6 Pengertian Media Dakwah, Macam (Jenis), Bentuk, Prinsip, Fungsi, dan Manfaat Media Dakwah

Media Dakwah

Media Dakwah Adalah | Pengertian Media Dakwah Menurut Para Ahli | Macam (Jenis) Media Dakwah | Bentuk Bentuk Media Dakwah | Prinsip Media Dakwah | Fungsi Media Dakwah | Manfaat Media Dakwah |

Pengertian Media Dakwah Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian media dakwah menurut para ahli yang dikutip dari beberapa sumber:

  1. Menurut Hamzah Ya’cub Media Dakwah Adalah alat objektif yang menjadi saluran, yang menghubungkan ide dengan umat, suatu elemen yang vital dan merupakan urat nadi dalam totalitet dakwah.
  2. MenurutWardi Bachtiar dalam Samsul Munir Amin menjelaskan bahwa Media Dakwah Adalah perantara yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah kepada penerima materi dakwah. Media yang dimaksud bisa jadi televisi, video, kaset, rekaman, majalah, dan surat kabar.
  3. Menurut Umdatul Hasanah Media Dakwah Adalah sarana, medan, tempat atau alat yang digunakan sebagai saluran dalam proses da’wah. Keberadaan media, sarana danalat sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan da’wah.
  4. Menurut H. Suarin Nurdin Media Dakwah Adalah alat yang digunakan sebagai perantara dalam rangka pencapaian tujuan dakwah. Meskipun hanya sebagai alat perantara tetapi sangat berperan dalam pelaksanaan dakwah.
  5. Menurut Wahyu Ilaihi Media Dakwah Adalah alat yang dipergunakan untuk menyampaikan materi dakwah (ajaran Islam) kepada mad’u dengan banyaknya media yang ada, maka da’i harus memilih media yang paling efektif untuk mencapai tujuan dakwah.
  6. Menurut Jakfar Puteh dan Saifullah Media Dakwah Adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk berdakwah dengan tujuan supaya memudahkan penyampaian pesan atau materi dakwah kepada mad’u.

Macam (Jenis) Media Dakwah

Berikut adalah penjelasan tentang macam macam (jenis) media dakwah.  

Media Massa

Media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikan berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh. Media massa yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari umumnya surat kabar, radio, televisi, dan film bioskop yang beroperasi dalam bidang informasi dakwah.

Media Nonmassa

Media ini digunakan dalam komunikasi untuk orang tertentu atau kelompok-kelompok tertentu seperti surat, telepon, SMS, telegram, faks, papan pengumuman, CD, e-mail, dan lain-lain. Semua itu dikategorikan karena tidak mengandung nilai keserempakan dan komunikannya tidak bersifat massal.

Bentuk Bentuk Media Dakwah

Berikut adalah penjelasan tentang bentuk media dakwah.

Lisan

Di antara media lisan adalah khutbah, nasehat, pidato, ceramah, kuliah, diskusi, seminar, musyawarah dan lain-lain. Dalam al-Qur’an ditemui isyarat tentang media lisan ini, antara lain Dalam Q.S. al-A’raf ayat 158.

Artinya: Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.”

Dalam surat Yusuf ayat 4:

Artinya: (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

Dan dalam surat Al-Baqarah ayat 104 Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.

Dalam beberapa ayat tersebut dinyatakan bahwa para Nabi telah menyampaikan dakwahnya pertama kali dengan menggunakan media lisan secara langsung. Termasuk dalam kelompok ini khutbah, ceramah, nasehat, pidato, dan sebagainya, yang kesemuanya dilakukan dengan lidah atau suara.

Tulisan

Dakwah dengan cara tulisan adalah dakwah yang dilakukan dengan perantara tulisan, seperti buku-buku, majalah, surat kabar, buletin, risalah, kuliah-kuliah tertulis, pamflet, pengumuman tertulis, spanduk dan lain-lain. Secara langsung memang tidak ditemui dalam Al Quran anjuran menggunakan media tulisan sebagai alat dakwah, tetapi secara tersirat dapat dipahami dari satu surat yangterdapat dalam al-Quran, yaitu surat Al Qalam. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa Allah SWT bersumpah dengan huruf nun, sebagai isyarat terpenting tentang peran huruf, pena dan tulisan dalam pelaksaan dakwah islamiyah. Hal ini dapat lebih dipahami dengan menelaah surat Al Qalam ayat 1.

