Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24 Kurikulum 2013 (K-13) Revisi

kunci jawaban tematik kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Cuaca | Keadaan Cuaca |

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24

Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.

Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.

Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 5 Kelas 3 Halaman 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur. 

Jawaban Tema 5 Kelas 3 Halaman 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24

Ayo Berlatih

Siti membantu Ibu menyiapkan sarapan. Siti juga menyiapkan bekal untuk sekolah. Ayah menyaksikan berita prakiraan cuaca di televisi.

Menurut berita, cuaca akan cerah siang hari ini. Sore hari, cuaca diperkirakan mendung. Hujan akan turun pada malam harinya.

Ibu memasak nasi goreng untuk sarapan hari ini. Yuk, kita bantu Siti membaginya untuk anggota keluarga.

Siti membagi nasi goreng untuk anggota keluarga. Masing-masing mendapat 3 sendok nasi.

Ibu membuat telur dadar satu bundaran besar. Ibu memotongnya menjadi 8 bagian. Setiap anggota keluarga mendapat 2 potong.

Ini sama artinya dengan setiap anggota keluarga mendapatkan dua perdelapan bagian telur dadar.

Siti menambahkan timun pada piring nasi goreng. Satu buah timun dipotong menjadi 16 bagian. Setiap anggota keluarga mendapatkan 4 potong timun.

Ini sama artinya dengan setiap anggota keluarga mendapat empat perenam belas bagian timun.

Wah, ternyata Ibu juga menambahkan sosis. Ada 1 buah sosis yang Ibu siapkan. Satu buah sosis dipotong menjadi enam bagian. Sosis dibagi hanya untuk Ayah, Siti, dan adik. Masing-masing mendapat 2 dari 6 potong.

Ini sama artinya masing-masing mendapat dua perenam bagian sosis.

Ayo Berlatih

Tulislah lambang pecahan untuk soal-soal di bawah ini.

Jawaban:

Edo menghampiri teman-teman saat istirahat. Edo menunukkan sebuah cerita pada buku yang dibawanya. Yuk, kita membaca dengan nyaring. Cerita tentang cuaca yang ada di buku Edo.

Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang disuarakan keras. Jadi, keraskan suaramu saat membaca nyaring. Suaramu harus terdengar oleh teman-teman di kelas.

Persahabatan Matahari dan Awan

Matahari telah lama bersahabat dengan Awan. Mereka saling membantu satu sama lain. Terkadang, mereka berbagi cerita ataupun keluh dan kesah.

Suatu hari, Matahari terlihat kesal. “Aku akan keluarkan sinar terikku untuk bumi,” ucap Matahari.

“Mengapa engkau ingin bersinar terik, sahabatku?” tanya Awan.

“Aku sedang kesal. Manusia sering tidak disiplin,” jawab Matahari.

“Maksudmu, bagaimana? Manusia yang tidak disiplin, mengapa engkau yang kesal?” Tanya Awan.

“Iya, mereka sering seenaknya saja. Sudah aku bangunkan pagi hari. Menggunakan sinar yang lembut. Akan tetapi, mereka tetap tidak bangun. Saat siang hari, sinarku sangat terik. Mereka malah asyik bermain. Harusnya, mereka beristirahat di rumah. Sinar terikku saat siang hari dapat membakar kulit mereka,” ungkap Matahari.

“Mungkin manusia tidak bermaksud demikian, Matahari? Mereka tetap bermain saat sinarmu terik. Mereka ingin memanfaatkan cuaca cerah itu,” ujar Awan.

“Kamu bayangkan, saat wajahmu bersembunyi terus di balik tubuhku, hujan turun sepanjang hari. Manusia tidak dapat melakukan aktivitasnya. Jadi, hari ini, engkau menampakkan wajahmu. Mereka memanfaatkannya untuk bermain.”

Setelah membaca cerita Persahabatan Matahari dan Awan, jawablah pertanyaan berikut ini.

1. Siapakah tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut?

Jawaban:

Tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut adalah Awan dan Matahari

2. Apa yang membuat Matahari merasa kesal?

Jawaban:

Matahari kesal karena manusia sering tidak disiplin

3. Apa yang telah dilakukan manusia sehingga Matahari kesal?

Jawaban:

Manusia tidak bangun saat Matahari bangun pada pagi hari dengan sinar yang lembut.

Lalu saat siang hari, saat sinar Matahari sangat terik, manusia malah asyik bermain.

4. Seandainya kalian menjadi Matahari. Apa yang akan kalian lakukan terhadap manusia yang tidak disiplin?

Jawaban:

Jika saya menjadi matahari, saya akan tetap menyinari.

Termasuk untuk orang-orang yang tidak berdisiplin karena karena energi matahari sangat dibutuhkan mereka.

Beni sangat senang membaca cerita Persahabatan Matahari dan Awan. Yuk, kita bantu Beni menemukan kata-kata yang berhubungan dengan keadaan cuaca dari cerita itu.

Jawaban:

Bonus Cerita Anak SD: Misteri Dasi

Misteri Dasi

Ayah Carlo pembuat dasi yang hebat. Berbagai corak dan motif dasi telah dibuatnya. Polos, bergaris, polkadot, batik, dan lainnya. Banyak pula dasi yang dilukisnya sendiri.

Carlo anak yang rajin dan cerdas. Selain membantu ayahnya melayani pembeli di toko, Carlo pun belajar melukis dasi.

