6 Contoh Kegiatan P5 di SD untuk Kelas 1, 2, 3, 5 dan 6 (Semua Kelas Sekolah Dasar)

Kurikulum Merdeka

Contoh Kegiatan P5 di SD : Pendidikan adalah aspek kunci dalam pembentukan karakter generasi muda. Dalam upaya untuk memberikan pendidikan yang lebih efektif dan menyeluruh, kurikulum pendidikan di Indonesia terus berkembang. Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam pendidikan adalah P5 (Pembelajaran dengan Pendekatan Proyek dan Penugasan), yang merupakan metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam proyek-proyek nyata. Tujuan dari P5 adalah untuk memperdalam pemahaman peserta didik tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk isu-isu lingkungan dan keberlanjutan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi 6 contoh kegiatan P5 yang dapat diterapkan di Sekolah Dasar (SD) untuk kelas 1, 2, 3, 5, dan 6. Fokus kita akan tertuju pada tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Informasi yang akan kita bahas didasarkan pada sumber-sumber yang relevan, termasuk artikel dari bingkainasional.com dan sumber-sumber lainnya yang relevan.

Contoh 1: Kegiatan P5 di SD

Pada tingkat kelas 1 SD, salah satu contoh kegiatan P5 yang sangat bermanfaat adalah proyek berjudul “Kutanam Sayuranku.” Proyek ini dirancang untuk membantu para peserta didik memahami pentingnya bercocok tanam dan menjaga alam demi kehidupan yang berkelanjutan¹.

Dalam proyek “Kutanam Sayuranku,” para peserta didik akan terlibat dalam aktivitas seperti menanam sayur-sayuran kecil di kebun sekolah. Melalui proses ini, mereka akan belajar tentang siklus hidup tanaman, perawatan yang diperlukan, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Mereka juga akan belajar bagaimana tanaman dapat memberikan makanan yang sehat, serta dampak positifnya bagi lingkungan.

Selain itu, proyek ini juga dapat mencakup aspek-aspek kreatif, seperti membuat poster atau gambar yang menggambarkan perjalanan tanaman dari benih hingga panen. Hal ini akan membantu peserta didik mengembangkan keterampilan seni mereka sambil tetap berfokus pada tema keberlanjutan.

Contoh 2: Kegiatan P5 di SD

Kelas 2 SD juga dapat mengambil inspirasi dari proyek “Kutanam Sayuranku.” Dalam kelas ini, peserta didik dapat melanjutkan perjalanan mereka dalam memahami bercocok tanam dan pentingnya menjaga alam bagi kehidupan berkelanjutan¹.

Pada tingkat ini, proyek “Kutanam Sayuranku” dapat diperluas dengan mengajak peserta didik untuk memahami lebih dalam tentang berbagai jenis tanaman dan sayuran. Mereka dapat belajar tentang perbedaan antara berbagai jenis tanah, perawatan yang diperlukan, serta bagaimana memanfaatkan tanaman-tanaman ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam hal ini, pihak sekolah juga dapat mengundang seorang ahli pertanian lokal atau petani untuk memberikan wawasan lebih lanjut kepada peserta didik. Hal ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan interaktif.

Contoh 3: Kegiatan P5 di SD

Tetap pada tema “Kutanam Sayuranku” pada kelas 3, proyek ini dapat digalakkan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bercocok tanam dan pentingnya menjaga alam bagi kehidupan berkelanjutan¹.

Pada tingkat ini, peserta didik dapat diberi tanggung jawab yang lebih besar dalam merawat kebun sekolah mereka. Mereka dapat terlibat dalam perencanaan penanaman, perawatan harian tanaman, serta pemantauan pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, peserta didik akan belajar tentang proses perencanaan dan pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.

Pihak sekolah juga dapat mempertimbangkan untuk melibatkan peserta didik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan meminimalisir limbah plastik. Hal ini akan membantu mereka memahami betapa pentingnya menjaga lingkungan bersih dan bebas dari sampah plastik yang merugikan.

