Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 73, 74, 75, 76, 77 Kurikulum 2013 (K-13) Revisi

kunci jawaban tematik kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 73, 74, 75, 76, 77 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi |  Panas Dan Perpindahannya |  Perpindahan Kalor Di Sekitar Kita |

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 73, 74, 75, 76, 77

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 73, 74, 75, 76, 77? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.

Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 73, 74, 75, 76, 77. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.

Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 6 Kelas 5 Halaman 73, 74, 75, 76, 77) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur. 

Jawaban Tema 6 Kelas 5 Halaman 73, 74, 75, 76, 77

Ayo Membaca

Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama!

Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan kalor secara konduksi disebut juga perpindahan kalor secara hantaran, yaitu perpindahan kalor tanpa memindahkan zat perantaranya. Pada peristiwa perpindahan kalor secara konduksi, yang berpindah hanya energi kalornya saja. Umumnya, perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat.

Agar kamu lebih mudah memahami peristiwa konduksi, mari kita lakukan kegiatan ini. Peristiwa konduksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan buku secara estafet yang dilakukan oleh kamu dan teman-temanmu. Buku yang dipindahkan secara estafet kita upamakan sebagai kalor dan orang yang memindahkannya sebagai zat perantaranya. Ketika kamu dan teman-temanmu memindahkan buku secara estafet, yang berpindah hanya buku itu saja. Sedangkan kamu dan temanmu sebagai perantara tetap diam di tempat, tidak berpindah. Begitu pula dengan peristiwa konduksi. Hanya kalor yang berpindah, zat perantaranya tetap.

Saat kamu membuat teh dan memegang salah satu ujung sendok yang dimasukkan ke dalam air panas apa yang terjadi? Lama-kelamaan ujung sendok yang kamu pegang juga akan terasa panas. Peristiwa tersebut merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konduksi. Pada perpindahan kalor secara konduksi, kalor akan berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah.

Peristiwa konduksi juga dapat kamu jumpai pada saat kamu memasak. Pada saat kamu menggoreng, ujung spatula yang kamu pegang akan terasa panas walaupun ujungnya tidak bersentuhan dengan api kompor.

Setrika listrik merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan prinsip perpindahan panas secara konduksi. Ketika setrika dihubungkan dengan arus listrik maka arus listrik akan mengalir melalui elemen pemanas. Panas dari elemen akan berpindah kebagian alas besi setrika yang tebal.

Berdasarkan bacaan di atas, lakukanlah kegiatan berikut ini!

1. Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.

2. Gambarkanlah cara perpindahan panas secara konduksi menurut pemahamanmu berdasarkan keterangan pada bacaan!

3. Tuliskanlah beberapa contoh peristiwa perpindahan panas secara konduksi berdasarkan bacaan di atas! Lalu tambahkanlah beberapa contoh serupa yang kamu jumpai dalam kehidupanmu sehari-hari!

Jawaban:

1. – Paragraf 1: Perpindahan kalor secara konduksi disebut juga perpindahan kalor secara hantaran, yaitu perpindahan kalor tanpa memindahkan zat perantaranya.

Hal-Hal Penting dari Bacaan:

Kalor dapat berpindah dengan cara konduksi atau hantaran.

Konduksi dilakukan tanpa zat perantara.

– Paragraf 2: Peristiwa konduksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan buku secara estafet yang dilakukan oleh kamu dan teman-temanmu.

Hal-Hal Penting dari Bacaan:

Contoh sederhana konduksi yaitu memindahkan buku secara estafet atau bergiliran dari satu teman ke teman berikutnya.

– Paragraf 3: Lama-kelamaan ujung sendok yang kamu pegang juga akan terasa panas.

Peristiwa tersebut merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konduksi.

Hal-Hal Penting dari Bacaan:

Benda yang dipegang manusia dapat menjadi panas karena mendapat kalor dari suhu tubuh manusia.

– Paragraf 4: Peristiwa konduksi juga dapat kamu jumpai pada saat kamu memasak.

Hal-Hal Penting dari Bacaan:

Contoh konduksi lainnya yaitu saat seseorang memasak air dengan panci.

Api menghasilkan panas, lalu mengalirkannya secara langsung ke panci.

– Paragraf 5: Setrika listrik merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan prinsip perpindahan panas secara konduksi.

Ketika setrika dihubungkan dengan arus listrik maka arus listrik akan mengalir melalui elemen pemanas.

Hal-Hal Penting dari Bacaan:

Setrika juga merupakan contoh konduksi.

Listrik menghasilkan panas, lalu panas dialirkan oleh setrika untuk merapikan kain ketika digunakan.

