Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 4 SD Halaman 120, 121, 122, 123, 124, 125 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Cita-Citaku | Giat Berusaha Meraih Cita-Cita |
Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 4 SD Halaman 120, 121, 122, 123, 124, 125
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 6 Kelas 4 SD Halaman 120, 121, 122, 123, 124, 125? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.
Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 120, 121, 122, 123, 124, 125. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.
Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 6 Kelas 4 Halaman 120, 121, 122, 123, 124, 125) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur.
Jawaban Tema 6 Kelas 4 Halaman 120, 121, 122, 123, 124, 125

Perhatikan gambar di atas!
Pernahkah kamu menemui anak-anak yang bekerja menjadi pemulung seperti di atas? Pernahkah kamu berpikir mengapa mereka bekerja di usia muda mereka? Apakah yang dilakukan mereka? Apakah peran mereka di masyarakat?
Tahukah kamu, bahwa beberapa anak pemulung tetap bersekolah. Mereka memiliki cita-cita juga seperti kamu. Bahkan ada beberapa pemulung yang, telah mencapai cita-citanya dengan gemilang.
Ayo Membaca
Simaklah bacaan berikut dengan saksama!
Aku, Sarjana Pemulung
Namaku Wahyudin, biasa dipanggil Wahyu. Aku anak pasangan buruh tani.
Aku tinggal bersama kelima saudara tiriku dan dua adikku, selain orang tuaku. Karena kemiskinan, tidak ada satu pun dari kakak tiriku yang dapat menamatkan sekolah dasarnya.
Aku pun terancam demikian, karena kami tidak punya uang untuk sekolah. Tetapi aku bertekad, aku harus sekolah.
Saat subuh aku pergi mengumpulkan sampah plastik dan kardus untuk dijual. Pekerjaanku ini disebut memulung. Aku adalah seorang pemulung.
Hasil dari memulung digunakan untuk membayar uang sekolahku. Aku memulung sejak usia 10 tahun pada saat aku duduk di kelas IV SD.
Untuk menamatkan sekolah dasar, aku perlu tambahan biaya. Selain memulung, aku pun menggembalakan kambing tetangga.
Sewaktu SMP, aku juga berjualan gorengan. Apa pun kulakukan agar aku dapat sekolah. Pada saat SMA aku menjalani tujuh profesi sekaligus agar aku tetap sekolah. Tetapi meski demikian, aku selalu dapat menjadi juara di sekolahku.
Pada tahun 2013, aku telah menyelesaikan kuliahku di Jakarta dengan tetap menjadi pemulung. Lalu, aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah kembali di ITB (Institut Teknologi Bandung), yang
kini hampir selesai.
Aku bangga telah mencapai cita-citaku untuk terus sekolah, meskipun dengan perjuangan yang panjang dan berat.
Lengkapilah diagram berikut ini berdasarkan bacaan tersebut!

Cita-cita Wahyudin:
Jawaban:
Ingin bersekolah
Halangan yang dihadapi:
Jawaban:
Tidak ada biaya.
Sikap yang dimiliki:
Jawaban:
Kerja keras dan tidak mudah menyerah.
Usaha yang dilakukan:
Jawaban:
– Wahyudin mengumpulkan sampah plastik dan kardus untuk dijual.
– Menggembala kambing tetangga.
– Berjualan gorengan
Apa saja prestasi yang telah diraih Wahyudin karena usaha dan kerja kerasnya?
Jawaban:
– Bisa menyelesaikan sekolahnya.
– Mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah kembali di ITB (Institut Teknologi Bandung),
Apa kesimpulanmu terhadap usaha Wahyudin untuk meraih cita-citanya?
Jawaban:
Berusaha meraih cita-cita untuk terus sekolah, meskipun dengan perjuangan yang panjang dan berat.
Ayo Membaca
Bacalah puisi berikut di dalam hati!
Sahabatku Seorang Pemulung
Ciptaan: D. Karitas
Tangan-tangan kecilmu begitu lincah
Mengais dan memilah sampah rumah
Kamu mencari plastik
Bahkan kertas dan kardus
Berbekal karung dan tongkat kecil
Kamu mencari dan menemukan
Barang-barang yang telah dibuang pemiliknya
Untuk ditukarkan kepada para pengepul
Aku mengagumimu, sahabatku
Kamu tidak pernah menyerah
Kamu tidak pernah mengeluh
Kamu selalu bersemangat
Semoga kamu dapat mencapai cita-citamu
Seperti aku pun berjuang untuk itu
Mari kita saling mendukung
Untuk menjadi yang kita mau
Setelah membaca puisi tersebut, lakukanlah kegiatan berikut!
