Penyair meletup-letup, jujur dalam mengungkapkan pelita kehidupan. Akan tetapi kejujuran itu pantulan untuk orang lain semata. Seperti dalam puisi “Majoi” karya Taufik Ismail. Jujur saja apakah pengarang sudah mengumpulkan fakta? Bagaimana kalau kata ganti “aku” dalam puisi digunakan “kita“ agar lebih faktual.
Kalimat kritikan yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ….
A. Tidaklah mudah menciptakan karya sastra yang bernilai dan bermutu.
B. Dalam puisi “Majoi”, Taufik Ismail sebaiknya menggunakan kata ganti “kita”
C. Seorang penyair memang harus berani mengungkapkan fakta kehidupan.
D. Ungkapan sindiran dala sebuah karya puisi dirasakan paling tepat.
E. Puisi “Majoi” salah satu puisi pemberani untuk mengungkapkan fakta

Jawabannya Adalah : B






