Biografi KH. Chariri Shofa | Biografi Singkat KH. Chariri Shofa | Profil KH. Chariri Shofa | Pendidikan | Karya | Pemikiran | Baca Biografi Tokoh Lainnya di Wislah.com |
Biografi Singkat KH. Chariri Shofa : Profil, Pendidikan, Karya dan Pemikiran
KH. Chariri Shofa lahir dari pasangan H. Subandi Rahmat dan Hj. Khotijah di Dusun Jambean Desa Kalibeber Kecamatan Kalibeber Kabupaten Wonosobo Propinsi Jawa Tengah pada 11 September 1957. Namun demikian, dalam pertemuan keluarga, malam jelang kemangkatan, bulan kelahiran ini diklarifikasi pada bulan April dengan tanggal dan tahun yang sama. Beliau merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Tumbuh di lingkungan masyarakat Pesantren Kalibeber, disebutkan hal tersebut sangat membekas dalam mempengaruhi cara pandang dan sikap hidup dari perjalanan masa kecil hingga dewasa.
Bermukim di tengah-tengah masyarakat tradisionalis, KH. Chariri Shofa semenjak dini telah memiliki kesadaran arti pentingnya pendidikan, baik formal (sains) maupun non-formal (agama). Apresiasi capaian akademik dan keuletan di dalam memperdalam pendidikan pesantren tersebut diakui oleh masyarakat setempat. Semangat yang sangat jarang ditemukan di lingkungan Kalibeber pada masa itu. Kegigihan bersekolah di siang hari, membantu orang tua sepulang sekolah dengan dilanjutkan mengaji ke madrasah jelang shalat ashar hingga setelah Isya. Dan berdasarkan laporan nilai masa sekolah, KH. Chariri Shofa menunjukan prestasi yang cemerlang. Disebutkan, kiprah ruang pengembangan diri yang dipilih saat bersekolah adalah kegiatan kepramukaan, selain itu lebih banyak waktu dihabiskan di lingkungan pesantren dimana beliau bermukim.
Pada usia 26 tahun, tepatnya Sabtu, 25 Juni 1983 melangsungkan pernikahan dengan Umi Afifah, puteri KH. Syukron Maqsudi Sirau. Dari pernikahan tersebut, kemudian dikaruniai lima anak. Dalam manuskrip Profil Keluarga Sakinah Kabupaten Banyumas tahun 2014, disebutkan beliau sangat menggemari aktivias dakwah dan berorganisasi. Aktivitas dakwah ini tidak lepas dari pengaruh pendidikan pesantren, dan terinspirasi dari rekam juang KH. Syukron Maqsudi Sirau.
Riwayat Pendidikan
Riwayat pendidikan formal KH. Chariri Shofa dimulai dari Sekolah Dasar Negeri Kalibeber (lulus 1970), lalu Madrasah Tsanawiyyah Negeri Kalibeber (lulus 1973) dan Madrasah Aliyyah Negeri Kalibeber (lulus 1976). Untuk jenjang pendidikan kesarjanaan ditempuh pada Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di jurusan Sastra Arab (lulus 1983), Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, jurusan Tafsir Hadits (lulus 1997) dan Doktoral pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Program Studi Islamic Studies (lulus 2018).
Selain menempuh pendidikan formal, “Pak Kiai”, sebagaimana masyarakat menyebut beliau, semenjak dini telah menempuh mendidikan madrasah. Pada usia 12 tahun, antara tahun 1969-1972 mulai menjalani pendidikan salafiyyah di Pesantren Al-Asy’ariah Kalibeber. Selanjutnya, sembari menjalani pendidikan formal tingkat atas (1973-1976), KH. Chariri Shofa nyantri kepada KH. Masykur di Pesantren Futuhiyah Bumen Wonosobo. Dan ketika menempuh pendidikan tinggi, tercatat beliau menempa diri di Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta pada 1978-1982 dan di Pesantren Al-Firdaus Yogyakarta antara tahun 1982-1983. Di kota pelajar ini, bakat kepemimpinan dalam organisasi kemahasiswaan terasah dengan sangat baik. Purna pendidikan formal dan melaksanakan pengabdian di STAIN Purwokerto, kiprah pendidikan kepesantrenan tersebut tetap berlanjut dengan berkhidmah pada Pesantren Al-Hidayah Karangsuci di bawah asuhan KH. Muslich pada rentang tahun 1986, hingga kemudian pada bulan Ẓulhijah 1415 H (Mei 1994) mulai merintis pendirian Pesantren Darussalam di Desa Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.
