Hadis Hasan, Pengertian, Klasifikasi, Maratib dan Kedudukan

Hadis Hasan, Pengertian, Klasifikasi, Maratib dan Kedudukan

Hadis Hasan | Pengertian Hadis Hasan | Klasifikasi Hadis Hasan | Maratib (Tingkatan Derajat) Hadis Hasan | Kedudukan Hadis Hasan |

Pengertian Hadis Hasan

Hasan menurut bahasa berarti baik atau bagus. Sedangkan menurut istilah hadis hasan adalah Hadis yang sanadnya bersambung (tanpa putus), diriwayatkan oleh periwayat yang adil dan memiliki daya ingat di bawah periwayat hadis sahih, tidak syaz dan tidak memiliki ilat.

Klasifikasi Hadis Hasan

Hadis Hasan Li Datihi

Adalah hadis yang sesuai dengan definisi di atas. Syarat-syarat hadis li datihi yaitu :

  • Periwayatnya adil
  • Sanadnya sambung
  • Periwayatnya bersifat dabit, namun kurang sempurna ke dabitannya
  • Tidak bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan oleh rijal yang lebih siqah
  • Serta tidak ada cacat yang samar yang menyebabkan turunnya derajat hadis.

Contoh hadis ḥasan adalah hadis yang diriwayatkan imam Ahmad bin Hambal, beliau menyampaikan:

حدثنا أبو عبيدة الحداد كوفي ثقة عن محمد بن عمرو عن أبي سلمة عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم عند كل صلاة بوضوء

“Rasulullah Saw. bersabda: Apabila tidak membertakan pada umatku maka akan aku perintahkan pada mereka untuk berwudhu setiap akan sholat.”

Hadis ini hasan karena sanadnya muttasil, tidak ada cacat, tidak syaz, semua periwayatnya terpercaya. Hanya saja Muhammad bin Amr tingkat hafalannya tidak sampai pada tingkat hafalalan periwayat hadis sahih. Maka derajatnya turun dari hadis sahih ke hadis hasan.

Hadis Hasan Li Gairihi

Adalah Hadis da’īf yang memiliki jalur sanad lebih dari satu, dan ke- da’īfannya tidak disebabkan rawinya fasik atau pembohong. Dinamakan hasan li gairihi karena sebetulnya sanadnya tidak hasan, akan tetapi menjadi hasan karena ada hadis lain. Syarat-syarat hadis hasan lighairihi adalah:

  • Ada sanad lain, satu atau lebih yang sederajat atau lebih kuat
  • Sebab ke da’īfannya adalah bukan karena sebagai berikut :
    • al-Kazibu: bohong
    • Muttahammun bi al-Kazibi : dianggap bohong
    • Munkaru al-ḥadiṡ : bertentangan dengan riwayat yang lebih siqah
    • Faḥsyu al-galaṭ : sering melakukan kesalahan yang fatal dalam meriwayatkan hadis.
  • Sebab ke da’īf annya adalah disebabkan karena berikut :
    • Su’u al-ḥifzi: buruk hafalannya
    • Mastur, majhul, mubham: ada profil rawi yang tidak dikenal
    • Mudallis: terdapat rawi yang menyembunyikan sanad, seperti menyembunyikan nama gurunya atau membuang rawi yang da’if di antara dua rawi yang siqah
    • Munqaṭi: rentetan rijal al- hadisnya ada yang putus.

Contoh :

مارواه الترمذي وحسنه من طريق شعبه عن عاصم بن عبيدالله قال سمعت عبدالله بن ربيعة عن أبيه أن امرأة من بني فزارة تزوجت على نعلين فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم أرضيت من نفسك وما لك بنعلين قالت نعم قال فأجازه

Riwayat lain :

عن عمر وأبي هريرة وسهل بن سعد وأبي سعيد وأنس وعائشة وجابر وأبي حدره الاسلمي

Hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirmizi ini adalah hadis da’īf, karena Ashim bin Ubaidillah hafalannya buruk (su’u al-ḥifzi). Namun karena ada riwayat lain yang menguatkannya, maka hadis tersebut naik derajat menjadi ḥasan li gairihi.

Maratib (Tingkatan Derajad) Hadis Hasan

Seperti halnya hadis shahih yang mempunyai tingkatan, begitu juga hadis ḥasan juga mempunyai tingkatan sebagai berikut: Pertama: hadis yang dikatakan ṣaḥiḥ dan ada yang mengatakan ḥasan, yaitu yang diriwayatkan oleh Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya dan Amru bin Syuai dari ayahnya dari kakeknya Ibnu Ishaq dari at-Taimi. Kedua: hadis yang dikatakan ḥasan dan ada yang mengatakan da’īf, yaitu yang diriwayatkan oleh al-Haris bin Abdullah, Ashim bin Dlamrah, Hajjaj bin Arthah.

Ungkapan Imam Tirmiżi berupa hadis hasan shahih sebetulnya janggal, karena hadis ḥasan di bawah tingkatan hadis ṣaḥiḥ kenapa dikumpulkan? Ulama mengartikan ungkapan tersebut sebagaimana berikut: a) Jika sanadnya ada dua atau lebih maka artinya sanad satunya sahih dan sanad yang satunya ḥasan. b) Jika hanya satu sanadnya: maka artinya ṣaḥiḥ menurut satu kaum dan ḥasan menurut kaum yang lain.

Kedudukan Hadis Hasan

Kedudukan hadis hasan lizatihi adalah di bawah sahih ligairihi dan diatas hadis hasan ligairihi. Maka hadis hasan dapat dibuat hujah dan wajib diamalkan. Akan tetapi apabila bertentangan dengan hadis sahih maka yang dimenangkan hadis sahih.

Related posts