Manajemen, Pengertian, Fungsi, Bidang dan Tingkatan

Manajemen, Pengertian, Fungsi, Bidang dan Tingkatan

Manajemen | Pengertian Manajemen | Pengertian manajemen Menurut Para Ahli | Fungsi Manajemen  | Bidang Manajemen  | Tingkatan Manajemen  |

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah sebuah ilmu yang mengatur sumber daya manusia atau mengelola segala sesuatu agar berjalan secara efektif dan eisien. Individu atau pelakunya disebut dengan manajer.

Pengertian manajemen Menurut Para Ahli

  • Menurut G. R. Terry Manajemen adalah proses yang khas yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain. Manajemen adalah wadah di dalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.
  • Menurut Mary Parker Follet, manajemen berarti sebuah seni atau kemampuan seseorang atau kelompok dalam mengelola, mengatur, dan menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain, atau pendelegasian tugas untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi.

Fungsi Manajemen

Secara umum, terdapat empat fungsi manajemen, yaitu:

Perencanaan (Planning)

Perencanaan merupakan fungsi pertama dari manajemen suatu organisasi. Fungsi ini akan dibuat atau dilakukan di awal kegiatan untuk menentukan tujuan yang ingin dicapai. Fungsi ini juga meliputi perumusan dan penyusunan apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, menentukan strategi dan program kerja yang akan dilakukan serta kebijakan yang akan diterapkan. Pada tahap perencanaan, juga harus ditentukan sumber daya apa saja yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Pada tahapan ini, bisa juga menerapkan konsep 5W + 1 H, meliputi:


  • What
Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Antropologi Kelas 11 & 12 SMA / SMK / MA (Fase F) Kurikulum Merdeka

Apa yang akan dibuat atau dilakukan. Meliputi penetapan sebuah tujuan.

  • Why

Mengapa kita harus mencapai tujuan tersebut.

  • Where

Berkaitan dengan dimana kita akan mengerjakan pekerjaan tersebut.

  • When

Kapan kegiatan atau tujuan tersebut akan dilakukan.


  • Who

Siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut.

  • How

Bagaimana cara yang ditempuh untuk melakukan suatu kegiatan atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Perorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian merupakan sebuah proses atau kegiatan membagi dan mengalokasikan pekerjaan yang harus dilakukan oleh masing-masing individu. Pengorganisasian melibatkan pemberian wewenang maupun tanggung jawab, mengalokasikan sumber daya yang terdapat di organisasi maupun perusahaan dan juga menentukan bagaimana individu atau kelompok akan dikoordinasikan. Fungsi ini identik dengan struktur organisasi. Dengan kata lain, fungsi ini merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pembagian pekerjaan agar tujuan bisa dicapai. Pengorganisasian sangat penting dalam sebuah organisasi maupun perusahaan, supaya dapat menempatkan setiap orangnya sesuai dengan tugas dan kemampuannya. Selain itu, tidak ada penumpukan pekerjaan karena setiap orang sudah dibagi tugasnya masing-masing.

Pelaksanaan (Actuating)

Fungsi ini menggerakkan agar semua anggota kelompok bekerja secara efektif dan eisien sesuai dengan tugasnya masing-masing agar tujuan organisasi dapat dicapai. Fungsi ini juga memiliki arti melakukan tindakan untuk memberikan pengaruh dan menggerakan orang untuk bekerja dengan sendirinya dan penuh kesadaran. Dalam penerapan fungsi actuating, pimpinan perusahaan tidak hanya menggerakan, akan tetapi memberikan arahan, motivasi, dan semangat kepada setiap individu yang ada di dalam organisasi tersebut. Fungsi ini identik dengan leadership (kepemimpinan) dan ini menjadi bagian yang sangat penting dalam proses manajemen.

Pengawasan (Controlling)

Salah satu fungsi yang penting dalam manajemen adalah fungsi pengawasan. Fungsi ini akan menilai apakah yang sudah direncanakan berjalan dengan baik atau tidak, apakah ada yang harus diperbaiki untuk evaluasi dan perbaikan kedepannya. Dengan kata lain, pengawasan adalah kegiatan yang berhubungan dengan mengendalikan atau mengawasi setiap pekerjaan serta melakukan tindakan koreksi atau perbaikan.


