Bacaan Sa’i (Arab, Latin, dan Terjemah) 1 s/d 7 dan Tentang Hukum Sa’i, Syarat Sah, dan Sunah Sa’i

  • Whatsapp
Bacaan Sai

Bacaan Sa’i (Arab, Latin, dan Terjemah) 1 s/d 7 | Sa’i Adalah | Hukum Sa’i | Syarat Sa’i | Sunah Sa’i |

Bacaan Sa’i: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemah

Do’a Ketika Hendak Mendaki Bukit Shafa Sebelum Mulai Sa’i

Bacaan Sa’i Bahasa Arab

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَبْدَأُ بِماَبَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .

Bacaan Sa’i Latin



Bismillaahirrahmaanirrahiim, Abda’u bimaa bada Allaahu bihi warasuuluh. Innas safa walmarwata min sya’airillah Faman hajjal baita awi’tamara fala junaha ‘alaihi ayyatawwafa bihima waman tatawwa’a khairan fa innallaha syakirun ‘alim

Terjemah Bacaan Sa’i

Dengan nama ALLah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari Syi’ar-Syi’ar (Asterik kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah Haji ke baitullah ataupun berumrah, maka tak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi maha Mengetahui.

Do’a di atas bukit Shafa ketika menghadap Ka’bah

Bacaan Sa’i Bahasa Arab

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ , أَللهُ أَكْبَرُ عَلَى ماَ هَداَناَ وَالحَمْدُ ِللهِ عَلَى ماَ أَوْلاَناَ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

Bacaan Sa’i Latin

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamdu. Allahu Akbar ‘alama hadana walhamdulillahi ‘alama aulana la ilaha illalahu wahdahu la syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu biyadihil khairu wahuwa ‘ala kulli syai inqadir. La ilaha illallahu wahdahu lasyarika lah, anjaza wa’dahu wanasara ‘abdahu wahazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wala na’ buduilla iyyahu mukhilisina lahuddina walau karihal kafirun

Terjemah Bacaan Sa’i

Baca Juga :   Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Pendidikan Islam dan Penelitian Tentangnya

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Segala puji untuk Allah, Allah Mahabesar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji untuk Alloh atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tak ada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, tak ada sekutu untuk Nya. untuk-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, di kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, Tiada Tuhan Selain Alloh Yang Maha Esa, tak ada sekutu untuk-Nya, yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya, tak ada Tuhan selain Alloh dan kami tak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan (ikhlas) kepatuhan semata kepada-Nya,  walaupun orang- orang kafir membenci

Do’a Sa’i dalam perjalanan 1 s/d 7

Bacaan Sa’i Bahasa Arab

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ , أَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحاَنَ اللهِ العَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ الكَرِيْمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً وَمِنَ اللَّيْلِ فاَسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ شَيْءَ قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ داَئِمٌ لاَ يَمُوْتُ وَلاَ يَفُوْتُ أَبَداً بِيَدِهِ الخَيْرُ وَإِلَيْهِ المَصِيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Bacaan Sa’i Latin

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar kabira, walhamdu lillahi kasira. Wasubhaanallahil’azimi wabiham dihil karimi bukratawwa asila. Waminal laili fasyjud lahu wasabbih-hu lailan tawila. La ilaha illallahu wahdah anjaza wa’dah. Wanasara ‘abdah wahazamal ahzaba wahdah. La syai a qablahu wala ba’dahu Yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun daa imun layamutu walayafutu abada. Biyadihil khairu wailaihil masiir. Wahuwa’ala kulli syai in qadir

Terjemah Bacaan Sa’i

Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaraNya. Segala puji untuk Allah Yang Maha Agung dengan segala pujianNya yang tak terhingga. Maha Suci Allah dengan pujian Yang Maha Mulia diwaktu pagi dan petang. Bersujud dan bertasbihlah padaNya sepanjang malam. tak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa yang menepati janjiNya membela hamba-hmbaNya yang menghancurkan musuh-musuhNya dengan keEsaanNya tak ada sesuatu sebelumNya dengan keEsaanNya, tak ada sesuatu sebelumNya atau sesudahNya. Dialah yang menghidupkan dan mematikandan Dia merupakan Maha Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah (hilang) untuk selama-lamanya. Hanya ditanganNyalah terletak kebajikan dan kepadaNyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Diantara Dua Pilar Hijau Membaca Do’a

Bacaan Sa’i Bahasa Arab

Baca Juga :   Hijrah Dari Musik



رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجاَوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ ماَلاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

Bacaan Sa’i Latin

Rabbighfir warham wa’fu watakarram watajaawaz ‘ammaa ta’lamu, innaka ta’lamu, mala na’lamu, Innaka antallahul a’azzul akram.