Contoh 4: Kegiatan P5 di SD

Kelas 4 SD dapat menjalankan proyek P5 dengan tema “Menelaah Isu Lingkungan.” Proyek ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk memahami dan mengatasi isu-isu lingkungan yang sedang dihadapi, seperti penggunaan plastik sekali pakai¹².

Dalam proyek ini, peserta didik akan diberi tugas untuk melakukan penelitian tentang isu-isu lingkungan yang terkait dengan penggunaan plastik sekali pakai. Mereka dapat melakukan wawancara dengan anggota masyarakat, melakukan survei, dan mengumpulkan data terkait masalah ini. Dengan bimbingan guru, mereka dapat menganalisis data yang mereka kumpulkan dan mengidentifikasi solusi yang mungkin.

Proyek “Menelaah Isu Lingkungan” juga dapat mencakup upaya sosialisasi, di mana peserta didik dapat berbagi hasil penelitian mereka dengan anggota masyarakat atau teman-teman sekelas. Ini dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum dan menyebarkan kesadaran tentang isu-isu lingkungan.

Contoh 5: Kegiatan P5 di SD

Kelas 5 SD dapat mengejar kegiatan P5 dengan fokus pada “Sistem Pembuangan dan Pemilahan Sampah.” Melalui proyek ini, peserta didik akan belajar tentang pentingnya pengelolaan sampah yang efisien dan pemilahan sampah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Proyek ini dapat dimulai dengan memahami sistem pengelolaan sampah di lingkungan mereka. Peserta didik dapat melakukan penelitian tentang bagaimana sampah dikumpulkan, dibuang, dan didaur ulang di wilayah mereka. Mereka juga dapat mengidentifikasi masalah yang ada dalam sistem tersebut.

Selanjutnya, peserta didik dapat merancang solusi yang lebih efisien dalam mengelola sampah. Mereka dapat mengusulkan cara untuk meningkatkan pemilahan sampah, mengurangi limbah, dan mendaur ulang sebanyak mungkin. Melalui proyek ini, mereka akan belajar tentang tanggung jawab mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan dan berkontribusi pada keberlanjutan.

Contoh 6: Kegiatan P5 di SD

Kelas 6 SD juga dapat melibatkan peserta didik dalam proyek “Sistem Pembuangan dan Pemilahan Sampah.” Proyek ini memungkinkan peserta didik untuk memahami lebih dalam tentang pentingnya pengelolaan sampah yang efisien dan pemilahan sampah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Di tingkat ini, peserta didik dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam memecahkan masalah pengelolaan sampah di sekolah mereka. Mereka dapat berkolaborasi dengan guru dan staf sekolah untuk merancang sistem pemilahan sampah yang efektif. Selain itu, peserta didik dapat belajar tentang proses daur ulang dan cara mendaur ulang berbagai jenis material.

Dalam proyek ini, peserta didik juga dapat membuat infografik atau presentasi yang menggambarkan hasil survei kebiasaan membuang dan memilah sampah di komunitas mereka. Ini akan membantu mereka berkomunikasi dengan anggota masyarakat dan menyadarkan pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Penutup

Kegiatan P5 adalah pendekatan pembelajaran yang bermanfaat dan relevan bagi peserta didik di Sekolah Dasar. Dengan fokus pada tema Gaya Hidup Berkelanjutan, para peserta didik dapat belajar tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan dan berkontribusi pada keberlanjutan planet kita. Melalui proyek-proyek ini, mereka dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu lingkungan dan belajar cara bertindak untuk membuat perubahan positif.

Sekolah dan guru memiliki peran penting dalam merancang dan mengawasi kegiatan P5 ini. Dengan pendekatan yang tepat, P5 dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendidik bagi para peserta didik. Semoga artikel ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi sekolah dan guru dalam merancang kegiatan P5 yang sesuai dengan tingkat kelas di Sekolah Dasar.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak informasi atau memiliki pertanyaan tambahan, jangan ragu untuk menghubungi pihak sekolah atau guru Anda. Kesadaran tentang isu-isu lingkungan dan upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih baik.

Related posts