Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97 Kurikulum 2013 (K-13) Revisi

kunci jawaban tematik kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Menuju Masyarakat Sehat | Membangun Masyarakat Sehat |

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.

Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.

Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 6 Kelas 6 Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur. 

Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97

Apakah yang dimaksud reklame?

Jawaban:

Reklame adalah suatu karya seni rupa yang bertujuan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau menawarkan produk (sesuatu berupa barang atau jasa) kepada konsumen.

Setelah mengamati reklame di atas, jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa bunyi tulisan pada papan reklame di atas?

2. Gambar apa yang terdapat pada papan reklame di atas?

3. Apakah tujuan pembuatan dan pemasangan reklame tersebut?

4. Lembaga apa yang memasang reklame tersebut?

Tuliskan jawabanmu di bawah ini.

Jawaban:

1. Marhaban Ya Ramadhan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. 2 Anak Lebih Baik.

2. Satu keluarga yang terdiri bapak, ibu, 1 anak laki-laki, dan 1 anak perempuan.

3. Tujuan untuk mengampanyekan program Keluarga berencana (KB).

4. Dibuat oleh BkkbN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)

Kamu telah mengamati sebuah reklame serta mengetahui isi dan tujuannya. Sekarang diskusikan bersama temanmu tentang pengertian reklame secara benar. Tuliskan hasil diskusimu pada kolom berikut.

Jawaban:

Dikutip dari KBBI, reklame adalah pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan berupa dengan kata-kata yang menarik, gambar supaya laku.

Pengertian lain yakni reklame adalah suatu karya seni rupa yang bertujuan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau menawarkan produk (sesuatu berupa barang atau jasa) kepada konsumen.

Teks di atas merupakan teks nonfiksi yang terdiri dari tiga paragraf. Setiap paragraf pada bacaan di atas memiliki gagasan utama. Apa gagasan utama pada paragraf pertama? Apa gagasan utama pada paragraf kedua? Apa gagasan utama pada paragraf ketiga? Apakah menurutmu judul dan isi bacaan sesuai?

Jawaban:

Gagasan utama terdapat di paragraf kedua yakni macam-macam reklame.

Judul dan isi bacaan sudah sesuai.

Tuliskan gagasan utama setiap paragraf pada kolom berikut. Bacalah teks non fiksi yang telah disajikan di depan dengan cermat. Selanjutnya, isilah tabel di bawah ini.

Jawaban:

Paragraf 1 – Pengertian dan fungsi reklame

Paragraf 2 – Macam-macam reklame

Paragraf 3 – Pengertian reklame luar

Amatilah reklame media visual berikut!

Apa nama jenis reklame media visual pada gambar di atas? Ingatkah kamu mengenai masa pubertas? Coba tuliskan kembali ciri-ciri masa pubertas anak laki-laki dan anak perempuan pada selembar kertas. Kemudian, kumpulkan hasil tulisannmu kepada gurumu.

Jawaban:

Ciri-ciri masa pubertas anak laki-laki dan anak perempuan dapat dilihat di sini.

Bonus Cerita Anak SD: Hansel dan Gretel

Hansel dan Gretel

Pada zaman dahulu di sebuah desa hiduplah sebuah keluarga bahagia. Mereka mempunyai dua orang anak yang manis, namanya Hansel dan Gretel. Suatu ketika Ibu tercinta meninggal karena sakit. Sejak kematian sang Ibu, mereka selalu bersedih sepanjang hari.

Dongeng Hansel dan Gretel | DONGENG ANAK DUNIA

Agar mereka tidak bersedih, kemudian Ayah mengambil Ibu baru untuk menghIbur mereka. Ternyata Ibu baru ini sangat jahat dan memperlakukan mereka dengan buruk. Dari pagi hingga petang mereka disuruh terus bekerja dan hanya diberi makan satu kali.

Musim kemarau pun tiba, dan mereka tidak mempunyai makanan apa-apa. Sang Ibu menyuruh anak-anak untuk dibawa ke hutan dan meninggalkannya di sana.

Ayah sangat terkejut mendengarnya ” Bicara apa kau, apa kau ingin anak-anak mati?“

”Kau ini memang bodoh, kalau kita tidak melakukannya, kita semua akan mati!”

