi. Kedua, kadar atau ukuran materi dakwah yang disampaikan agar mereka merasa tidak keberatan dengan beban materi tersebut. Ketiga, metode penyampaian materi dakwah dengan membuat variasi sedemikian rupa yang sesuai dengan kondisi pada saat itu.
Al-Mauidzah al-Hasanah
Al-mauidzah al-hasanah, menurut beberapa ahli bahasa dan pakar tafsir, memiliki pengertian sebagai berikut: a) Pelajaran dan nasihat yang baik, berpaling dari perbuatan jelek melalui tarhib dan targhib (dorongan dan motivasi); penjelasan, keterangan, gaya bahasa, peringatan, penuturan, contoh teladan, pengarahan, dan pencegahan dengan cara halus. b) Pelajaran, keterangan, penuturan, peringatan, pengarahan, dengan gaya bahasa yang mengesankan, atau menyentuh dan terpatri dalam naluri. c) Simbol, alamat, tanda, janji, penuntun, petunjuk, dan dalil-dalil yang memuaskan melalui al-qaul alrafiq (ucapan lembut dengan penuh kasih saying). d) Kelembutan hati menyentuh jiwa dan memperbaiki peningkatan amal. e) Nasihat, bimbingan, dan arahan untuk kemaslahatan. Dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab, akrab, komunikatif, mudah dicerna, dan terkesan di hati sanubari mad’u.
Al-mujadalah al-ahsan
Al-mujadalah al-ahsan merupakan upaya dakwah melalui bantahan, diskusi, atau berdebat dengan cara yang terbaik, sopan, santun, saling menghargai, dan tidak arogan. Dalam pandangan Muhammad Husain Yusuf, cara dakwah ini diperuntukan bagi manusia jenis ketiga. Mereka adalah orang-orang yang hatinya dikungkung secara kuat oleh tradisi jahiliyah, yang dengan sombong dan angkuh melakukan kebatilan, serta mengambil posisi arogan dalam menghadapi dakwah.
Prinsip metode ini ditujukan sebagai reaksi alternatif dalam menjawab tantangan respon negatif dari mad’u, khususnya bagi sasaran yang menolak, tidak peduli, atau bahkan melecehkan seruan.
Walaupun dalam aplikasi metode ini ada watak dan suasana yang khas, yakni bersifat terbuka atau transpran, konfrontatif, dan reaksioner, juru dakwah harus tetap memegang teguh prinsip-prinsip umum dari watak dan karateristik dakwah itu sendiri; yaitu: a) Menghargai kebebasan dan hak asasi tiap-tiap individu. b) Menghindari kesulitan dan kepicikan. c) Bertahap, terprogram, dan sistematis.