Sore ini, toko sedang sepi saat seorang laki-laki berwajah ramah muncul. Carlo terkejut. Orang itu adalah Doktor Agam, seorang peneliti lingkungan yang terkenal di kota Carlo. Hasil penelitiannya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Ada yang bisa saya bantu,pak?” Carlo gugup.

“Tolong carikan dasi yang cocok buatku, nak…” kata Doktor Agam lembut. “Aku ada acara besok malam.”

“Nama saya Carlo. Apa warna baju yang akan anda pakai besok?” tanya Carlo bersemangat.

“ehmmmm…putih polos.”

Aha! Carlo tersenyum. Tidak sulit! Semua warna dan motif dasi akan cocok dengan baju warna putih. Carlo teringat pada dasi buatanya. Alangkah bangganya jika dasi buatannya dipakai oleh orang sehebat Doktor Agam. Dasi itu berwarna biru. Di dasi itu, Carlo melukis gelombang laut, rumput laut, dan dua ekor ikan yang sedang berenang.

“Kehidupan di laut harus selalu dijaga. Itulah makna lukisan dasi buatan saya ini, pak,” jelas Carlo sambil menunjukkan dasi buatannya.

“Oh, luar biasa! Aku akan membelinya.”

Carlo senang sekali. Ia segera membungkus dasi itu, lalu menyerahkannya kepada Doktor Agam.

“Carlo, kau anak yang mengagumkan. Datanglah besok malam ke rumahku,” undang Doktor Agam.

Wow! Carlo terperangah. Kejutan yang hebat.

Esoknya, Carlo datang ke undangan Doktor Agam bersama ayahnya. Betapa bangganya Carlo melihat dasi buatannya dipakai oleh peneliti yang ramah itu.

“Selamat datang,”sambut Doktor Agam. “Ssst, apa dasi ini benar-benar cocok untukku?”

“Tentu, pak,” bisik Carlo.

Rumah Doktor Agam ramai. Ternyata, malam ini ada acara penganugerahan penghargaan untuk Doktor Agam. Terlihat beberapa polisi yang berjaga. Menurut ayah Carlo, Doktor Agam akhir-akhir ini sering mendapat ancaman penculikan.

Ayah Carlo asyik mengobrol dengan tamu lain. Sementara itu, Carlo berkeliling di rumah Doktor Agam yang luas. Tak sengaja, Carlo bertemu dengan empat penari topeng yang akan memberi hiburan. Sayang, mereka sangat tidak ramah.

Acara dimulai. Para tamu berkumpul di ruang tengah yang luas. Doktor Agam tersenyum pada semua tamu. Penganugerahan penghargaan untuk Doktor Agam diserahkan oleh wakil dari pemerintah kota. Para tamu bertepuk tangan.

Lalu, para penari topeng muncul. Mereka menari dengan gagap gempita. Tiba-tiba lampu padam. Ruangan gelap gulita. Suasana kacau balau. Carlo ketakutan. Ia memegang erat ayahnya.

Untunglah lampu segera menyala. Acara kembali berlanjut. Tetapi, Carlo melihat sikap Doktor Agam yang tampak berbeda. Ia tak banyak senyum dan sering menunduk.

Setelah acara usai, para tamu berpamitan kepada Doktor Agam.

“Terima kasih telah mengundang kamu!” pamit Carlo. Doktor Agam tampak tak peduli.

“Silakan mengunjungi toko kami lagi. Kami akan membuatkan dasi terbaik untuk anda,” kata Carlo. Doktor Agam tampak jengkel.

“Dasi? siapa peduli? Cepat pergi, anak kecil!” bisiknya menghardik.

Tentu saja Carlo terkejut. “Uh, aneh sekali Doktor Agam!”

Carlo beranjak pergi. Tak sengaja, matanya menatap dasi Doktor Agam. Mata Carlo terbelalak. Mulutnya  menganga.

“Yuk pulang! Doktor Agam pasti kecapekan,” ajak ayah Carlo.

“Di… dia b-bbbbukan Doktor Agam!” seru Carlo.

Ayah Carlo terkejut. Carlo menunjuk dasi yang dipakai oleh Doktor Agam.

Para tamu gempar. Polisi segera beraksi. Ternyata, saat lampu padam, Doktor Agam diculik. Ia digantikan oleh Doktor Agam palsu yang memakai topeng wajah mirip Doktor Agam. Para penari topeng itu ternyata anggota kawanan penculik. Mereka berkomplot dengan asisten Doktor Agam. Polisi berhasil menangkap mereka semua.

“Bagaimana kau tahu dia bukan Doktor Agam?

Dia meniru semua penampilan Doktor Agam, tanya seorang polisi pada Carlo, saat keadaan sudah tenang.

“Ada yang berbeda,” kata Carlo. ” Dasi Doktor Agam bergambar gelombang laut, raumput laut dan dua ikan uang berenang. Tetapi, gambar ikan pada dasi Doktor Agam asli menghadap ke kanan, sedangkan yang palsu menghadap ke kiri. Aku tahu, sebab akulah pelukisnya!”

Semua orang berdecak kagum. Mereka memuji ketelitian Carlo. Polisi kini tahu, asisten Doktor Agam yang membuat tiruan dasi bergambar ikan itu. Namun, tiruannya tidak sempurna. Ketika pulang, wajah Carlo berseri-seri. Ia senang, Doktor Agam berhasil dibebaskan dari penculikan.

DOWNLOAD DI SINI

Related posts