2. Proses perpindahan kalor secara konduksi erjadi ketika sumber panas bersentuhan dengan benda tertentu hingga benda tersebut juga menjadi panas.

3. Contoh perpindahan panas secara konduksi berdasarkan bacaan:

– Kegiatan estafet buku dengan teman-teman

– Peristiwa konduksi pada setrika listrik

– Sendok yang dipegang seseorang terus-menerus.

Contoh perpindahan panas secara konduksi yang kamu temui dalam kehidupan sehari-hari:

– Panci berisi air yang menjadi panas ketika diletakkan di atas api

– Minyak yang mendidih ketika didiamkan di dalam wajan di atas kompor yang menyala

– Garpu yang menjadi panas ketika digunakan untuk menyendok mi yang panas.

Ayo Mencoba

Peristiwa perpindahan panas secara konduksi dapat kita jumpai sehari-hari di sekitar kita. Kali ini kamu akan mengamati dan melakukan percobaan untuk membuktikan perpindahan panas secara konduksi. Lakukan kegiatan berikut ini dengan mengikuti petunjuknya secara saksama.

Menyelidiki Perpindahan Panas secara Konduksi

Alat dan Bahan yang Diperlukan:

1. Sebuah sendok dari logam

2. 200 mL air hangat

3. Sebuah gelas bening

Cara Kerja:

1. Masukkan air hangat ke dalam gelas bening.

2. Masukkan sendok ke dalam gelas yang berisi air hangat.

3. Setelah beberapa saat peganglah ujung sendok dengan tanganmu.

4. Tetaplah memegang ujung sendok selama lebih kurang 2—3 menit.

5. Catatlah apa yang kamu rasakan.

Setelah melakukan kegiatan di atas, jawablah pertanyaan berikut sebagai panduan membuat kesimpulan.

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa yang kamu rasakan setelah memegang sendok yang dimasukkan dalam air hangat?

2. Mengapa ujung sendok yang kamu pegang terasa panas?

3. Termasuk peristiwa apakah perpindahan panas pada percobaan ini? Mengapa disebut demikian?

4. Tulisan kesimpulan berikut ini!

Jawaban:

1. Tangan merasakan panas setelah memegang sendok tersebut.

2. Ujung sendok menjadi panas karena panas dari air tersebut mengalir ke sendok

3. Peristiwa tersebut termasuk perpindahan panas secara konduksi

4. Kesimpulan peristiwa konduksi yaitu perpindahan panas secara langsung tanpa zat perantara.

Sumber panas dapat mengalirkan panas pada benda lain secara langsung.

Sehingga, benda tersebut menjadi panas.

Bonus Cerita Anak SD: Dongeng Putri Tidur

Dongeng Putri Tidur

Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan bijaksana. Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya. Tapi ada satu yang masih terasa kurang. Sang Raja belum dikaruniai keturunan.

Setiap hari raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah 9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik.

Raja sangat bahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya. Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan mantera baiknya.

“Jadilah engkau putri yang baik hati”, kata penyihir pertama.

“Jadilah engkau putri yang cantik”, kata penyihir kedua.

“Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun”, kata penyihir ketiga.

“Jadilah engkau putri yang pandai berdansa”, kata penyihir keempat.

“Jadilah engkau putri yang bijaksana”, kata penyihir kelima.

“Jadilah engkau putri yang pandai menyanyi”, kata pneyihir keenam.

Sebelum penyihir ketujuh memberikan mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak, “Mengapa aku tidak diundang ke pesta ini?”

Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan mantanya sempat bersembunyi dibalik tirai.

“Karena aku tidak diundang, aku akan mengutuk anakmu.”

Penyihir tua yang jahat segera mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata, “sang putri akan mati tertusuk jarum pemintal benang, ha ha ha ha!..”.

Si penyihir jahat segera pergi setelah mengeluarkan kutukannya. Para undangan terkejut mendengar kutukan sang penyihir jahat itu. Raja dan permaisuri menangis sedih.

Pada saat itu, muncullah penyihir baik yang ketujuh.

“Jangan khawatir, aku bisa meringankan kutukan penyihir jahat,” ujar penyihir ketujuh.

“Sang putri tidak akan wafat, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah terkena jarum pemintal benang, dan ia akan terbangun kembali setelah seorang pangeran datang padanya”, lanjut penyihir ketujuh.

Setelah kejadian itu, raja segera memerintahkan agar semua alat pemintal benang yang ada di negerinya segera dikumpulkan dan dibakar.

