Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Menuju Masyarakat Sehat | Membangun Masyarakat Sehat |
Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 6 Kelas 6 SD Halaman 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.
Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.
Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 6 Kelas 6 Halaman 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur.
Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126
Teks di atas merupakan teks nonfiksi yang memiliki judul.
Bandingkan informasi yang diharapkan setelah membaca judul teks dengan informasi yang didapatkan setelah membaca teks tersebut.
Ungkapkan hasil perbandinganmu dalam bentuk tabel seperti contoh berikut.
Jawaban:
Informasi yang didapat dari judul bacaan – Kemenag Banjarnegara raih penghargaan dari KPP Pratama Purbalingga.
Informasi yang didapat setelah membaca teks – Kemenag Banjarnegara mendapat penghargaan sebagai instansi teladan dalam pelaporan SPT Tahunan Pegawai.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Apresiasi dan Penghargaan Wajib Pajak Teladan yang diadakan oleh Kantor Peyanan Pajak (KKP) Pratama Purbalingga.
Kesimpulan – Judul dengan isi bacaan mengandung informasi yang sama.
Apa pengalamanmu ketika melaksanakan tanggung jawab sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari?
Tulislah pengalamanmu dalam bentuk tulisan di kolom berikut! Kemudian, presentasikan di depan kelas untuk dinilai oleh guru dan juga teman-temanmu.
Jawaban:
Dalam kehidupan sehari-hari saya telah melaksanakan tanggung jawab sebagai warga negara.
Misal saat ini saya sebagai pelajar, saya rajin belajar agar di masa depan saya bisa menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa.
Selain itu saya selalu menjaga hubungan baik agar tercipta kehidupan rukun dalam lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.
Bentuklah kelompok yang terdiri atas tiga anak.
Kemudian, diskusikan bersama anggota kelompokmu mengenai pelaksanaan tanggung jawab sebagai warga negara yang telah kalian lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusikan pula dampak dari pelaksanaan tanggung jawab tersebut.
Tulislah hasil diskusi pada kolom berikut!
Jawaban:
Rajin belajar, selalu mengerjakan pr, menghormati orang yang lebih tua.
Dampak dari pelaksanaan tersebut membuat saya meraih prestasi dan menjadikan lingkungan sekitar menjadi rukun.
Dapatkah kamu berkreasi membuat sebuah contoh reklame sederhana?
Reklame itu berisi pesan supaya pelajar taat pada peraturan untuk menjaga kebersihan sekolah sebagai bentuk tanggung jawab sebagai warga sekolah?
Bagaimana cara yang akan kamu lakukan? Ingatkah kamu yang dimaksud dengan reklame?
Apa saja media reklame?
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menuliskannya dalam kotak berikut.
Jawaban:
Reklame adalah suatu karya seni rupa yang bertujuan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau menawarkan produk (sesuatu berupa barang atau jasa) kepada konsumen.
Ditinjau dari jenis (media), terdiri dari reklame audio, reklame visual, dan reklame audio visual.
Contoh reklame sederhana,

Bagaimanakah ciri-ciri poster menurutmu? Tuliskan dalam kolom berikut!
Jawaban:
1. Memuat komposisi huruf dan gambar
2. Dibuat dengan menggunakan bahasa yang singkat padat, dan jelas
3. Berisi sesuatu yang menarik perhatian orang
4. Ukurannya disesuaikan dengan tempat pemasangan
5. Menggunakan perpaduan warna yang kuat dan kontras
Bonus Cerita Anak SD: Dongeng Kisah Nyonya Cap
Dongeng Kisah Nyonya Cap
Kota Harmonali dilanda gerimis berhari-hari. Dimana-mana, orang terserang flu. Di ujung jalan, seorang anak SD bersin. Penjual lemper di dekat lampu merah sedang batuk-batuk. Seorang pengamen membalikkan badan menghadap pohon besar dan menyusut ingus dengan tisu. Tempat praktik dokter dipenuhi pasien yang terkena flu. Apotek dibanjiri pembeli obat flu.
Nyonya Cap adalah salah satu pasien yang mengantre di apotek untuk membeli obat flu. Sebelumnya ia ke dokter. Dokter menyuruhnya minum yang banyak, istirahat yang cukup, makan yang banyak, minum obat, dan terakhir jangan banyak bicara. Anjuran terakhir ini dirasa berat karena Nyonya Cap termasuk orang yang gemar bicara.