1. Baca lagi puisi “Sahabatku Seorang Pemulung” di dalam hati.
2. Tentukan tanda jeda untuk menentukan waktu berhenti lama dan berhenti sejenak.
3. Bacakan puisimu kepada teman sebangkumu. Minta temanmu untuk menyimak cara membacamu dengan penempatan tanda jeda yang sesuai.
4. Diskusikan pendapat kalian. Lakukan secara bergantian.
5. Bacakan puisi tersebut di depan kelas dengan lafal yang jelas dan jeda yang sesuai.
Jawaban:
Sahabatku Seorang Pemulung
Ciptaan: D. Karitas
Tangan-tangan kecilmu / begitu lincah//
Mengais // dan memilah / sampah rumah //
Kamu mencari plastik /
Bahkan kertas dan kardus//
Berbekal karung dan tongkat kecil /
Kamu // mencari dan menemukan /
Barang-barang yang telah dibuang pemiliknya /
Untuk ditukarkan kepada para pengepul//
Aku // mengagumimu, sahabatku //
Kamu // tidak pernah menyerah
Kamu / tidak pernah mengeluh
Kamu / selalu bersemangat //
Semoga kamu // dapat mencapai cita-citamu /
Seperti aku pun berjuang untuk itu//
Mari // kita saling mendukung
Untuk menjadi yang kita mau///
Ayo Berkreasi
Banyak usaha telah dilakukan untuk memanfaatkan barang bekas atau tidak terpakai di lingkungan sekitar. Salah satunya dengan mendaur ulang barang-barang bekas pakai yang berasal dari rumah untuk membuat karya
seni rupa. Membuat karya seni rupa dengan menggunakan barang bekas adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan. Kali ini kamu akan membuat karya kolase dengan menggunakan bahan kertas koran bekas.
Tahukah kamu tentang kolase? Kolase adalah teknik untuk membuat karya seni rupa dua dimensi dengan cara memotong dan menempel. Bahan yang digunakan terdiri atas berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar.
Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk memulai membuat kolase.
Siapkan bahan-bahan berikut ini.
1. Selembar kertas, bisa kertas karton atau kertas sketsa/gambar.
2. Lem.
3. Gunting.
4. Koran bekas.
5. Gambar.
Langkah-langkah kolase sebagai berikut membuat .
1. Siapkan gambar pola pada selembar kertas.
2. Buatlah potongan-potongan bahan (koran bekas, kardus, plastik).
3. Tempelkan potongan-potongan tersebut ke permukaan gambar yang telah disediakan.

Tahukah Kamu
Tahukah kamu, bahwa sampah telah menjadi masalah lingkungan yang semakin sulit diatasi? Sampah plastik telah menutupi beberapa samudra dan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius. Banyak hewan laut mati karena memakan sampah plastik.
Salah satu cara yang dilakukan masyarakat kini adalah dengan menggalakkan gerakan daur ulang sampah plastik. Tujuan mendaur ulang sampah plastik untuk memperpanjang usia pemakaian barang sehingga tidak perlu membeli untuk sementara waktu. Dengan demikian, jumlah sampah dapat dikurangi jumlahnya. Dengan melakukan penghematan penggunaan barang dari alam, kita telah melakukan usaha pelestarian makhluk hidup di sekitar kita.
Ayo Membaca
Keanekaragaman makhluk hidup telah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia atau makhluk hidup lainnya. Sepantasnya manusia berusaha dan bertindak untuk memelihara, mengembangkan dan menjaga keanekaragaman makhluk hidup sebagai sumber daya alam hayati, agar senantiasa dapat memperoleh manfaatnya.
Masyarakat dunia sekarang harus segera bertindak melestarikan keanekaragaman makhluk hidup. Dampak buruk yang kepunahan makhluk hidup telah merugikan bagi manusia itu sendiri. Di Indonesia, banyak jenis hewan dan tumbuhan asli Indonesia berada di ambang kepunahan.
Pelestarian makhluk hidup dapat dilakukan melalui cara-cara di antaranya berikut.
