Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Cuaca | Keadaan Cuaca |
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.
Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.
Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 5 Kelas 3 Halaman 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur.
Jawaban Tema 5 Kelas 3 Halaman 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8
Udara malam sehabis hujan terasa lebih dingin. Udin melanjutkan aktivitas dengan belajar. Ayo, kita bantu Udin menyelesaikan soal-soal berikut ini.
Tuliskan keadaan cuaca berdasarkan gambar di bawah ini!

Jawaban:
1. Mendung
2. Cerah
3. Hujan
4. Cerah berawan
5. Berawan
Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
Terkadang cerah, berawan, mendung, atau hujan.
Di bawah ini adalah simbol-simbol cuaca. Amati baik-baik.
Amati cuaca selama lima hari. Lengkapi tabel di bawah ini. Gunakan simbol cuaca.
Jawaban:
Tergantung keadaan cuaca di sekitar tempat tinggal peserta didik.
Misal:

Cuaca apa yang sering terjadi di daerahmu lima hari ini yakni Cerah
Tuliskan informasi yang kamu ketahui tentang keadaan cuaca sesuai dengan simbolnya.
Gunakan kalimat yang baik dan mudah dimengerti.
Jawaban:
– Cerah
Cuaca cerah ini ditandai dengan matahari yang bersinar cerah, langit terang, awan yang ada di langit jumlahnya sangat sedikit, udara terasa hangat.
– Berawan
Sinar matahari sering tertutup oleh awan yang ada di langit.
Awan yang tebal menyebabkan langit menjadi agak gelap.
Cuaca berawan ini biasanya menandakan bahwa hujan akan turun di hari tersebut.
– Hujan
Cuaca hujan terjadi di mana terjadi jatuhnya titik-titik air ke permukaan bumi.
Ayo Berlatih
A. Mengenal pecahan sederhana, Mengenal pecahan setengah, sepertiga, seperempat, dan seperenam.
Perhatikan potongan kue A dan B di halaman 6.
Kue A
1. Satu dibagi 2 bagian yang sama.
2. Nilai tiap bagian satu per dua atau seperdua.
3. Yang diarsir 1 dari 2 bagian, nilainya 1 per 2
atau seperdua.
4. Lambang pecahan seperdua adalah 1/2.
5. 1 disebut pembilang dan 2 disebut penyebut.
Kue B
1. Satu dibagi 4 bagian yang sama.
2. Nilai tiap bagian satu per empat atau seperempat.
3. Yang diarsir 1 dari 4 bagian, nilainya 1 per 4
atau seperempat.
Lambang pecahan seperempat adalah 1/4.
4. 1 disebut pembilang dan 4 disebut penyebut.
Tulislah lambang pecahan untuk soal di bawah ini.
1. Berapa bagian pizza yang sudah dimakan Udin?
Jawaban:
1/4
2. Siti senang makan buah apel. Ia ingin membaginya pada Lani dan Dayu. Berapa bagiankah buah apel dipotong agar Siti, Lani, dan Dayu mendapat bagian yang sama?
Jawaban:
1/3
3. Ibu menyediakan satu roti panjang untuk sarapan pagi keluarga. Roti utuh ini dipotong menjadi 4. Setiap anggota keluarga akan mendapat berapa bagian roti?
Jawaban:
1/4
4. Saat udara panas, makan buah jeruk terasa menyegarkan. Beni ingin membagi jeruknya pada Edo. Dari satu buah jeruk, Beni dan Edo akan mendapat berapa bagian?
Jawaban:
1/2
5. Lani membawa kue bulan ke sekolah. Lani ingin membaginya untuk 4 orang. Satu bagian diberikan untuk Lani, Siti, Udin, dan Beni. Berapa bagian kue kah yang didapatkan setiap teman?
Jawaban:
1/4
6. Siti berulang tahun. Dia ingin berbagi martabak manis aneka rasa untuk teman-teman di kelas. Satu loyang martabak dipotong untuk 8 orang. Berapa bagian martabak untuk setiap orang?
Jawaban:
1/8
Bonus Cerita Anak SD: Dongeng Burung Lark yang Bersarang di Ladang Gandum
Dongeng Burung Lark yang Bersarang di Ladang Gandum
Seekor burung Lark (burung jenis ini tidak membangun sarangnya di pohon, tetapi di permukaan tanah) membangun sarangnya di permukaan tanah pada suatu ladang gandum. Seiring dengan berjalannya waktu, gandum ini tumbuh makin tinggi, begitu pula dengan anak-anak burung Lark yang tumbuh makin kuat. Suatu hari, ketika biji-biji gandum yang terlihat kuning keemasan terayun-ayun saat tertiup angin, sang Petani dan anaknya datang ke ladang tersebut.
“Gandum ini telah siap untuk kita panen,” kata sang Petani. “Kita harus memanggil tetangga-tetangga dan teman-teman untuk membantu kita memanennya.”
Anak-anak burung Lark yang masih muda dan kebetulan mendengar pembicaraan tersebut menjadi takut, karena mereka mengerti bahwa hidup mereka berada dalam keadaan bahaya apabila mereka tidak pindah dari sarangnya saat para pemanen datang. Ketika induk burung datang membawakan mereka makanan, mereka langsung menceritakan apa yang telah mereka dengarkan.
“Janganlah takut anak-anakku,” kata sang Induk Burung. “Jika petani mengatakan akan memanggil tetangga dan teman-temannya untuk membantunya mengerjakan pekerjaannya, gandum-gandum ini tidak akan dipanen dalam waktu dekat.
Beberapa hari kemudian, gandum-gandum di ladang menjadi sangat matang, dan disaat angin bertiup menggoyangkan batangnya, beberapa butir biji gandum jatuh bertaburan di atas kepala burung Lark yang masih muda.
“Jika gandum ini tidak kita panen dalam waktu dekat,” kata sang Petani, “kita akan kehilangan setengah dari hasil panen. Kita tidak dapat menunggu datangnya bantuan dari teman-teman kita. Besok kita harus memulai pekerjaan kita, tanpa bantuan orang lain.”
Ketika burung Lark muda memberi tahu induknya tentang segala sesuatu yang mereka dengar dari sang Petani, Induknya berkata:
Kalau begitu, kita harus meninggalkan sarang ini secepatnya. Saat seorang manusia mengambil keputusan untuk mengerjakan pekerjaannya sendiri tanpa tergantung pada orang lain, yakinlah bahwa mereka tidak akan menunda pekerjaannya lagi.”
Sore itu juga, semua anak-anak burung mengepak-ngepakkan sayapnya dan mencoba untuk terbang, dan saat matahari terbit pada keesokan harinya, Petani dan anak-anaknya mulai bekerja memotong dan memanen gandum yang telah matang. Di ladang gandum tersebut, mereka menemukan sebuah sarang burung Lark yang telah kosong dan ditinggalkan oleh penghuninya.