Dalam proses pembekalan akan keterampilan diri (lifeskill), tercatat KH. Chariri Shofa pernah berpartisipasi di dalam 13 kegiatan kepelatihan lokal, nasional dan internasional. Segmentasi kepelatihan tersebut sangat beragam, namun dapat dipetakan ke dalam keterampilan bahasa Arab, manasik haji, kependidikan, riset dan kepenulisan ilmiah. Angka yang dilaporkan tersebut terbilang terlalu sedikit sebenarnya jika dikonfirmasi dengan aktivitas kepelatihan selama masa karir akademis profesional. Demikian pula dokumentasi apresiasi penghargaan atas kapabilitas dan capaian pengabdian sejumlah 50 sertifikat tingkat regional hingga nasional. Di antara penghargaan prestasi yang disematkan adalah Satya Lacana Karya Satya, pemenang Keluarga Sakinah Teladan Kabupaten Banyumas tahun 2014, pemenang Keluarga Sakinah Teladan Propinsi Jawa Tengah tahun 2015 dan pemenang Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Nasional pada tahun 2016.
Karya Ilmiah dan Kiprah Sosial
Mengulas karya ilmiah dan kiprah sosial kemasyarakatan KH. Chariri Shofa adalah deskripsi kegiatan keseharian yang meliputi lingkungan akademis, lingkungan pesantren, lingkungan kemasyarakatan, lingkungan keluarga dan jejak kesalehan pribadi. Terdapat 14 karya ilmiah akademik dalam tenggang tahun 2007-2013 dan 23 karya ilmiah yang disajikan dalam bentuk artikel di forum non-formal dalam tenggang tahun 1992-2011. Dalam upaya pendataan yang dilakukan penulis, banyak sekali artikel ilmiah keagamaan dan kitab yang belum terkodifikasi, terutama yang ditulis masih berupa manuskrip tulisan tangan dan memori digital, semisal karya masterpiece beliau yaitu kitab Al-Burhan.
Jika karya-karya KH. Chariri Shofa didokumentasikan berdasarkan urutan tahun dalam rentang 2007-2013, maka dapat disusun beberapa judul yang semuanya masuk dalam katagori keagamaan. Karya buku yang ditulis monograf meliputi judul: Menelusuri Amaliah Wong NU (2007), Islam dan Budaya Masyarakat (2008) dan Metode Penyelesaian Hadits Kontradiktif (2009). Sedangkan buku yang ditulis dalam bentuk bunga rampai, antara lain berjudul: Renaisans Indonesia (2009), Fiqih Haji (2011), Tuntunan Praktis Manasik Haji dan Umrah (2011-2013), Doa, Dzikir dan Tanya-Jawab Manasik Haji dan Umrah (2011-2013) dan Kode Etik Dakwah di Kabupaten Banyumas (2012). Adapun artikel-artikel ilmiah akademik terkodifikasi antara lain berjudul: Istihsan dalam Perspektif Ulama Ushul (2001), Varian Hadits-Hadits Mesogenis; Sebuah Catatan Kecil untuk Hasil Penelitian Berprespektif Gender (2006), Estetika Qasidah Budah karya Al-Busairi (2008), Hermeneutika Kontekstualisasi Makna Teks (2009), Kesetaraan Gender dalam Perspektif Islam; Reinterpretasi Fikih Wanita (2009), dan Pemikiran Fikih Kotemporer Syeikh Ali Jum’ah (2013).
Adapun makalah ilmiah yang disampaikan pada forum-forum edukasi dan pemberdayaan masyarakat keagamaan antara lain sebagai berikut:
- “Orientasi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab” pada Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga pada Jum’at, 04 September 1992 dipublikasikan dalam kegiatan Ospek Mahasiswa Baru Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga.
