Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada menteri yang banyakitu. Maka ia pun berkata, “Maka segala menteri dan hulu balang itu pun tersenyum seraya berkata, “Jika sunguh tuan hamba bersaudarakan hamba sekalian ini dengan tulus dan ikhlas, hendaklah tuan hamba katakan, jika apa sekalipun.” Setelah itu maka menteri tua itu berkatalah, katanya,
“Bahwasanya hamba ini mendengar, tatkala hamba lagi kecil dahulu, perkataan mahrum yang tua itu; maka sabdanya, mahrum itu, “Adapun akan negeriku ini, jikalau tiada lagi rajanya, maka hendaklah dilepaskan gajah kesaktian itu, barang siapa yang berkenan kepadanya, ia itulah raja olehmu, supaya sentosa didalam negeri ini.” Setelah didengar oleh sekalian menteri dan hulubalang itu akan kata menteri itu, maka sekaliannya pun berkenanlah di dalam hatinya kata itu.
Karakteristik sastra Melayu berupa kemustahilan dalam kutipan tersebut adalah ….
A. Pemilihan raja ditentukan oleh gajah.
B. Raja yang turun tangan dalam memilih penggantinya.
C. Sebuah negeri dipimpin raja yang baik digantikan oleh seekor gajah.
D. Keberatan raja yang menyerahkan gajah sakitnya kepada menteri.
E. Sebuah negeri yang dipimpin oleh seekor gajah.

Jawabannya Adalah : A