Enam belas tahun kemudian, sang putri telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati. Tidak berapa lama raja dan permaisuri melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sang putri yang cantik tinggal di istana. Ia berjalan-jalan keluar istana. Ia masuk ke dalam sebuah puri. Di dalam puri itu, ia melihat sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia membuka pintu kamar tersebut dan ternyata di dalam kamar itu, ia melihat seorang nenek sedang memintal benang.

Setelah berbicara dengan nenek tua, sang putri duduk di depan alat pemintal dan mulai memutar alat pemintal itu.

Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tiba-tiba jari sang putri tertusuk jarum alat pemintal. Ia menjerit kesakitan dan tersungkur di lantai.

“Hi hi hi….. tamatlah riwayatmu!”, kata sang nenek yang ternyata adalah si penyihir jahat.

Hilangnya sang putri dari istana membuat khawatir orang tuanya. Semua orang diperintahkan untuk mencari sang putri. Sang putri pun ditemukan. Tetapi ia dalam keadaan tak sadarkan diri.

“Anakku! malang sekali nasibmu” ratap raja.

Tiba-tiba datanglah penyihir muda yang baik hati.

“Jangan khawatir, tuan putri hanya akan tertidur seratus tahun,” kata penyihir.

“Tapi ia tidak akan sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua,” lanjutnya sambil menebarkan sihirnya ke seisi istana.

Kemudian, penyihir itu menutup istana dengan semak berduri agar tak ada yang bisa masuk ke istana.

Seratus tahun yang panjang pun berlalu. Seorang pangeran dari negeri seberang kebetulan lewat di istana yang tertutup semak berduri itu.

Menurut cerita orang desa di sekitar situ, istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan. Tentu saja pangeran tidak percaya begitu saja pada kabar itu.

“Akan kuhancurkan naga itu,” kata sang pangeran.

Pangeran pun pergi ke istana. Sesampai di gerbang istana, pangeran mengeluarkan pedangnya untuk memotong semak belukar yang menghalangi jalan masuk.

Namun, setelah dipotong berkali-kali semak itu kembali seperti semula.

“Semak apa ini?” kata pangeran keheranan.

Tiba-tiba muncullah seorang penyihir muda yang baik hati.

“Pakailah pedang ini,” katanya sambil memberikan sebuah yang pangkalnya berkilauan.

Dengan pedangnya yang baru, pangeran berhasil masuk ke istana.

“Nah itu dia menara yang dijaga oleh naga.”

Pangeran segera menaiki menara itu. Penyihir jahat melihat kejadian itu melalui bola kristalnya.

“Akhirnya kau datang, pangeran. Kau pun akan terkena kutukan sihirku!” Penyihir jahat itu bergegas naik ke menara.

Ia menghadang sang pangeran.

Hai pangeran! jika kau ingin masuk, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!” teriak si penyihir.

Dalam sekejap, ia merubah dirinya menjadi seekor naga raksasa yang menakutkan. Ia menyemburkan api yang panas.

Pangeran menghindar dari semburan api itu. Ia menangkis sinar yang terpancar dari mulut naga itu dengan pedangnya.

Ketika mengenai pangkal pedang yang berkilau, sinar itu memantul kembali dan mengenai mata sang naga raksasa. Kemudian, dengan secepat kilat, pangeran melemparkan pedangnya ke arah leher sang naga.

“Aaaaa….!”

Naga itu jatuh terkapar di tanah, dan kembali ke bentuk semula, lalu mati.

Begitu tubuh penyihir tua itu lenyap, semak berduri yang selama ini menutupi istana ikut lenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba penyihir muda yang baik hati muncul di hadapan pangeran.

“Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang pergilah ke tempat sang putri tidur,” katanya.

Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang putri tidur. Ia melihat seorang putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar yang merekah.

“Putri, bukalah matamu,” katanya sambil menggengam tangan sang putri.

Pangeran mencium pipi sang putri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan sang putri.

Setelah tertidur selama seratus tahun, sang putri terbangun dengan kebingungan.

“Ah apa yang terjadi?Siapa kamu?”tanyanya.

Lalu pangeran menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada sang putri.

“Pangeran, kau telah mengalahkan naga yang menyeramkan. Terima kasih pangeran,” kata sang putri.

Ketika melihat sang putri dalam keadaan sehat, raja dan permaisuri sangat bahagia. Mereka sangat berterima kasih pada sang pangeran yang gagah berani.

Kemudian pangeran berkata, “paduka raja, hamba punya satu permohonan. Hamba ingin menikah dengan sang putri.”

Raja pun menyetujuinya. Hari pernikahan sang putri dan pangeran pun tiba. Orang berbondong-bondong datang dari seluruh pelosok negeri untuk mengucapkan selamat. Tujuh penyihir yang baik juga datang dengan membawa hadiah.

Related posts