Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah, Pengertian, Ciri, Dampak dan Cara Menghindari (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab III) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah, Pengertian, Ciri, Dampak dan Cara Menghindari (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 10 Bab III) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab III | Kurikulum Merdeka | Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah | Pengertian Sifat Riya’ dan Sum’ah | Ciri-Ciri Riya’ dan Sum’ah | Dampak Negatif Riya’ dan Sum’ah | Cara Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah |

Pengertian Sifat Riya’ dan Sum’ah

Secara bahasa, sum’ah berarti memperdengarkan. Secara istilah, sum’ah yaitu memberitahukan atau memperdengarkan amal ibadah yang dilakukan kepada orang lain agar dirinya mendapat pujian atau sanjungan.

Riya’, secara bahasa berarti menampakkan atau memperlihatkan. Secara istilah, riya’ yaitu melakukan ibadah dengan niat supaya mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain.

Baca Juga :   Materi IPS Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka (Semester 1 dan Semester 2)

Riya’ dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu riya’ khalish dan riya’ syirik. Riya’ khalish yaitu melakukan ibadah hanya untuk mendapat pujian dari manusia semata. Sedangkan riya’ syirik yaitu melakukan suatu perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah, dan sekaligus juga karena ingin mendapatkan sanjungan dari orang lain.



Riya’ dan sum’ah merupakan sifat tercela yang menyebabkan amal ibadah menjadi sia-sia. Sifat riya’ dan sum’ah bisa muncul pada diri seseorang pada saat melakukan ibadah ataupun setelah melakukannya. Rasulullah Saw menegaskan bahwa riya’ termasuk syirik khafi, yaitu syirik yang samar dan tersembunyi. Hal ini dikarenakan sifat riya’ terkait dengan niat dalam hati, sedangkan isi hati manusia hanya diketahui oleh Allah Swt.

Baca Juga :   Pembelajaran Berbasis Proyek, Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Implementasi



Ciri-Ciri Riya’ dan Sum’ah

  • Selalu menyebut dan mengungkit amal baik yang pernah dilakukan.
  • Beramal hanya sekadar ikut-ikutan bersama orang lain.
  • Malas atau enggan melakukan amal saleh apabila tidak dilihat oleh orang lain.
  • Melakukan amal kebaikan apabila sedang berada di tengah khalayak ramai.
  • Amalannya selalu ingin dilihat dan didengar agar dipuji oleh orang lain.
  • Ekspresi amal berbeda karena sedang dilihat oleh orang lain atau tidak.
  • Tampak lebih rajin dan bersemangat dalam beramal saat mendapat sanjungan, sebaliknya semangatnya akan turun apabila mendapat cemoohan dari orang lain.

Dampak Negatif Riya’ dan Sum’ah

  • Muncul rasa tidak puas atas amal yang telah dikerjakan.
  • Muncul rasa gelisah saat melakukan amal kebaikan.
  • Merusak nilai pahala dari suatu ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali.
  • Mengurangi kepercayaan dan simpati dari orang lain.
  • Menyesal apabila amalnya tidak diperhatikan oleh orang lain.
  • Menimbulkan sentimen pribadi dari orang lain karena adanya perasaan iri dan dengki.
Baca Juga :   Modul Ajar Kurikulum Merdeka PAUD dan Contohnya (Terbaru dan Lengkap)

Cara Menghindari Sifat Riya’ dan Sum’ah

  • Meluruskan niat.
  • Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt.
  • Memohon pertolongan Allah Swt.
  • Memperbanyak rasa syukur.
  • Memperbanyak ingat kematian.
  • Membiasakan hidup sederhana.



Related posts