1. Upaya Pelestarian Tumbuh-tumbuhan
Upaya yang dilakukan sebagai berikut.
a. Kebun koleksi, biasanya hanya untuk mempertahankan tumbuhan bibit unggul. Contoh: kebun kelapa di Bone-Bone, kebun mangga di Pasuruan.
b. Kebun plasma nutfah, merupakan perkembangan kebun koleksi. Contoh: Kebun plasma nutfah di Cibinong LIPI dengan buah-buahan inti, talas, dan suweg.
c. Kebun botani, didirikan pada tahun 1817 di Bogor, terkenal dengan nama Kebun Raya Bogor.
2. Upaya Pelestarian Hewan
Upaya yang dilakukan sebagai berikut.
a. Menangkar hewan langka dengan cara mengisolasi hewan tersebut.
b. Mengambil telur-telur hewan untuk dibantu menetaskannya.
c. Memindahkan hewan langka ke tempat yang lebih cocok.
d. Membuat undang-undang perburuan.
e. Menindak tegas para pelanggar dengan memberikan sanksi hukum sesuai hukum yang berlaku.
Ayo Berlatih
Berdasarkan bacaan di atas dan dengan menggunakan berbagai sumber informasi, lakukanlah kegiatan berikut!
1. Bersama dengan teman sekelompokmu carilah informasi sebanyak-banyaknya terhadap usaha-usaha pelestarian makhluk hidup.
2. Cari informasi apakah ada pelestarian makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang ada di sekitarmu.
3. Cari tahu kegiatan pelestarian apa sajakah yang telah dilakukan, jenis hewan dan tumbuhan yang dilestarikan, cara melestarikan, dan kapan didirikan.
4. Presentasikan hasil pekerjaanmu dalam bentuk poster.
5. Presentasikan hasilnya di depan kelas.
Jawaban
Usaha untuk melestarikan mahluk hidup ialah kita terus melestarikan hewan yang jarang kita temui atau hewan langka, menanam pohon untuk perlindungan mahluk hidup,dan tidak menebang hutan sembarangan.
Ayo Renungkan
– Sebutkan hal yang paling menarik bagimu pada kegiatan belajar hari ini!
Jawaban:
Bagian saat membaca puisi
– Sebutkan peran para pemulung untuk pelestarian lingkungan!
Jawaban:
Pemulung sangat berperan dalam pelestarian karena dapat mengurangi penambahan jumlah sampah menghemat tenaga dan biaya daur ulang, menjadi pemilah sampah, dan menghindari pencemaran tanah
Kegiatan Bersama Orang Tua
Buatlah sebuah kolase bersama anggota keluarga di rumah dengan menggunakan berbagai barang bekas di rumah, seperti koran, majalah, atau kain.
Bonus Cerita Anak SD: Orang Sakit dan Petugas Pemadam Kebakaran
Orang Sakit dan Petugas Pemadam Kebakaran
Pernah ada sebuah rumah yang mulai terbakar, di mana salah seorang penghuni rumah tersebut adalah orang yang terbaring sakit dan tak bisa bergerak.
Saat itu, masuklah seorang petugas pemadam kebakaran untuk menyelamatkannya, tetapi si Orang Sakit berkata:
“Tidak usah pedulikan saya,” kata si Orang Sakit, “Selamatkanlah orang yang sehat terlebih dahulu.”
Dongeng Orang Sakit dan Petugas Pemadam Kebakaran (Robert Louis Stevenson) | DONGENG ANAK DUNIA
“Bisakah engkau memberi tahu saya alasan anda berkata begitu?” tanya si Pemadam Kebakaran.
“Saya merasa ini adalah pilihan yang paling baik dan adil,” kata si Orang Sakit. “Yang kuat harus didahulukan karena mereka bisa menyumbangkan tenaganya dan memberikan jasanya lebih banyak dibandingkan orang yang lemah dan sakit-sakitan.”
Si Pemadam Kebakaran merenung beberapa saat, lalu berkata “Saya bisa saja mengabulkan permintaan kamu tadi, tapi coba anda jelaskan, tugas dan jasa-jasa apa saja yang bisa diberikan oleh orang yang sehat dan kuat?”
“Tugas orang yang lebih kuat adalah membantu orang yang lemah.”
Si Pemadam Kebakaran kembali merenung sebentar, lalu berkata kembali, “Saya mengerti bahwa kamu berada dalam kondisi kurang sehat, tapi saya tidak mengerti mengapa engkau begitu bodoh.” Lalu si Pemadam Kebakaran pun mengangkat si Orang Sakit dari tempat tidurnya dan menyelamatkannya keluar dari rumah yang terbakar.

