IPTEK pada hakikatnya merupakan produk budaya yang mengakibatkan terjadinya global village yaitu menceritakan tentang ….
A. pengalaman sosial-budaya dalam hubungan antar manusia
B. penyebaran budaya secara masif dan konstektual
C. tertembusnya nilai budaya antar bangsa
D. kedekatan jarak relatif antarruang di permukaan bumi
E. hilangnya batas-batas budaya antar negara
Pembahasan
Jawaban (D)
Global Village adalah konsep mengenai perkembangan teknologi komunikasi di mana
dunia dianailogikan menjadi sebuah desa yang sangat besar. Marshall McLuhan
memperkenalkan konsep ini pada awal tahun 60-an dalam bukunya yang berjudul
Understanding Media: Extension of A Man. Konsep ini berangkat dari pemikiran
McLuhan bahwa suatu saat nanti informasi akan sangat terbuka dan dapat diakses
oleh semua orang. Pada masa ini, mungkin pemikiran ini tidak terlalu aneh atau luar
biasa, tapi pada tahun 60-an ketika saluran TV masih terbatas jangkauannya,
internet belum ada, dan radio masih terbatas antardaerah, pemikiran McLuhan dianggap aneh dan radikal.
Global Village menjelaskan bahwa tidak ada lagi batas waktu dan tempat
yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam
waktu yang sangat singkat, menggunakan teknologi internet. McLuhan meramalkan
pada saatnya nanti, manusia akan sangat tergantung pada teknologi, terutama
teknologi komunikasi dan informasi. McLuhan memperkirakan apa yang kemudian
terjadi pada masa sekarang, di abad ke-20 seperti saat ini. Mc. Luhan
memperkirakan pada masa digital dan serba komputer tersebut, persepsi masyarakat
akan mengarah kepada perubahan cara serta pola komunikasi. Bagaimana pada saat
itu, masyarakat tidak akan menyadari bahwa mereka sedang mengalami sebuah
revolusi komunikasi, yang berefek pada komunikasi antarpribadi. Di atas level
komunikasi interpersonal yakni komunikasi antara dua-tiga orang, pada masa desa
global benar-benar terjadi trend komunikasi akan ke arah komunikasi massa, yakni
bersifat massal dan luas. Di mana pembicaraan akan suatu topik dapat menjadi
konsumsi dan masukan bagi masyarakat luas, kecuali, tentu saja, hal-hal yang
bersifat amat rahasia seperti rahasia perusahaan, rahasia negara, keamanan[1]ketahanan. Semua orang berhak untuk ikut dalam pembicaraan umum, dan juga
berjak untuk mengkonsumsinya, tanpa terkecuali.
Desa global tumbuh sebagai akibat dari penyebaran informasi yang sangat
cepat dan massive di masyarakat. Penyebaran yang cepat dan massive ini
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (media massa). manusia pada
masa itu akan lebih menyukai komunikasi audiovisual yang ateraktif, informatif, dan
menghibur. Bertentangan dengan “kekuatan” teknologi media massa, manusia tidak
akan mengagumi internet seperti pada awal kehadirannya di tengah masyarakat,
sekalipun Internet dapat menghubungkan satu orang dengan orang lainnya dalam
tempat yang berjauhan, menyampaikan banyak pesan ke tempat yang berlainan
dalam satu waktu bersamaan. Perkembangan konsep Desa Global. Seiring
berjalannya waktu, konsep ini terus berkembang. konsep ini dianggap sesuai dengan
keadaan masa kini, yakni teknologi komunikasi, salah satunya adalah internet,
terbukti dapat menyatukan dunia. Perkembangan teknologi seperti yang dinyatakan
dalam desa global, membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah
orang selalu bisa mengetahui kabar terbaru yang terjadi di tempat lain, dapat
berkomunikasi dan terhubung walau dalam jarak ribuan kilometer, mencari dan bertukar informasi.