Artinya: Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, dan juga dapat lebih diperkuat dengan memahami surat Al Alaq: 1-5. Rasulullah telah memberi contoh dengan memerintahkan menulis surat yang ditunjukkan kepada kepala-kepala negara yang bukan Islam untuk menyeru mereka agar menerima Islam, seperti surat Beliau kepada Kisra di Persia, Hercules di Bizantium, Mauqaqis di Mesir dan Negus di Ethiopia. Surat Rasulullah itu antara lain berbunyi, “Saya mengajak tuan memperkenankan panggilan Allah, peluklah Islam supaya tuan selamat”.

Ini menunjukkan bahwa dakwah Rasulullah selain dilaksanakan dengan metode lisan juga dengan tulisan (surat).

Lukisan

Metode seperti ini berupa gambar-gambar hasil seni lukis, foto, film, cerita dan sebagainya. Media ini memang banyak menarik perhatian orang dan banyak dipakai untuk menggambarkan suatu maksud ajaran yang ingin disampaikan kepada orang lain, namun sulit ditemukan isyaratnya dalam al quran.

Audio visual

Metode Audio Visual adalah suatu cara penyampaian yang sekaligus merangsang penglihatan dan pendengaran. Bentuk ini dilaksanakan dalam media televisi dan jenis media lainya. Sama juga halnya dengan media nomor 3, tidak begitu jelas diungkapkan dalam Al-Qur’an, barangkali karena Audio visual ini tidak ditemukan di masa Nabi, dengan kata lain media ini adanya pada zaman modern seperti sekarang ini.

Menurut penulis, dakwah yang disampaikan melalui media televisi sangatlah efektif dan mudah untuk masyarakat. Penulis berpendapat bahwa dakwah yang disampaikan lewat televisi jangkauannya sangat luas dan tidak terbatas, pada saat ini bisa dikatakan seluruh masyarakat memiliki media ini, jadi dengan mudah mereka bisa menyaksikan dakwah yang disampaikan seseorang da’i tanpa harus pergi ke tempat dimana da’i tersebut sedang berdakwah. Misalnya dakwah yang disampaikan oleh Bapak Quraish Shihab, K.H. Zainuddin Mz, dan lain-lain.

Alasan lain penulis berpendapat bahwa media televisi sangat efektif sebagai media dakwah adalah karena praktis, semua orang bisa menikmatinya, lain halnya dengan media dakwah melalui media cetak yang dominan menikmatinya hanya golongan pelajar, orang-orang muda, bagi orang yang lanjut usia maka agak sulit untuk menikmatinya secara optimal, ditambah lagi semangat membaca masyarakat sangat kurang.

Akhlak

Akhlak di sini ialah perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari dapat dijadikan media dakwah dan sebagai alat untuk mencegah orang dari berbuat kemungkaran, atau juga yang mendorong orang lain berbuat ma’ruf, seperti membangun masjid, sekolah atau suatu perbuatan yang menunjang terlaksananya syari’at Islam di tengah-tengah masyarakat.

Budaya

Di samping hal di atas budaya juga dapat dijadikan sebagai media dakwah. Misalnya Aceh dengan kebudayaan atau seninya. Dimana kita ketahui Aceh dengan kesenian tari seribu tangan yang dimilikinya. Karena menurut sejarah orang Aceh, pada zaman dahulu, tari zaman digunakan untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama Islam kepada masyarakat. Begitu juga dengan Minangkabau dengan budaya yang dimilikinya, semuanya bisa dijadikan media untuk berdakwah, salah satunya rabab, bila kita perhatikan bahwa dalam lantunan rabab selain berkisah tentang adat istiadat minangkabau yang harus diikuti, juga terselip nasehat-nasehat agama yang harus kita amalkan.

Prinsip Media Dakwah

Berikut adalah penjelasan tentang prinsip media dakwah.

  • Iman (percaya) kepada apa yang ia dakwahkan.
  • Qudwah (keteladanan) yang baik.
  • Istiqamah (konsisten).
  • Sabar menghadapi berbagai kendala dan penderitaan.
  • Lapang dada dan lembut (santun).
  • Tawadhu (merendah diri).
  • Zuhud dan tekun beribadah.
  • Tekun dan kuat beribadah.
  • Ikhlas (tanpa pamrih).
  • Tanggap dan mengerti tentang kondisi lingkungan di sekitarnya.

Fungsi Media Dakwah

Berikut adalah penjelasan tentang fungsi media dakwah.

  • Fungsi menjelaskan, merupakan fungsi utama dari media komunikasi.
  • Fungsi menjual gagasan.
  • Fungsi pembelajaran.
  • Fungsi administratif.

Manfaat Media Dakwah

Berikut adalah penjelasan tentang manfaat media dakwah.

  • Penyampaian informasi dapat diseragamkan.
  • Menjadi lebih interaktif.
  • Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
  • Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  • Media dapat menumbuhkan sikap positif.
  • Merubah peran ke arah yang lebih positif dan produktif.

Related posts