Sementara itu dari balik kamar , Hansel dan Gretel mendengarkan pembicaraan mereka. Mereka ketakutan dan Gretel pun menangis.

Akhirnya Ayah tidak bisa berbuat apa-apa karena istrinya terus mendesaknya.

“Ah… apa kita akan mati di hutan ?! “

” Ssst.., aku punya ide bagus, ” ucap Hansel. Lalu ia keluar rumah dan mengumpulkan batu-batu kecil putih yang bila terkena cahaya bulan, akan bersinar.

Pada esok paginya dengan berteriak keras, Ibunya membangunkan Hansel dan Gretel. Sebelum berangkat ia memberikan sepotong roti kepada mereka. Setelah itu semua berangkat menuju hutan.

Sambil berjalan Hansel membuang batu kecil putih satu per satu yang ada dalam kantongnya.

Karena berjalan sambil menoleh ke belakang, Ayah menjadi curiga.

” Sedang apa, Hansel? “

” Aku sedang memandang kucing yang ada di atas rumah,” jawab Hansel berbohong. Lalu tibalah mereka di tengah hutan.

Ayah dan Ibunya pergi ke hutan yang lebih jauh lagi untuk menebang kayu dan meninggalkan mereka.

Rasa sedihpun berganti gembira setelah di tengah hutan Hansel menemukan seekor kupu-kupu dan Gretel membuat kalung dari bunga. Mereka sangat gembira karena bisa bermain-main bersama teman baru mereka seperti kelinci, bajing dan burung-burung kecil.

Tanpa terasa waktu berlalu, mataharipun mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Suara burung-burung yang indah kini berganti dengan suara angin yang berdesir.

Gretel menangis tersedu-sedu karena takut. Hansel berkata menenangkan, “Jangan menangis, jika cahaya bulan muncul, kita pasti akan pulang dengan selamat “.

Tak lama kemudian, dari sela-sela pohon muncullah cahaya bulan yang bersinar dengan terang. Hansel segera mengajak Gretel untuk pulang ke rumah.

Hansel memegang tangan Gretel dan menyusuri jalan di hutan tanpa ragu-ragu.

” Kak, bagaimana bisa berjalan tanpa bingung di hutan yang gelap seperti ini?”

“Oh… batu kecil putih yang kujatuhkan ketika kita datang, bersinar karena kena sinar bulan dan itu akan menolong kita pulang ke rumah.”

Tibalah mereka di rumah, sang Ibu heran melihatnya dan mencari tahu bagaimana mereka bisa sampai di rumah dengan mudah. Ketika ia membuka pintu, ia melihat batu kecil putih yang bersinar. Agar mereka tidak bisa mengumpulkan batu putih itu lagi, Ibu mengunci pintu kamar mereka. Hansel dan Gretel menjadi panik karenanya.

Sebelum tidur mereka berdoa pada Tuhan, meminta perlindungan.

Keesokan harinya seperti kemarin, Ibu membangunkan mereka dan membawa mereka ke hutan. Hansel tidak kehabisan akal. Dengan terpaksa ia mencuil-cuil potongan roti dan menjatuhkannya di jalan sambil berjalan.

Tapi malang, jejak yang sudah dIbuatnya susah payah dimakan oleh burung-burung kecil. Sampailah mereka di dalam hutan. Kembali Ayah dan Ibunya meninggalkan mereka dan masuk ke hutan yang lebih jauh.

Merekapun bermain-main dengan binatang-binatang di dalam hutan.

Akhirnya malampun tiba. Ketika cahaya bulan mulai bersinar mereka beranjak pulang. Dengan susah payah dicarinya potongan-potongan roti sebagai petunjuk jalan untuk pulang ke rumah.

” Kak, apa yang telah terjadi dengan potongan-potongan roti itu ?” teriak Gretel cemas.

” Mungkin dimakan oleh burung -burung kecil “

” Uhh.., kalau begitu kita tidak bisa pulang ke rumah.”

Di dalam hutan bergema suara lolongan keras. Mereka berdua amat ketakutan. “Kak, aku takut, apa kita akan mati!” Gretel mulai menangis.

” Jangan khawatir dik, Ibu yang ada di surga pasti menolong kita.”

