Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89 Kurikulum 2013 (K-13) Revisi

kunci jawaban tematik kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi |  Panas Dan Perpindahannya |  Perpindahan Kalor Di Sekitar Kita |

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.

Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.

Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 6 Kelas 5 Halaman 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur. 

Jawaban Tema 6 Kelas 5 Halaman 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89

– Peristiwa konduksi pada setrika listrik

– Sendok yang dipegang seseorang terus-menerus.

Contoh perpindahan panas secara konduksi yang kamu temui dalam kehidupan sehari-hari:

– Panci berisi air yang menjadi panas ketika diletakkan di atas api

– Minyak yang mendidih ketika didiamkan di dalam wajan di atas kompor yang menyala

– Garpu yang menjadi panas ketika digunakan untuk menyendok mi yang panas.

Ayo Mencoba

Peristiwa perpindahan panas secara konduksi dapat kita jumpai sehari-hari di sekitar kita. Kali ini kamu akan mengamati dan melakukan percobaan untuk membuktikan perpindahan panas secara konduksi. Lakukan kegiatan berikut ini dengan mengikuti petunjuknya secara saksama.

Menyelidiki Perpindahan Panas secara Konduksi

Alat dan Bahan yang Diperlukan:

1. Sebuah sendok dari logam

2. 200 mL air hangat

3. Sebuah gelas bening

Cara Kerja:

1. Masukkan air hangat ke dalam gelas bening.

2. Masukkan sendok ke dalam gelas yang berisi air hangat.

3. Setelah beberapa saat peganglah ujung sendok dengan tanganmu.

4. Tetaplah memegang ujung sendok selama lebih kurang 2—3 menit.

5. Catatlah apa yang kamu rasakan.

Setelah melakukan kegiatan di atas, jawablah pertanyaan berikut sebagai panduan membuat kesimpulan.

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa yang kamu rasakan setelah memegang sendok yang dimasukkan dalam air hangat?

2. Mengapa ujung sendok yang kamu pegang terasa panas?

3. Termasuk peristiwa apakah perpindahan panas pada percobaan ini? Mengapa disebut demikian?

4. Tulisan kesimpulan berikut ini!

Jawaban:

1. Tangan merasakan panas setelah memegang sendok tersebut.

2. Ujung sendok menjadi panas karena panas dari air tersebut mengalir ke sendok

3. Peristiwa tersebut termasuk perpindahan panas secara konduksi

4. Kesimpulan peristiwa konduksi yaitu perpindahan panas secara langsung tanpa zat perantara.

Sumber panas dapat mengalirkan panas pada benda lain secara langsung.

Sehingga, benda tersebut menjadi panas.

Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut. Angin darat terjadi karena udara di darat pada malam hari lebih cepat dingin daripada udara di laut, sehingga udara yang berada di atas laut akan naik dan udara dari darat akan menggantikan posisi udara yang naik tadi. Angin laut terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas dibandingkan di laut, sehingga udara di darat akan naik dan udara dari laut akan mengalir ke darat menggantikan tempat udara yang naik tadi. Keadaan ini digunakan para  nelayan untuk pergi melaut pada malam hari dan kembali ke darat pada pagi atau siang hari. Sedangkan contoh peristiwa konveksi yang lain adalah penggunaan cerobong asap pada pabrik. Apakah di rumahmu dipasang jendela ventilasi? Pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah juga memanfaatkan perpindahan panas secara konveksi.

Ayo Menulis

Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.

Jawaban

*Paragraf Pertama

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Perpindahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya

2. Peristiwa konveksi terjadi pada zat cair dan gas

3. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan

*Paragraf Kedua

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Perpindahan secara konveksi dapat diibaratkan dengan kegiatan memindahkan setumpuk buku

2. Ketika memindahkan buku kamu akan ikut bersama dengan buku-buku tersebut

3. Perpindahan kalor dengan cara konveksi akan menyertakan perantaranya

*Paragraf Ketiga

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Peristiwa konveksi terjadi pada saat merebus air

2. Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas dan bergerak ke atas

*Paragraf Keempat

Hal-hal penting dari bacaan :

1. Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut

2. Contoh peristiwa konveksi yang lain adalah penggunaan cerobong asap pada pabrik

3. Pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah juga memanfaatkan perpindahan panas secar konveksi.

Berdasarkan bacaan di atas, buatlah sebuah diagram yang menjelaskan pemahamanmu tentang konsep perpindahan panas secara konveksi sesuai pemahamanmu. Beberapa kata bantu telah dituliskan untuk mempermudah kamu menuliskan kata-kata atau kalimat yang mewakili setiap paragraf. Lakukanlah kegiatan ini bersama dengan teman sebangkumu.

