Tulisan ini berisi jawaban dan penjelasan dari pertanyaan “model administratif dalam pengambilan keputusan dirumuskan oleh…?“
Pertanyaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi siapa yang merumuskan model administratif dalam pengambilan keputusan. Dalam menjawab pertanyaan ini, kita akan memberikan penjelasan mengenai model administratif, siapa yang merumuskannya, dan prinsip-prinsip dasar yang melandasi model ini.
Jawaban:
Model administratif dalam pengambilan keputusan dirumuskan oleh Herbert Simon, seorang ahli ilmu administrasi dari Amerika Serikat. Model ini merupakan salah satu alternatif model pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan.
Model administratif adalah salah satu konsep penting dalam ilmu administrasi yang menggambarkan pendekatan yang realistis terhadap pengambilan keputusan. Model ini diakui sebagai alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi dunia nyata di mana informasi sering kali tidak sempurna, dan rasionalitas manusia terbatas.
Mari kita bedah lebih lanjut mengenai model administratif yang dirumuskan oleh Herbert Simon:
Informasi yang tidak sempurna dan tidak lengkap:
- Model administratif mengakui bahwa dalam pengambilan keputusan, informasi yang tersedia seringkali tidak sempurna. Ini berarti bahwa manajer atau pengambil keputusan harus berurusan dengan ketidakpastian dan keterbatasan dalam informasi yang ada. Mereka harus mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu.
Rasionalitas yang terbatas (bounded rationality):
- Konsep rasionalitas yang terbatas menunjukkan bahwa manusia, termasuk manajer, memiliki keterbatasan dalam menganalisis dan memproses informasi. Mereka tidak selalu mampu melakukan analisis mendalam untuk setiap keputusan yang dihadapi. Oleh karena itu, mereka seringkali mengandalkan keputusan yang cukup baik dalam waktu yang terbatas.
Model administratif menekankan beberapa tahap dalam proses pengambilan keputusan:
Identifikasi masalah:
- Tahap ini adalah tahap awal dalam pengambilan keputusan. Pada tahap ini, manajer harus mengidentifikasi masalah atau isu yang perlu dipecahkan. Masalah dapat berasal dari berbagai sumber seperti data, informasi, atau laporan yang tersedia.
Pengembangan alternatif:
- Setelah masalah diidentifikasi, manajer harus mengembangkan berbagai alternatif pemecahan masalah. Alternatif-alternatif ini dapat berasal dari pengalaman, intuisi, atau penelitian. Model administratif mengakui bahwa manajer tidak selalu memiliki waktu atau informasi yang cukup untuk menghasilkan alternatif yang lengkap dan sempurna.
Evaluasi alternatif:
- Tahap ini melibatkan evaluasi berbagai alternatif pemecahan masalah. Evaluasi dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti biaya, manfaat, risiko, dan faktor-faktor lain yang relevan.
Pemilihan alternatif:
- Setelah evaluasi dilakukan, manajer harus memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap terbaik. Pemilihan ini didasarkan pada hasil evaluasi yang telah dilakukan.
Implementasi alternatif:
- Tahap terakhir adalah implementasi alternatif yang telah dipilih. Ini berarti menerapkan keputusan tersebut dalam tindakan nyata. Penting untuk melakukan implementasi secara efektif dan efisien agar keputusan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Model administratif memiliki beberapa kelebihan:
- Lebih realistis karena mengakui keterbatasan informasi dan rasionalitas manajer. Dalam dunia nyata, informasi sering kali tidak lengkap, dan manusia memiliki keterbatasan dalam menganalisis data.
- Lebih mudah diterapkan dalam praktik karena tidak memerlukan informasi yang sempurna. Model ini memungkinkan manajer untuk mengambil keputusan meskipun informasi yang tersedia tidak lengkap.
- Lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan situasi yang dihadapi. Manajer dapat menggunakan model administratif dalam berbagai konteks dan mengadaptasinya sesuai kebutuhan.
Namun, model administratif juga memiliki beberapa kelemahan:
- Keputusan yang dihasilkan mungkin tidak selalu optimal. Karena keterbatasan informasi dan analisis manusia, keputusan yang diambil tidak selalu mencapai hasil yang terbaik.
- Proses pengambilan keputusan dalam model administratif dapat menjadi rumit dan memakan waktu. Tahap identifikasi, pengembangan alternatif, evaluasi, pemilihan, dan implementasi memerlukan upaya dan waktu yang signifikan.
Secara teoritis, model administratif dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti bisnis, pemerintahan, dan organisasi sosial. Model ini berguna untuk pengambilan keputusan yang kompleks dan membutuhkan pertimbangan yang matang. Dalam prakteknya, model administratif membantu manajer dalam menghadapi situasi dunia nyata di mana sumber daya terbatas, informasi tidak selalu tersedia secara lengkap, dan keputusan harus diambil dengan cepat. Herbert Simon’s model administratif membantu menjelaskan mengapa manajer seringkali harus mengambil keputusan yang mungkin tidak selalu optimal, tetapi sesuai dengan kondisi yang ada.