Bidang Manajemen

Terdapat empat bidang manajemen. Masing-masing bidang ini memiliki tugas yang berbeda. Adapun keempat bidang tersebut adalah sebagai berikut:

Baca Juga :   Contoh Fakta dan Opini, Pengertian, Contoh, Ciri dan Jenis

Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengatur jalannya proses produksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Manajemen produksi juga meliputi bagaimana mengatur berbagai input atau faktor produksi supaya hasil produksi yang dihasilkan sesuai dengan yang ditetapkan. Kegiatan yang terdapat dalam manajemen produksi meliputi penentuan input atau bahan baku yang akan digunakan, penentuan alat-alat atau teknologi apa yang digunakan, dan juga penentuan metode produksi, serta melakukan pengawasan selama berlangsungnya proses produksi.

Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah kegiatan pengaturan proses penyampaian produk dari produsen kepada konsumen agar berjalan secara efektif dan eisien. Kegiatan dalam manajemen pemasaran meliputi pemilihan segmentasi pasar atau memilih konsumen yang akan dituju, menganalisis kesempatan atau peluang pasar, menentukan cara promosi usaha, dan mengelola usaha pemasaran agar produk yang dihasilkan bisa dikenal oleh masyarakat. Tujuan adanya manajemen pemasaran diantaranya yaitu memperbanyak konsumen dan memperluas pasar bagi kemajuan usaha suatu perusahaan.

Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah kegiatan pengaturan dalam usaha pencarian dan pemanfaatan dana agar berjalan secara efektif dan eisien. Manajemen keuangan merupakan salah satu fungsi manajemen untuk menyediakan dana dalam rangka memenuhi kegiatan perusahaan. Terdapat dua kegiatan utama yang merupakan fungsi manajemen keuangan. Pertama yaitu fungsi mendapatkan dana atau bagaimana cara memperoleh dana. Sedangkan fungsi yang kedua yaitu bagaimana dana tersebut digunakan dan dikelola secara efektif dan eisien.

Manajemen Personalia

Manajemen personalia disebut juga manajemen sumber daya manusia. Menurut Hasibuan, manajemen personalia merupakan ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan eisien untuk membantu terwujudnya tujuan perusahaan dan karyawan. Dengan kata lain, manajemen personalia berkaitan dengan pengurusan sumber daya manusia atau karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Kegiatan yang dilakukan oleh manajemen personalia diantaranya yaitu perekrutan karyawan, kegiatan pengembangan meliputi pendidikan dan pelatihan bagi karyawan, pemberian kompensasi atau pengaturan pemberian upah, serta kegiatan penyusunan program keselamatan, kesehatan, dan pelayanan karyawan, serta pemutusan hubungan kerja.

Baca Juga :   Download Buku Guru Bahasa Indonesia SD, SMP/MTS, SMA/SMK/MA Sederajat Kurikulum Merdeka

Tingkatan Manajemen

Tingkatan manajemen dalam organisasi dibedakan dari tiga golongan yaitu sebagai berikut:

Top Management

Top Management atau manajemen puncak merupakan level tertinggi dalam tingkatan manajemen. Top Manajemen bertanggung jawab atas semua kebijakan, strategi, dan jalannya suatu perusahaan. Dalam kegiatannya, top manajemen akan lebih banyak menggunakan kerja otak daripada kerja isik. adapun tugas top manajemen diantaranya yaitu menyusun visi misi perusahaan, menyusun kebijakan dan strateginya, dan menjalin hubungan dengan pihak diluar perusahaan. Contohnya yaitu :general manager, CEO (Chief Executive Oicer), presiden direksi, dan dewan direksi.

Middle Management 

Middle Management atau manajemen menengah bertanggung jawab terhadap manajemen puncak. Dalam kegiatannya, tingkatan manajemen ini akan menggunakan kerja otak dan kerja isik secara seimbang. Tugasnya antara lain mengawasi beberapa unit kerja dan menerapkan rencana yang sudah disusun sebelumnya. Contohnya yaitu: kepala departemen dan manajer cabang.

Lower Management


Lower Management adalah tingkatan yang paling bawah dalam suatu organisasi. Dalam kegiatanya, level manajemen ini akan lebih banyak menggunakan kerja isik dibandingkan dengan kerja otak. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh lower management yaitu melakukan pengambilan keputusan, mengkomunikasikan rencana, memotivasi karyawan, dan menetapkan prestasi yang layak diterima oleh karyawan. Contohnya yaitu: mandor, supervisor, dan kepala seksi.

Related posts