Pada penarik becak, ia bicara kalau punya emas satu lemari. Ketika membeli donat, ia bilang pada penjualnya kalau biasa makan donat terenak. Saat membeli baju, ia berkata pada pelayan toko kalau sering membeli pakaian mahal. Pada siapa saja, Nyonya Cap bicara. Kecuali pada benda mati, tentu saja.
Setelah mendapatkan obat, Nyonya Cap mampir ke supermarket. Ia ingin membeli melon. Seorang pelayan berdiri di samping tumpukan melon.
“Aku mau beli melon paling murah. Soalnya kemarin aku habis beli melon paling mahal. Berhari-hari aku makan melon mahal, sampai bosan. Rasanya sih enak. Manis seperti disuntik cairan gula. Dagingnya selembut puding busa. Aku sangat menikmatinya. Sekarang, aku ingin menikmati melon biasa. Tenggorokanku sakit, lidahku terasa pahit, percuma beli melon paling mahal. Aku juga tak suka kalau terlalu besar karena…”
UHUK! UHUK! UHUK! Nyonya Cap batuk-batuk sampai bahunya terguncang-guncang hebat. Nona pelayan yang berseragam putih hitam hanya bisa mengerjap-ngerjap memandangnya. Dalam hati ia membatin, kebanyakan bicara sih. Nyonya Cap melupakan melonnya. Sambil terbungkuk-bungkuk dan batuk, ia menuju ke rak air mineral. Ada seorang ibu memilih-milih minuman. Mulailah Nyonya Cap berkomentar.
“Astaga! kenapa bingung? bukankah semua kemasan ii berisi air putih? anda mencari yang paling murah? kasihan sekali! Kemarin aku habis minum air paling mahal. Rasanya seperti embun gunung di pagi hari. Sejuuuuuuk! Benar-benar nikmat dan aku…..”
UHUK! UHUK! UHUK! Lagi-lagi Nyonya Cap batuk. Wajahnya sampai merah padam. Ibu yang memilih minuman hanya melongo. Buat apa minum air paling mahal kalau jadi batuk, kata si ibu dalam hati.
Nyonya Cap berjalan dengan kepala pening, terbungkuk-bungkuk dan batuk-batuk lebih parah dari sebelumnya. Ia melupakan air mineral dan kepingin membeli tisu. Namun, karena berjalan membungkuk sambil batuk disertai kepala pusing, Nyonya Cap tak memperhatikan arah langkahnya.
Tanpa sengaja, Nyonya Cap menabrak perempuan berambut cokelat yang sedang makan es krim. Es krim duriannya terlempar. Seorang nenek berambut serba putih lewat situ dan terpeleset. Ikan gurame belanjaannya terlontar mengenai wajah pelayan yang sedang mengepel. Sang pelayan kaget. Alat pelnya menyeruduk ember berisi cairan pembersih lantai. Isi ember pun tumpah. Dua orang yang jalan-jalan di sana terpeleset, menabrak rak sabun, rak panci, dan rak piring. Barang-barang di dalam rak kocar-kacir di lantai, bahkan beberapa piring pecah.
Pak Satpam supermarket kaget melihat banyak barang bertebaran di lantai.
“Tolong jelaskan, kenapa bisa begini?” tuntut pak satpam yang badannya mirip algojo.
“Aku terpeleset gara-gara licin,” lapor pria yang menabrak rak piring.
“Ada air tumpah, lalu kami jatuh,” imbuh pria berkumis yang menabrak rak panci dan sabun.
“Maaf aku tak sengaja menumpahkan ember karena kaget dengan ikan terbang yang mengenai wajahku,” timpal nona pelayan yang mengepel.
“Ikanku! Aku terpeleset es krim hingga gurame di keranjangku melayang,” keluh sang nenek berambut serba putih.
“Maaf, es krimku jatuh. Tiba-tiba ada orang bungkuk batuk-batuk menabrakku. Dia,” sahut perempuan cokelat sambil menunjuk Nyonya Cap yang masih batuk-batuk sampai berjongkok.
Pak satpam mengajak Nyonya Cap ke ruangan pak kepala supermarket. Nyonya Cap diminta mengganti kerusakan piring yang pecah dan membantu membersihkan supermarket.
“Aku…. UHUK! UHUK! Tidak mau! UHUK! UHUK,” teriak Nyonya Cap.
“Kalau tidak mau, terpaksa anda harus tinggal disini sampai besok,” tegas pak kepala supermarket.
Nyonya Cap tak punya pilihan lain. Akhirnya ia bersedia membayar dan membantu para pelayan membereskan kekacauan sambil batuk-batuk dan bersungut-sungut. Nasihat dokter terngiang di telinganya, jangan banyak bicara.

