Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga | Sanad & Matan Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga | Arti Kosa Kata Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga | Terjemahan Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga | Isi Kandungan Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga |
Sanad & Matan Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
عن عمروبن شعيب عن أبيه عن جده قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين واضربواهم عليها وهم أبناء عشر وفرقوا بينهم في الضاجع. أخرجه أبوداود
Arti Kosa Kata Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
| Dan pukullah mereka | واضربواهم | Perintahlah | مروا |
| Dan pisahkan | وفرقوا | Anak-anak | أولادكم |
| tempat tidur | في الضاجع | Anak-anak berusia 7 tahun | أبناء سبع سنين |
Terjemahan Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata : Rasulullah SAW. bersabda : “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan shalat sedang mereka berusia 7 tahun dan pukullah mereka karena tinggal shalat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya”.( HR. Abu Dawud No. 495)
Isi Kandungan Hadis Tentang Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Hadis menjelaskan bagaimana mendidik agama pada anak-anak. Pendidikan agama diberikan kepada anak sejak kecil, sehingga nanti usia dewasa perintah-perintah agama dapat dilakukan secara mudah dan ringan. Di antara perintah agama yang disebutkan dalam hadis tersebut, ada 3 perintah yaitu perintah melaksanakan shalat, perintah memberikan hukuman bagi pelanggarnya dan perintah mendidik pendidikan seks.
Perintah shalat Orang tua sebagai penanggung jawab pendidikan anak-anaknya diperintah Rasul SAW agar perintah kepada mereka melaksanakan shalat.
- Perintah Shalat
Perintah di sini maknanya dilakukan secara tegas, sebab pada umumnya perintah shalat sebenarnya sudah dilakukan orang tua sejak sebelum usia tersebut. Anak sejak usia 4 tahun atau 5 tahun sudah diajak orang tuanya melaksanakan shalat bersama-sama. Anak-anak melakukannya walaupun dengan cara ikut-ikutan atau menirukan gerakan-gerakan shalat.
Anak pada usia ini, hanya sekedar ikut-ikutan, belum melakukannya secara baik, baik gerakan-gerakannya maupun bacaannya, anak kadang-kadang mau melakukannya dan kadang-kadang tidak mau melakukannya. Setelah usia anak mencapai 7 tahun perintah orang tua hendaknya secara tegas tidak seperti pada saat usia di bawah 7 tahun.
Perintahkan shalat berarti pula perintah mengajarkan cara shalat, karena tidak mungkin anak hanya diperintah shalat sementara ia belum bisa melakukannya.
Dalam Ilmu pendidikan perintah adalah salah satu alat pendidikan. Jadi dalam pendidikan ada perintah dan ada larangan. Hal ini dimaksudkan agar anak mengerti mana yang diperintahkan dan mana yang terlarang. Perintah adalah alat pendorong anak untuk melakukan sesuatu sedang larangan adalah alat untuk menghentikan suatu pekerjaan. Islam mengakui adanya perintah dan mengakui betapa penting perintah itu.
Usia 7 tahun dalam perkembangan anak disebut usia kritis atau mumayyiz. Pada usia ini seorang anak sudah dapat membedakan antara kebenaran dan kesalahan, antara yang hak dan yang batil dan pada usia inilah anak sudah memulai berpikiran cerdas menangkap pengetahuan serta dapat berkomunikasi secara sempurna (mumayyiz). Oleh karena itulah perintah shalat secara tegas dimulai pada usia ini dan pada usia ini pula kemudian dijadikan pedoman dalam penerimaan sekolah si tingkat dasar seperti SD atau MI.
- Memberikan hukuman bagi pembangkangnya
- Pendidikan Kemandirian dan Tanggungjawab