Karena lelah, mereka akhirnya tertidur dengan pulas di bawah pohon. Cahaya matahari pun mulai bersinar dan mengenai wajah mereka. Hansel dan Gretel terbangun dan disambut suara kicauan burung.

Tiba-tiba mereka mencium bau masakan yang lezat. Segera mereka berlari ke arah datangnya bau lezat itu. Seperti mimpi mereka melihat rumah kue, atapnya terbuat dari tart, pintunya dari coklat, dan dindingnya dari biskuit.

Cepat-cepat mereka mendekati rumah itu dan memakannya.

Tiba-tiba terdengar suara keras yang bergetar.

“Siapa itu, berani memakan rumah kue kesayanganku?”, muncullah seorang nenek sihir tua dengan wajah menyeramkan serta mata merah yang bersinar, lalu menangkap mereka berdua.

” Hi… Hi…. Hi…. anak-anak yang lezat, sebagai hukuman karena telah memakan rumput kue kesukaanku, aku akan memakan kalian.”

Dengan kasar nenek sihir itu menyeret Hansel masuk ke dalam penjara. Setelah itu ia berkata kepada Gretel,

“Mula-mula aku akan menggemukkan anak laki-laki itu, lalu aku akan memakannya. “

“Sekarang kau buat makanan yang enak biar makannya banyak! “

Nenek sihir itu sudah tua sekali dan matanya mulai rabun. Pada saat itu Hansel dan Gretel saling berpegangan tangan memberi semangat supaya mereka tabah.

” Tabahlah Gretel, Ibu yang ada di surga pasti melindungi kita “.

Suatu hari nenek mendekati penjara Hansel untuk melihat apakah tubuh Hansel sudah menjadi gemuk atau belum.

“Aku lapar, sudah seberapa gemuk tubuhmu, ayo ulurkan tanganmu! “

Hansel yang pintar tidak kehilangan akal, ia mengetahui kalau mata nenek sudah rabun segera dikeluarkannya tulang sisa makanan kepada nenek yang rabun lalu nenek memegangnya.

Betapa kecewanya nenek karena sedikitpun Hansel tidak bertambah gemuk. Karena kecewa lalu ia bermaksud untuk memakan Gretel. Kemudian Gretel disuruh membakar roti.

Selagi Gretel menyalakan api di tungku, si nenek mencoba mendorongnya ke nyala api.

Untunglah Gretel mengetahui maksud nenek, cepat-cepat ia berbalik pergi ke depan tungku.

“Nek, aku tidak bisa membuka tutup tungku ini.” Nenek sihir tidak sadar kalau ia sedang diperdaya Gretel dan ia membuka tutup tungku.

Tanpa membuang kesempatan, Gretel mendorong nenek ke tungku.

“Ahh… tolonggg…. panassss!” teriak nenek kesakitan. Gretel tidak memperdulikan teriakan nenek malah dengan cepat ia menutup pintu tungku, lalu berlari ke arah penjara untuk menolong Hansel.

“Gretel, kau berhasil. Ibu yang di surga telah melindungi kita.” Karena bahagia mereka berpelukan.

Ketika akan pergi dari rumah kue tanpa sengaja mereka menemukan banyak harta karun. Setelah itu mereka keluar rumah, tetapi malang jalan itu terpotong oleh sungai besar.

Mereka menjadi bingung. Saat itu entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul seekor angsa cantik.

”Ayo, naiklah ke punggungku, ” ucap angsa itu ramah. Satu per satu angsa itu mengantarkan mereka menyeberang sungai. Setelah sampai, angsa itu menunjukkan jalan bagi mereka berdua dari atas langit. Sampailah mereka di batas hutan.

Tanpa mereka ketahui sebenarnya angsa itu adalah Ibu mereka yang ada di surga. Angsa itu kemudian menghilang. Setelah itu muncullah Ayah mereka yang sangat cemas.

“Anak-anakku tersayang, maafkanlah Ayah. Ayah tidak akan meninggalkan kalian lagi “.

Lalu Ayah menceritakan kepada mereka bahwa Ibu tiri yang jahat sudah meninggal karena sakit. Akhirnya mereka pun hidup bahagia selamanya

Related posts