Terjemah Bacaan Sa’i

Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui dari dosakami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Tinggi dan Maha Pemurah.

Saat Mendekati Bukit Marwah membaca

Bacaan Sa’i Bahasa Arab

إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .

Bacaan Sa’i Latin

Inna Safa walMarwata min sya’airillah. Faman hajjal bita awi’tamara fala junaha ‘alaihi ayyatawwafa bihima. Waman tatawwa’a khairan fainnallaha syakirun ‘alim.

Terjemah Bacaan Sa’i

Sesungguhnya safa dan marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (Asterik kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka tak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. dan barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha menerima kebaikan dan Maha Mengetahui.

Pembahasan Tentang Sa’i

Pengertian Sa’i

Sa’i menurut bahasa artinya ‘’berjalan’’ atau ‘’berusaha’’. Menurut istilah, Sa’i berarti berjalan dari safa ke Marwah, bolak-balik sebanyak tujuh kali yang dimulai dari safa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan cara-cara tertentu.

Hukum Sa’i

Menurut Imam Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, Sa’i adalah salah satu rukun haji dan umrah yang harus dikerjakan oleh jemaah haji; jika seseorang tidak mengerjakan Sa’i maka ibadah haji dan umrahnya tidak sah.

Sedangkan menurut Imam Hanafi, Sa’i adalah salah satu wajib haji yang harus dikerjakan oleh jamaah haji; jika seseorang tidak mengerjakannya ia harus membayar dam.

Menurut Ibn Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, Ibn Abbas, Ibn Zuhair dan Ibn Sirrin, Sa’i itu hukumnya sunnah, dan tidak ada dam bagi yang meninggalkan

Syarat Sa’i

Berikut adalah syarat sah ibdah Sa’i:

  1. Didahului dengan thawaf;
  2. Dimulai dari bukit safa dan berakhir di bukit Marwah;
  3. Menyempurnakan tujuh kali perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan sebaliknya dihitung satu kali perjalanan;
  4. Dilaksanakan di tempat Sa’i.

Sunah Sa’i

a. Setelah mendekati bukit safa membaca:

Baca Juga :   Ayat Ayat Al Quran Tentang Dakwah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَبْدَأُ بِماَبَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .

b. Berjalan biasa di antara safa dan Marwah, kecuali di sepanjang lampu hijau, jemaah laki-laki disunatkan berjalan cepat (berlarilari kecil); jemaah haji perempuan tidak disunahkan lari-lari kecil;

c. Saat naik ke bukit safa menghadap kiblat (ka’bah) dan membaca :

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ , أَللهُ أَكْبَرُ عَلَى ماَ هَداَناَ وَالحَمْدُ ِللهِ عَلَى ماَ أَوْلاَناَ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

d. Dalam perjalanan antara safa dan Marwah jemaah berzikir kepada Allah atau membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan berdoa untuk keselamatan dunia dan akhirat;

e. Mengerjakan sa’i secara berturut-turut (muwalat) tanpa berhenti kecuali ada uzur.

Sai Bagi jemaah Udzur

Bagi orang yang sehat, kuat dan mampu berjalan, sebaiknya sa’i dilakukan dengan berjalan kaki, sedangkan bagi yang udzur disebabkan lemah atau sakit, boleh dilakukan dengan digendong, menggunakan kursi roda atau naik skuter matik. Sa’i boleh naik kendaraan berdasarkan hadits sebagai berikut, yang artinya:

Dari Jabir bin ‘Abdullah ra. berkata; Nabi Saw ketika tawaf pada haji wada’ dengan menaiki tunggangannya , dan juga ketika sa’i di Safa dan Marwah, orang ramai melihatnya dan beliau dapat menyelia untuk mereka bertanya kepada beliau, maka sesungguhnya orang ramai mengerumuni beliau. (HR.Muslim dari Jabir ra.)

Apabila seseorang tanpa udzur melakukan sa’i dengan naik kendaraan maka hukumnya diperbolehkan dan tidak makruh, hanya saja ini menyelisihi yang lebih utama dan tidak ada kewajiban membayar dam atasnya.

Ketentuan Lain Tentang Sa’i

Selain itu, ada beberapa ketentuan terkait dengan sa’i sebagai berikut:

a. Menurut jumhur ulama’, dalam sa’i tidak dipersyaratkan seseorang harus suci dari hadas besar dan hadas kecil;

b. Sa’i dikerjakan setelah tawaf ifadhah dan tawaf umrah;

c. Bagi jemaah yang melaksanakan haji ifrad dan qiran tidak perlu melakukan sa’i lagi ketika melakukan tawaf ifadhah jika ia telah melaksanakan sa’i setelah tawaf qudum;

d. Tidak ada sa’i sunat




Related posts