- “Ormas Islam di Indonesia dan Tantangan di Masa Depan” pada Seminar Kegiatan Pesantren Kilat tanggal 20 Juni 1993 di Pondok Pesantren Al-Falah Sokaraja.
- “Leadership (Kepemimpinan)” dalam kegiatan Trainning IPNU-IPPNU Kabupaten Banyumas pada 3 Juli 1993.
- “Pondok Pesantren dan Modernisasi” dalam kegiatan Pesantren Kilat Pondok Pesantren Darul Ulum Sirau pada 5 Juli 1993.
- “Ke-NU-an (Sebuah Tinjauan Dasar)” dalam Forum Makesta IPNUIPPNU Purwokerto Timur pada 13 Juli 1993
- “Memahami Perbedaan Pendapat dalam Islam” dalam Forum Diskusi Pekan Silaturahim Masjid Fatimatuz Zahra pada 25 Maret 1995
- “Dasar-Dasar Metodologi Dakwah” dalam Penataran Mubalighah Muslimat NU pada 9 Maret 2000
- “Retorika” dalam Trainning Da’i pada 23 November 2000 di Masjid Fatimatuz Zahra
- “Urgensi Pembinaan Mental dan Moral dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pendidikan” dalam Diklat Para Penyuluh Se-Jawa Tengah di Semarang pada 29 Mei 2007
- “Urgensi Ushul Fikih” dalam Pelatihan Muballigh Pondok Pesantren Se-Jawa Tengah di Purwokerto pada 25 April 2010
- “Islam dan Aswaja”, kegiatan tidak terdokumentasi, pada 16 Oktober 2011
- “Problematika Haji dan Umrah” dalam Diklat Pembimbing Haji KBIH NU Al-Arofat di Gedung Politeknik Ma’arif NU Purwokerto pada Sabtu, 19 Maret 2012
- “Dasar-Dasar Retorika Dakwah” dalam Pelatihan Kader Dakwah Masjid Fatimatuz Zahra pada 29 April 2012
- “Peran Ulama dalam Kependudukan dan Keluarga Berencana” dalam Seminar Peran Serta Togatoma Program KB di Oemah Daun pada 12 Desember 2012
- “Sistem Pengambilan Keputusan Hukum dalam Bahtsul Masa’il NU” dalam Halaqah di Pondok Pesantren At-Thohiriyyah pada 18 Mei 2013
- “Teknik Penyusunan Materi Dakwah” dalam Trainning Da’i dan Protokoler di Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh pada 21 September 2013
- “Radikalisme Agama (Perspektif Agama Islam)” dalam Seminar PC Lakpesdam NU Kabupaten Cilacap di Hotel Grand Liana Cilacap pada 28 September 2013
- “Aktualisasi Ibadah Haji dan Qurban” dalam Khutbah Idul Adha di Alun-Alun Purwokerto pada 15 Januari 2014
- “Urgensi Fikih bagi Imam dan Khatib” dalam Trainning Para Imam dan Khotib Kabupaten Banyumas di Islamic Center Banyumas pada 15 Januari 2014
- “Program KKB dalam Perspektif Agama Islam” dalam Orientasi Togatoma dan Tokoh Adat tentang Program KKB di Hotel Asri Baru di 7 Maret 2014
- “Masalah Bid’ah” dalam Trainning Generasi Muda NU pada 17 Maret 2014
- “Urgensi Pemilu bagi Umat Islam” dalam Diskusi Pengurus MUI Kabupaten Banyumas pada 28 Maret 2014
- “Mati Masuk Syurga” dalam Seminar Nasional Enterpreneurship di Green Valley Resort pada 5 Mei 2011
Sebagaimana ulasan pada premis di atas, kegemaran berorganisasi dan berdakwah, selanjutnya dapat dideskripsikan ke dalam tiga dimensi, yaitu kiprah akademik, sosial keagamaan dan kepesantrenan. Pertama, kiprah akademik dapat diidentifikasi pada lembaga tinggi formal berbasis agama Islam, yaitu IAIN Purwokerto. Kedua, kiprah sosial kemasyarakatan yang secara tekun dijalani ialah aktivitas tabligh di akar rumput masyarakat secara aktif pada kajian tematik dan pengajian umum keagamaan. Sementara, implementasi perjuangan agama ditempuh melalui organisasi kemasyarakatan Islam Nahdlatul Ulama. Ketiga, kiprah perjuangan kepesantrenan yang meliputi pendidikan keagamaan dan keteladanan hidup pribadi kepada para santri, masyarakat dan lingkar keluarga.
