Biografi Singkat Kiai Muhammad Ulin Nuha Al-Hafidz | Profil Kiai Muhammad Ulin Nuha Al-Hafidz | Pendidikan | Karya | Pemikiran |
Biografi Singkat Kiai Muhammad Ulin Nuha Al-Hafidz : Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran
Muhammad Ulin Nuha, dilahirkan di daerah Pati Selatan pada tanggal 25 Mei 1971, tepatnya di Desa Sokolangu. Putra dari pasangan KH. Muslim Abdul Kholiq dan Nyai Hj. Sri Sholikhati.
Pendidikan dasarnya dia tempuh di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda di daerahnya (1984), sementara pendidikan Menengah Pertamanya di Madrasah Tsanawiyah Tuan Sokolangu Desa Mojolawaran (1987), sambil mondok di tempat Simbahnya KH. Abdul Kholiq (Alm).
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah, beliau tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan formalnya, tetapi memilih menempuh pendidikan non formal di berbagai pondok pesantren. Pertama beliau mondok di pondok pesantren ASPIK Kampung Kembangan Krajan Kulon, Kaliwungu Kendal.
Di pondok ASPIK, beliau juga mengenyam pendidikan Diniyah setaraf dengan Madrasah Tsanawiyah. Selain mengkaji tentang ilmu agama Islam dan kitab kuning kepada KH. Fauzan Irfan di pondok pesantren ASPIK, beliau juga mengaji di Kiai kampung di daerah tersebut kepada KH. Zuhri Ihsan.
Tidak hanya itu, sambil mengaji kitab kuning dan sekolah Diniyah, beliau juga menghafal al-Qur’an di menantunya Kiai Fauzan yang bernama Raden KH. Munawiruddin Badawi yang memimpin pondok pesantren “Ulumul Qur’an Miftahul Falah”.
Setelah menyelesaikan sekolah Diniyah, beliau pindah mondok di pesantren Ulumul Qur’an Miftahul Falah untuk menekuni tahfidz alQur’an dan memperdalam ilmu agama Islam. Kurang lebih selama enam tahun (1987-1995) Kiai Ulin Nuha mondok di Kendal Kaliwungu.
Namun masih dirasa perlu untuk lebih mentashihkan tahfidznya dan memperdalam ilmu agama Islam, Kiai Ulin mondok lagi di Kajen Margoyoso Pati, di pondok pesantrennya KH. Abdullah Salam di bawah asuhan putranya KH. Minan Abdillah selama empat tahun.
Selama kurang lebih sepuluh tahun mengeyam pendidikan agama di pondok pesantren, Kiai Ulin kembali ke kampung halamannya. Kemudian beliau menikah dengan putri KH. Muchid Achmad (pengasuh pondok pesantren).
Oleh mertuanya, Kiai Ulin dipercaya untuk menjadi Khodimul Ma’had pesantren milik mertuanya itu. Setelah lama berkeluarga dan masih tinggal bersama mertuanya, atas inisiatif keluarga besar Bani Abdul Kholiq, Kiai Ulin mendirikan tempat tinggal sendiri di dekat pondok Simbahnya (KH. Abdul Kholiq), dimaksudkan beliaulah yang menjadi penerus pondok pesantren.
Sepeninggal KH. Abdul Kholiq pondok pesantren salaf-nya vakum, hanya tinggal pondok Tariqohnya yang diteruskan KH. Muslim Abdul Kholiq (ayahnya Kiai Ulin Nuha). Untuk menghidupkan kembali pondok pesantren salafnya, Kiai Ulin merintis dengan memulai mendirikan majlis ta’lim pengajian ibu-ibu dan anak-anak, dari sini lah Kiai Ulin Nuha banyak dikenal masyarakat, tak lama kemudian sedikit demi sedikit ada santri yang menetap di pondok pesantren yang diberi nama “Pondok Pesantren Salaf Al-Kholiqiyyah” yang resmi didirikan pada tahun 2008.
Sampai saat ini pondok pesantren yang di bawah asuhan Kiai Ulin Nuha Al-Hafidz semakin maju, sekarang ada 35 santri putra-putri yang menetap dan 60 santri yang tidak menetap.






