4 Pengertian Takdir, Macam Macam, dan Konsep Takdir dalam Teologi Islam (Ilmu Kalam)

Takdir

Takdir Adalah | Pengertian Takdir Menurut Para Ahli | Macam Macam (Kategori) Takdir | Konsep Takdir dalam Teologi Islam (Ilmu Kalam) |

Pengertian Takdir Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian takdir menurut para ahli

  1. Menurut A. Munir Sudarsono Takdir Adalah segala yang terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi, telah ditentukan oleh Allah Swt, baik sesuatu yang baik maupun sesuatu yang buruk. Segala sesuatu yang terjadi atas rencananya yang pasti dan tentu, yang mana terjadinya atas kehendak –Nya. Namun, manusia diberi hak untuk berusaha sekuat tenaga, Allah Swt lah yang menentukan.
  2. Menurut Rian Hidayat El-Bantany Takdir Adalah Takdir merupakan sebuah ketetapan Allah Swt yang meliputi segala kejadian yang terjadi di alam ini baik itu mengenai kadar dan ukurannya, tempat maupun waktunya. Hal ini menunujukkan Takdir sebagai tanda dari kekuasaan Allah Swt yang harus kita yakini.
  3. Menurut Ja’far Amir Takdir Adalah segala ketentuan yang berlaku bagi setiap makhluk sesuai dengan batasan yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt sejak zaman azali, begitu juga dengan yang baik maupun yang buruk itu sudah ditentukan, semuanya berlaku atas kehendak Allah Swt. Segala yang bersangkutan dengan makhluk itu atas kuasa Allah Swt tidak ada yang mampu menghindari ketentuan Allah Swt, baik mengenai umur, bahagia dan tidaknya dalam hidup, ajal, dan lain sebagainya semuanya ada dalam kekuasaan Allah Swt dan merupakan rahasia hanya Allah Swt lah yang mengetahuinya.
  4. Menurut Muhammad Ahmad Takdir Adalah sebutan Ketentuan Allah SWT yang dapat dirubah atau sebuah proses Contohnya : “Kita Miskin menjadi Kaya, Malas menjadi Rajin, Sakit menjadi Sehat dan sebagainya. Percaya kepada takdir atau qadha dan qadar merupakan rukun iman yang ke- 6, atau terakhir. Beriman kepada takdir artinya seseorang mempercayai dan menyakini bahwa Allah telah menjadikan segala makhluk dengan kodrat dan irodat-Nya dan segala hikmah-Nya.

Macam Macam (Kategori) Takdir

Berikut adalah penjelasan tentang macam macam (kategori) takdir

Takdir Mubram

Pengertian dari takdir mubram adalah takdir yang sudah ditetapkan dan tidak dapat diubah lagi meskipun dengan menggunakan segala cara. Pasalnya, takdir mubram merupakan ketentuan mutlak yang berasal dari Allah SWT. Artinya, manusia tidak bisa menolak atau mengganti terhadap terciptanya takdir mubram ini. Beberapa contoh yang termasuk dalam golongan takdir mubram di antaranya adalah proses kelahiran manusia dari orang tuanya. Seorang anak tidak dapat menentukan tentang bapak atau ibunya karena hal tersebut sudah merupakan ketetapan dari Allah. Selain itu, waktu kelahiran juga tidak bisa dipilih karena merupakan kehendak dari Yang Maha Kuasa. Demikian pula mengenai kematian manusia. Umat manusia tidak bisa mengetahui tentang waktu saat mengalami proses kematian karena hal tersebut merupakan ketetapan Allah SWT.

Takdir Muallaq

Takdir Muallaq adalah takdir atau ketetapan dari Allah SWT yang dapat diubah oleh umat manusia dengan wujud adanya ikhtiar atau semacam usaha. Artinya, manusia masih diberikan peran dalam mengganti atau merubah terhadap adanya takdir tersebut. Salah satu hal yang dapat dipakai sebagai contoh semisal masalah kemiskinan. Ketika seorang manusia ditakdirkan menjadi miskin, maka ia masih bisa merubah takdir yang sedang dialami tersebut. Yakni dengan jalan bekerja keras agar tidak menjadi miskin seperti sebelumnya. Contoh lainnya adalah sakit. Sakit datangnya dari Allah SWT. Sebagai Maha Pencipta, Allah pasti yang menciptakan adanya penyakit tersebut. Tatkala manusia ditakdirkan kedapatan sakit atau mengalami sebuah musibah dengan adanya penyakit tersebut, maka masih ada kesempatan untuk menghindar dari rasa sakit alias sembuh, caranya yaitu dengan berobat. Kasus lain yang masuk dalam jenis takdir muallaq yakni kesuksesan seorang siswa dalam proses belajar. Ketika ia tekun dalam belajar di sekolah atau dengan sistem daring seperti sekarang, maka prestasi yang diinginkan bisa saja terwujud di kemudian hari.

Konsep Takdir dalam Teologi Islam (Ilmu Kalam)

Berikut adalah penjelasan tentang konsep takdir dalam teologi islam (ilmu kalam)

  • Menurut Al-Ghazali, qadar itu adalah sesuatu yang timbul dari miqdaran (ketentuan) yang datang dari al-Qādir (Yang Maha Kuasa). Sedangkan qadha` adalah pelaksanaan atas ketentuan itu. Qadar adalah pengendalian Tuhan atas wilayah kekuasaan Nya. Qadha adalah proses sebuah qadar menuju keputusan-Nya sesuai dengan apa yang sudah ditakdirkan sebelumnya. Qadar adalah takdir dalam tahap permulaan sedangkan qadha adalah keputusan yang sudah terlaksana secara pasti.
  • Menurut Al-Maturidi dalam bukunya Kitab al-Tauhid, yang dimaksud dengan al-qadha` ialah Qadha pada hakikatnya adalah ketentuan dan keputusan tentang sesuatu atas apa yang layak dan lebih berhak untuk diputuskan.
  • Menurut Al-Juwaini konsep takdir adalah manusia itu sebagaimana ia merasakan dirinya terikat juga merasakan bahwa ia tidak merdeka, maka adanya satu perbuatan tergantung pada adanya kudrah sedangkan kudrah juga tergantung pada sebab yang lain hingga terhenti pada penyebab dari segala sebab yakni Pencipta segala sebab dan akibat.

Related posts