Tulisan ini berisi contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Model 4C, yang kamu bisajadikan contoh atau sekedar infomasi tambahan.
Dan berikut adalah 2 Contoh Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Model 4C, yang kami maksud
Contoh 1: Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Model 4C
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MODEL 4C (Connection, Challenge, Concept, dan Change)
Nama: Sarah Indah
Sekolah: Sekolah Cerdas Bahagia
Daerah: Kota Bimbingan Belajar
Minggu 1 – Connection:
Modul 2.1 membawa saya ke dalam dunia pembelajaran berdiferensiasi, yang merupakan konsep yang sangat penting dalam pendidikan. Saya mulai memahami bahwa tujuan utama pembelajaran berdiferensiasi adalah memenuhi kebutuhan belajar yang beragam dari murid-murid kita.
Dalam mengkaji materi ini, saya menyadari bahwa memenuhi kebutuhan murid merupakan landasan utama dari pembelajaran diferensiasi, dan itu sangat erat kaitannya dengan pembelajaran yang berpusat pada anak. Setiap anak adalah individu yang unik, dan sebagai guru, kami harus berupaya memahami dan merespons perbedaan-perbedaan ini.
Minggu 2 – Challenge:
Pembelajaran berdiferensiasi adalah solusi yang sangat baik untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkualitas. Saya mulai melihat bagaimana pembelajaran berdiferensiasi memberi kesempatan pada murid untuk mengembangkan potensi mereka sendiri. Dengan memperhatikan minat, kesiapan belajar, dan preferensi belajar murid, kami dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan.
Namun, saya juga menyadari bahwa menerapkan pembelajaran diferensiasi bukanlah tugas yang mudah. Bagi seorang guru yang sudah terbiasa dengan metode pembelajaran tertentu, perubahan ini bisa menjadi tantangan. Dalam situasi seperti ini, perlu adanya dukungan dan pelatihan yang baik, dan sebagai guru penggerak, saya merasa tanggung jawab untuk membantu rekan guru lainnya memahami pentingnya pembelajaran berdiferensiasi.
Minggu 3 – Concept:
Pembelajaran berdiferensiasi melibatkan serangkaian keputusan yang logis. Kami harus memahami kebutuhan belajar murid, termasuk kesiapan belajar, minat, dan preferensi belajar mereka. Saya mulai memahami bahwa kami harus merespons kebutuhan ini dengan menerapkan strategi diferensiasi konten, proses, dan produk.
Selain itu, saya juga menyadari pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan mengundang murid untuk belajar. Manajemen kelas yang efektif juga menjadi kunci dalam pembelajaran berdiferensiasi. Saya memahami bahwa evaluasi yang berkelanjutan juga penting dalam proses ini, karena itu membantu kita memastikan bahwa kami terus memenuhi kebutuhan belajar murid.
Minggu 4 – Change:
Selama empat minggu ini, saya merasa semakin siap untuk menghadapi perubahan dalam pendekatan pembelajaran saya. Saya merasa lebih kompeten dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, meskipun masih ada banyak hal yang harus dipelajari dan ditingkatkan.
Saya juga merasa terdorong untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman saya dengan rekan guru di Sekolah Cerdas Bahagia. Saya yakin bahwa dengan kolaborasi dan dukungan, kami semua dapat bekerja menuju pembelajaran yang lebih baik dan lebih memuaskan bagi murid-murid kami.
Dalam keseluruhan proses ini, saya merasa terinspirasi untuk terus mengembangkan diri dan menjadi guru yang lebih baik. Saya percaya bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah langkah yang tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Cerdas Bahagia.
Contoh 2: Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.1 Model 4C
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MODEL 4C (Connection, Challenge, Concept, dan Change)
Nama: Andi Pratama
Sekolah: SMA Harapan Jaya
Daerah: Kota Megah
Minggu 1 – Connection:
Pada minggu pertama modul 2.1, saya mulai memahami esensi dari pembelajaran berdiferensiasi. Konsep ini mengajarkan kita untuk memahami bahwa setiap murid adalah unik, memiliki kebutuhan belajar yang beragam, dan sebagai guru, kami memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan itu.
Pembelajaran berdiferensiasi memerlukan pemahaman yang mendalam tentang murid kita. Hal ini melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid. Dalam waktu dekat, saya berharap dapat menerapkan pemahaman ini dalam praktik pengajaran sehari-hari.
Minggu 2 – Challenge:
Saat memasuki minggu kedua, saya semakin memahami tantangan yang terkait dengan pembelajaran berdiferensiasi. Meskipun konsepnya sangat kuat dan bermanfaat, melaksanakannya dengan baik bukanlah tugas yang mudah. Saya menyadari bahwa perubahan dalam pendekatan pembelajaran memerlukan kerja keras dan komitmen yang tinggi.
Salah satu tantangan utama adalah melepaskan metode pengajaran yang sudah terbiasa kami gunakan dan mengadaptasi pendekatan yang lebih sesuai dengan murid kami. Selain itu, menyediakan sumber daya dan dukungan yang sesuai juga menjadi tantangan yang harus diatasi.
Minggu 3 – Concept:
Pada minggu ketiga, saya semakin memahami konsep-konsep dasar pembelajaran berdiferensiasi. Ini melibatkan pengambilan keputusan yang berdasarkan pada kebutuhan belajar murid. Kebutuhan tersebut mencakup kesiapan belajar, minat, dan preferensi belajar.
Saya merasa lebih percaya diri dalam merespons kebutuhan belajar murid dengan menerapkan strategi diferensiasi dalam konten, proses, dan produk pembelajaran. Dalam praktiknya, saya juga mulai menciptakan lingkungan belajar yang mendukung interaksi dan partisipasi aktif murid.
Pentingnya evaluasi yang berkelanjutan juga semakin terasa. Dengan penilaian yang baik, kita dapat mengukur kemajuan murid dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran sebagaimana mestinya.
Minggu 4 – Change:
Minggu keempat modul 2.1 membawa perasaan perubahan yang kuat. Saya merasa lebih siap untuk menghadapi perubahan dalam pendekatan pengajaran saya. Meskipun masih ada banyak ruang untuk perbaikan, saya merasa lebih kompeten dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.
Saya juga merasa terdorong untuk berkolaborasi dengan rekan guru di SMA Harapan Jaya. Saya percaya bahwa berbagi pengalaman dan strategi dalam pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan manfaat besar bagi semua murid kita.
Selama empat minggu ini, saya telah merasakan perkembangan signifikan dalam pemahaman saya tentang pembelajaran berdiferensiasi. Saya yakin bahwa dengan kerja keras, komitmen, dan dukungan kolektif kami, pembelajaran berdiferensiasi akan membawa perubahan positif dalam pengalaman belajar murid di SMA Harapan Jaya.