Penjelasan Peta Konsep :

Konveksi contoh lain :

Angin darat dan laut, cerobong asap, serta ventilasi rumah

Konveksi adalah :

Perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya

Konveksi dapat diumpamakan sebagai :

Memindahkan setumpuk buku dari satu tempat ke tempat lain

Konveksi mengakibatkan :

Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan

Konveksi mengakibatkan :

Zat yang ringan bergerak ke atas dan zat yang ada di atasnya menggantikan

Konveksi pada peristiwa merebus air “

Air mendapat panas bergerak ke atas dan digantikan oleh air di atasnya

Tuliskanlah pemahamanmu tentang konsep perpindahan panas secara konveksi dalam tulisan satu paragraf berikut.

Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas dan molekul zat yang ada di atasnya akan menggantikannya. Beberapa contoh peristiwa konveksi antara lain: pada saat merebus air, terjadinya angin darat dan angin laut, penggunaan cerobong asap pada pabrik, serta jendela ventilasi rumah

Menyelidiki Perpindahan Panas secara Konveksi

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan:

1. Segelas air panas

2. Es batu

3. Air matang suhu ruang (untuk membuat es batu)

4. 1 buah kantung plastik ukuran kecil

5. 1 buah karet gelang

6. Pewarna makanan

Percobaan ini memerlukan beberapa es batu berwarna. Oleh karena itu, buatlah es batu berwarna terlebih dahulu. Kamu dapat membuatnya sehari sebelum kegiatan percobaan ini. Ikutilah langkah berikut ini.

Membuat es batu berwarna

1. Campurkan setetes pewarna makanan ke dalam air matang suhu ruang.

2. Masukkan air yang telah diwarnai ke dalam kantong plastik.

3. Ikat kantong plastik tersebut dengan karet gelang.

4. Masukkan kantong plastik berisi air ke dalam lemari es sampai membeku.

Es batu berwarna ini dapat diganti dengan es lilin warna-warni yang mungkin mudah didapatkan.

Langkah Kegiatan Percobaan:

1. Siapkan satu buah gelas ukuran sedang. Isi dengan air panas. Usahakan gelas cukup besar sehingga dapat memuat es batu yang telah dibuat sebelumnya.

2. Masukkan es batu berwarna ke dalam gelas air panas.

3. Amati es batu yang ada di dalam gelas berisi air panas tersebut!

4. Catat apa yang terjadi dengan es batu berwarna tersebut!

Setelah melakukan percobaan tersebut, jawablah pertanyaan panduan berikut ini!

1. Bagaimana bentuk es batu setelah dimasukkan ke dalam air panas? Apakah es batu mencair?

Mengapa demikian

(Ukuran mengecil dan mencair. Peristiwa ini terjadi karena pengaruh kalor yang dirambatkan dari air panas)

2. Es batu mencair karena mendapatkan panas. Berasal dari manakah panas tersebut?

Dari air panas

3. Apakah zat perantara pada percobaan ini? (Air)

4. Termasuk peristiwa apakah perpindahan panas pada percobaan ini? Mengapa demikian?

(Perpindahan panas secara konveksi, karena kalor berpindah disertai dengan berpindahnya zat perantara)

5. Sebutkan 3 contoh peristiwa perpindahan panas secara konveksi yang terjadi di sekitar kita!

(Merebus air, terjadinya angin darat dan angin laut, cerobong asap)

Kesimpulan

Peristiwa penghantaran panas dimana zat perantaranya ikut berpindah disebut :

PERPINDAHAN PANAS SECARA KONVEKSI

Perpindahan panas secara konveksi pada percobaan di atas adalah es batu mencair karena mendapatkan panas yang berasal dari air.

Ayo Membaca

Gambar

Pola Lantai dalam Seni Tari

Pernahkah kamu memperhatikan sebuah pertunjukan tari? Atau mungkin kamu pernah ikut latihan menari di sanggar atau di sekolah? Pada beberapa tarian, terutama tari kelompok, para penari membentuk posisi tertentu dalam tarian.