Apresiasi ketekunan dan karir akademik KH. Chariri Shofa tampak dari apresiasi amanah jabatan akademik yang tampak cemerlang dimulai dari Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto (1992-1995), Pembantu Ketua II Bidang Administasi dan Keuangan (1998-2002), Ketua STAIN Purwokerto (2002-2006), Ketua STAIN Purwokerto pada periode kedua (2006-2010) dan anggota Senat STAIN Purwokerto (2010-2020). Sedangkan apresiasi khidmah pada organisasi formal dan informal, antara lain sebagai berikut: Ketua PMII Rayon Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga (1980-1981), Ketua PMII Komisariat IAIN Sunan Kalijaga (1982-1983), Ketua Bidang Pendidikan LDNU Kabupaten Banyumas (1987-1992), Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banyumas (1992-1997) dan pada periode berikutnya pada tahun 1997-2002, Wakil Katib Syuriah PCNU Kabupaten Banyumas (2007-2012), Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Banyumas (2012-2020). Sementara, dalam upaya rintisan Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh, KH. Chariri Shofa bertindak selaku Ketua Yayasan Darussalam semenjak tahun 1997-2020.
Penguasaan disiplin ilmu agama, rekam akademik dan keutamaan akhlak pun mendapat apresiasi dari masyarakat luas di Kabupaten Banyumas dengan apresiasi menyandang amanah pada sejumlah lembaga publik. Di antara jabatan publik keagamaan yang diamanahkan kepada KH. Chariri Shofa adalah Wakil Ketua MUI Kabupaten Banyumas (2005- 2010), Ketua MUI Kabupaten Banyumas (2010-2015), Anggota Panitia Seleksi KPU Kabupaten Banyumas (2007-2012), Anggota Dewan Penasehat BAZDA Kabupaten Banyumas (2013-2018), Anggota Penasehat IPHI Kabupaten Banyumas (2014-2019) dan Anggota Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah Bina Amanah Satria (2005-2015).
Sosok tokoh dari kabupaten Banyumas yang diangkat dalam tulisan ini terbilang komplit berkarya sebagai respresentasi ulama-intelektual kurun tahun 1980-2020an. Dalam hal ini dapat dirangkum ke dalam karya tulisan, kiprah keorganisasian, akademik, lembaga perjuangan Islam hingga kesalehan pribadi yang senantiasa menjadi rujukan dan peneduh bagi orang-orang di sekitarnya. Karya lestari yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan KH. Chariri Shofa adalah kesungguhan dan kegigihan di dalam membangun lingkungan Islami lingkup keluarga dan masyarakat. Hal ini dapat dilihat pola rintisan Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh dengan grand design yang modern, inklusif, berkualitas dengan tetap mempertahankan nilai baku nasionalisme dan tradisi pendidikan salafiyyah. Hal yang sebagaimana pernah diilustrasikan beliau dalam adigium “berhati makkah dan Mesir, berpikiran Belanda dan Jerman dan berbudaya Indonesia”, dan kaidah al-muhafaẓatu ‘ala qadimi alshalih wa akhdzu bi jadidi al-aṡlah sebagai kredo dalam meraih pencapaian dalam kehidupan. Karya hidup lainnya, sebagai hasil refleksi intelektual berupa tulisan dan lembaga pendidikan pondok pesantren, yang tidak bisa dipisahkan dari KH. Chariri Shofa adalah model relasi dalam membangun mahligai rumah tangga dan kehidupan bermasyarakat. Lingkup keluarga, kolega hingga mendapatkan apresiasi tertinggi dalam perhelatan bertema keluarga sakinah, baik dalam skala lokal hingga nasional.






