Hadis Tentang Doa Ketika Sakit | Sanad & Matan Hadis Tentang Doa Ketika Sakit | Arti Kosa Kata Hadis Tentang Doa Ketika Sakit | Terjemahan Hadis Tentang Doa Ketika Sakit | Isi Kandungan Hadis Tentang Doa Ketika Sakit |
Sanad & Matan Hadis Tentang Doa Ketika Sakit
عَنْ عَبْدِ الْعَزِيْزِ بْنِ صُهَيْبٍ قَالَ: قَالَ أَنَسٌ يَعْنِى لِثَابِتٍ: أَلَا أَرْقِيْكَ بِرُقْيَةِ رَسُوْلِ اللهِ؟ قَالَ: بَلَى. قَالَ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَأْسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اشْفِهِ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Arti Kosa Kata Hadis Tentang Doa Ketika Sakit
| sembuhkanlah (dia) | اشْفِ | Tuhan manusia | رَبَّ النَّاسِ |
| yang tidak meninggalkan efek sakit | لَا يُغَادِرُ سَقَمًا | Menghilangkan penyakit | مُذْهِبَ الْبَأْسِ |
Terjemahan Hadis Tentang Doa Ketika Sakit
Dari Abdul Aziz bin Shuhaib ia berkata, Anas berkata, yakni kepada Tsabit: “Maukah aku ruqyah (doakan) engkau dengan ruqyah yang dilakukan Rasulullah saw?” Tsabit menjawab: “Ya”. Kemudian Anas mengucapkan, “allâhumma rabban nâsi mudzhibal ba-si isyfi antasy syâfî lâ syâfiya illâ anta isyfihî syifâ-al lâ yughâdiru saqamâ; (Ya Allah, Tuhan manusia, Yang Maha Menghilangkan penyakit, sembuhkanlah (dia). Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada yang dapat menyembuhkan kecuali Engkau. Sembuhkanlah dia dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan efek sakit)”. (Sunan Abu Dawud)
Isi Kandungan Hadis Tentang Doa Ketika Sakit
Isi kandungan dalam hadis ini adalah : (i) Allah Swt adalah Dzat yang maha menyembuhkan segala penyakit baik penyakit hati maupun penyakit jasmani, tidak ada yang mampu memberikan kesembuhan dari penyakit-penyakit tersebut selain Allah Swt. (ii) Dianjurkan mendoakan orang yang sakit sesuai dengan doa yang diajarkan Nabi Saw, (iii) adab berdoa bagi orang yang sakit diperbolehkan bertawasul dengan menyebut nama Allah Swt, (iv) Seseorang diperbolehkan berobat tatkala sedang sakit, dan hal ini tidaklah meniadakan tawakal seorang hamba, (v) Seseorang yang berobat atau periksa ke dokter hendaknya hatinya tetap bersandar kepada Allah dalam mengharapkan kesembuhan dan tidak bersandar kepada obat yang dia minum atau dokter yang memeriksanya, (vi) Seorang dokter atau praktisi pengobatan adalah hanya sebagai sebab, sedangkan yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah Swt.