Ada sebuah tari yang jika diamati, posisi penari membuat bentuk atau formasi tertentu. Bentuk atau formasi tertentu yang dibuat penari dalam sebuah tari dinamakan pola lantai. Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari.

Pola lantai ini dilakukan baik oleh penari tunggal, berpasangan, atau penari kelompok. Dalam tarian, terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal. Pengembangan pola lantai lurus dapat berupa pola lantai zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima (perhatikan gambar A).

Selain garis lurus, terdapat juga pola garis lengkung. Pola ini pun dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai. Pola lantai itu antara lain berupa lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang (lihat gambar B).

Berikut adalah dua jenis tari daerah yang memiliki pola lantai yang berbeda. Tari pertama adalah Tari Jaran Kepang yang berasal dari Yogyakarta. Tari Jaran Kepang mempunyai pola lantai gabungan antara pola lantai lurus dan lengkung yang sederhana. Pola lantai yang digunakan pada tari ini antara lain pola melingkar, garis lurus ke depan, dan garis

horizontal. Pola lantai pada Tari Jaran Kepang tidak memiliki makna tertentu. Pola lantai dibuat untuk formasi penari.

Berbeda dengan Tari Bedhaya Semang yang juga berasal dari Yogyakarta. Tari klasik ini mempunyai pola lantai yang sudah tertentu dan mempunyai makna tertentu. Pola lantai yang digunakan pada tari ini pun memiliki nama tertentu, seperti gawang jejer wayang, gawang tigatiga, gawang perang, dan gawang kalajengking.

Ayo Mencoba

Perhatikanlah gambar tari di bawah ini! Bersama dengan teman sekelompokmu, tentukan nama dan gambar pola lantai pada setiap tari daerah di bawah ini.

Lalu pilihlah salah satu tari daerah tersebut. Bersama dengan teman sekelompokmu, peragakanlah pola lantai yang dilakukan oleh penari pada tari tersebut. Gambarkanlah pola lantai tari tersebut!

Bonus Cerita Anak SD: Dongeng Putri Tidur

Dongeng Putri Tidur

Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan bijaksana. Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya. Tapi ada satu yang masih terasa kurang. Sang Raja belum dikaruniai keturunan.

Setiap hari raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah 9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik.

Raja sangat bahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya. Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan mantera baiknya.

“Jadilah engkau putri yang baik hati”, kata penyihir pertama.

“Jadilah engkau putri yang cantik”, kata penyihir kedua.

“Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun”, kata penyihir ketiga.

“Jadilah engkau putri yang pandai berdansa”, kata penyihir keempat.

“Jadilah engkau putri yang bijaksana”, kata penyihir kelima.

“Jadilah engkau putri yang pandai menyanyi”, kata pneyihir keenam.

Sebelum penyihir ketujuh memberikan mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak, “Mengapa aku tidak diundang ke pesta ini?”

Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan mantanya sempat bersembunyi dibalik tirai.

“Karena aku tidak diundang, aku akan mengutuk anakmu.”

Penyihir tua yang jahat segera mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata, “sang putri akan mati tertusuk jarum pemintal benang, ha ha ha ha!..”.

Si penyihir jahat segera pergi setelah mengeluarkan kutukannya. Para undangan terkejut mendengar kutukan sang penyihir jahat itu. Raja dan permaisuri menangis sedih.

Pada saat itu, muncullah penyihir baik yang ketujuh.

“Jangan khawatir, aku bisa meringankan kutukan penyihir jahat,” ujar penyihir ketujuh.

“Sang putri tidak akan wafat, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah terkena jarum pemintal benang, dan ia akan terbangun kembali setelah seorang pangeran datang padanya”, lanjut penyihir ketujuh.

Setelah kejadian itu, raja segera memerintahkan agar semua alat pemintal benang yang ada di negerinya segera dikumpulkan dan dibakar.

Enam belas tahun kemudian, sang putri telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati. Tidak berapa lama raja dan permaisuri melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sang putri yang cantik tinggal di istana. Ia berjalan-jalan keluar istana. Ia masuk ke dalam sebuah puri. Di dalam puri itu, ia melihat sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia membuka pintu kamar tersebut dan ternyata di dalam kamar itu, ia melihat seorang nenek sedang memintal benang.

Setelah berbicara dengan nenek tua, sang putri duduk di depan alat pemintal dan mulai memutar alat pemintal itu.

Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tiba-tiba jari sang putri tertusuk jarum alat pemintal. Ia menjerit kesakitan dan tersungkur di lantai.

“Hi hi hi….. tamatlah riwayatmu!”, kata sang nenek yang ternyata adalah si penyihir jahat.

Hilangnya sang putri dari istana membuat khawatir orang tuanya. Semua orang diperintahkan untuk mencari sang putri. Sang putri pun ditemukan. Tetapi ia dalam keadaan tak sadarkan diri.

“Anakku! malang sekali nasibmu” ratap raja.

Tiba-tiba datanglah penyihir muda yang baik hati.

“Jangan khawatir, tuan putri hanya akan tertidur seratus tahun,” kata penyihir.

“Tapi ia tidak akan sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua,” lanjutnya sambil menebarkan sihirnya ke seisi istana.

Kemudian, penyihir itu menutup istana dengan semak berduri agar tak ada yang bisa masuk ke istana.

Seratus tahun yang panjang pun berlalu. Seorang pangeran dari negeri seberang kebetulan lewat di istana yang tertutup semak berduri itu.

Menurut cerita orang desa di sekitar situ, istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan. Tentu saja pangeran tidak percaya begitu saja pada kabar itu.

“Akan kuhancurkan naga itu,” kata sang pangeran.

Pangeran pun pergi ke istana. Sesampai di gerbang istana, pangeran mengeluarkan pedangnya untuk memotong semak belukar yang menghalangi jalan masuk.

Namun, setelah dipotong berkali-kali semak itu kembali seperti semula.

“Semak apa ini?” kata pangeran keheranan.

Tiba-tiba muncullah seorang penyihir muda yang baik hati.

“Pakailah pedang ini,” katanya sambil memberikan sebuah yang pangkalnya berkilauan.

Dengan pedangnya yang baru, pangeran berhasil masuk ke istana.

“Nah itu dia menara yang dijaga oleh naga.”

Pangeran segera menaiki menara itu. Penyihir jahat melihat kejadian itu melalui bola kristalnya.

“Akhirnya kau datang, pangeran. Kau pun akan terkena kutukan sihirku!” Penyihir jahat itu bergegas naik ke menara.

Ia menghadang sang pangeran.

Hai pangeran! jika kau ingin masuk, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!” teriak si penyihir.

Dalam sekejap, ia merubah dirinya menjadi seekor naga raksasa yang menakutkan. Ia menyemburkan api yang panas.

Pangeran menghindar dari semburan api itu. Ia menangkis sinar yang terpancar dari mulut naga itu dengan pedangnya.

Ketika mengenai pangkal pedang yang berkilau, sinar itu memantul kembali dan mengenai mata sang naga raksasa. Kemudian, dengan secepat kilat, pangeran melemparkan pedangnya ke arah leher sang naga.

“Aaaaa….!”

Naga itu jatuh terkapar di tanah, dan kembali ke bentuk semula, lalu mati.

Begitu tubuh penyihir tua itu lenyap, semak berduri yang selama ini menutupi istana ikut lenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba penyihir muda yang baik hati muncul di hadapan pangeran.

“Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang pergilah ke tempat sang putri tidur,” katanya.

Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang putri tidur. Ia melihat seorang putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar yang merekah.

“Putri, bukalah matamu,” katanya sambil menggengam tangan sang putri.

Pangeran mencium pipi sang putri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan sang putri.

Setelah tertidur selama seratus tahun, sang putri terbangun dengan kebingungan.

“Ah apa yang terjadi?Siapa kamu?”tanyanya.

Lalu pangeran menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada sang putri.

“Pangeran, kau telah mengalahkan naga yang menyeramkan. Terima kasih pangeran,” kata sang putri.

Ketika melihat sang putri dalam keadaan sehat, raja dan permaisuri sangat bahagia. Mereka sangat berterima kasih pada sang pangeran yang gagah berani.

Kemudian pangeran berkata, “paduka raja, hamba punya satu permohonan. Hamba ingin menikah dengan sang putri.”

Raja pun menyetujuinya. Hari pernikahan sang putri dan pangeran pun tiba. Orang berbondong-bondong datang dari seluruh pelosok negeri untuk mengucapkan selamat. Tujuh penyihir yang baik juga datang dengan membawa hadiah.

Related posts