7 Pengertian Bahasa Madura, Kedudukan, Fungsi, Dialektis, Tingkatan dan Pengguna Bahasa Madura

Bahasa Madura

Bahasa Madura Adalah | Pengertian Bahasa Madura Menurut Para Ahli | Kedudukan Bahasa Madura | Fungsi Bahasa Madura | Dialektis Bahasa Madura | Tingkatan Bahasa Madura | Pengguna Bahasa Madura |

Pengertian Bahasa Madura Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian Bahasa Madura menurut para ahli yang dikutip dari beberapa sumber:

  1. Menurut Zawawi dalam Dr. Drs. Ec Gazali, M.M, bahasa Madura adalah bahasa simbul tali kekeluargaan dan kekerabatan, alat komunikasi yang efektif diantara etnik Madura, mempererat kerjasama, menumbuhkan rasa solidaritas dan kebanggaan.
  2. Menurut Moh. Hafid Effendy, Bahasa Madura adalah bahasa daerah yang digunakan oleh warga etnik Madura, baik yang tinggal di Pulau Madura maupun di luar pulau tersebut, sebagai sarana komunikasi sehari-hari.
  3. Menurut Nothofer, bahasa Madura adalah bahasa yang sekerabat, kekerabatan tersebut berada dalam tingkat protobahasa Melayu Javanik.
  4. Menurut Desi Saraswati, Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan oleh Suku Madura. Bahasa Madura merupakan anak cabang dari bahasa Austronesia ranting MalayoPolinesia sehingga mempunyai kesamaan dengan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia.
  5. Menurut Bambang Wibisono, Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan sebagai sarana komunikasi intraetnik Madura dalam kehidupan sehari – hari.
  6. Menuru B. Rahmanto, Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh suku bangsa Madura yang tinggal di pulau Madura dan pulau – pulau kecil di sekitarnya , misalnya , pulau Sapudi , Kangean , dan Bawean.
  7. Menurut Amir Rochkyatmo, Bahasa Madura adalah bahasa yang dipakai oleh para penutur pendukung etnis Madura yang dipergunakan sebagai sarana berkomunikasi , berfikir , sekaligus selaku penanda jatidiri orang Madura.

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Madura

Berikut adalah penjelasan tentang kedudukan dan fungsi bahasa madura:  

  • Bahasa Madura berkedudukan sebagai bahasa daerah di Indonesia, setara dengan bahasa-bahasa daerah lain seperti bahasa Jawa, bahasa Bali, bahasa Sunda, dan sebagainya.
  • Bahasa Madura berfungsi sebagai: 1) lambang kebanggaan daerah; 2) lambang identitas daerah; dan 3) alat perhubungan di dalam keluarga dan masyarakat daerah.

Dialektis Bahasa Madura

Berikut adalah penjelasan tentang dialek(tis) bahasa madura:  

Dialek Bangkalan

  • Dialek Bangkalan ditandai dengan pemakaian kata lo’ ‘tidak’ dan kakeh ‘kamu’ sebagai pengganti kata ta’ ‘tidak’ dan bâ’na ‘kamu’.
  • Bahasa Madura dialek Bangkalan mengucapkan kata jârèya ‘itu’ dan bâriyâ ‘begini’ menjadi jriya dan briyâ.

Dialek Pamekasan

  • Kata ta’ ‘tidak’ dan bâ’na ‘kamu’ ini biasa digunakan oleh penutur bahasa Madura dialek Sumenep dan Pamekasan.
  • Penutur bahasa Madura dialek Pamekasan menyebut ‘berpijat’ dan ‘kelak’ dengan apècet dan paghi’, sedangkan penutur bahasa Madura yang lain menyebutnya aoro’ dan ghu’-lagghu’.
  • Kata jriya dan briyâ diucapkan dengan jârèya dan bâriyâ oleh penutur bahasa Madura dialek Sumenep dan Pamekasan.

Dialek Sumenep

  • Kata ta’ ‘tidak’ dan bâ’na ‘kamu’ ini biasa digunakan oleh penutur bahasa Madura dialek Sumenep dan Pamekasan.
  • Kata jriya dan briyâ diucapkan dengan jârèya dan bâriyâ oleh penutur bahasa Madura dialek Sumenep dan Pamekasan.
  • Ciri bahasa Madura dialek Sumenep adalah mengucapkan kata sesuai dengan jumlah suku katanya, misalnya tampak seperti contoh jârèya ‘itu’ dan bâriyâ ‘begini’ di atas yang tetap diucapkan jârèya ‘dan bâriyâ. Hal ini berbeda dengan bahasa Madura dialek Bangkalan yang biasanya mengalami pengurangan pengucapan.

Dialek Kangean

  • Adapun perbedaan kata pada bahasa Madura dialek Kangean yang digunakan oleh orang-orang Madura Kangean adalah penggunaan kata ako untuk sèngko’ atau èngko’ ‘saya’, loghur untuk ghâgghâr ‘jatuh’, dan beberapa kosakata lain yang hanya dimengerti oleh mereka.

Tingkatan Bahasa Madura

Berikut adalah penjelasan tentang tingkatan bahasa madura:  

Ada tiga tingkat tutur dalam bahasa Madura:

Bhâsa Enjâ’- Iyâ

Yaitu jenis tingkat tuturan sama dengan ngoko dalam bahasa Jawa. Contohnya adalah kata ngakan ‘makan’, cèthak ‘kepala’, dan mata ‘mata’. Tingkat tutur ini disebut juga bhâsa kasar ‘bahasa kasar’.

Bhâsa Engghi-Enten

Yaitu jenis tingkat tuturan sama dengan krama madya dalam bahasa Jawa. Kata-kata ngakan ‘makan’ di-bhâsaengghienten-kan menjadi neddhâ, cèthak ‘kepala’ menjadi sèrah, dan mata ‘mata’ menjadi ma’rèpat.

Bhâsa Èngghi-Bhunten

Yaitu jenis tingkat tuturan sama dengan krama Ingghil dalam bahasa Jawa. Kata-kata ngakan ‘makan’ di-bhâsaèngghibhunten-kan menjadi adhâ’âr, cèthak ‘kepala’ menjadi mostaka, dan mata ‘mata’ menjadi soca. Tingkat tutur ini disebut juga bhâsa alos ‘bahasa halus’.

Pengguna Bahasa Madura

Berikut adalah penjelasan tentang daerah daerah yang menggunakan Bahasa Madura:  

  • Pusat wilayah pakai bahasa Madura terletak di Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
  • Bahasa Madura juga digunakan oleh etnik Madura yang tinggal di luar pulau tersebut, seperti di pulau-pulau kecil sekitar Madura dan di Jawa Timur.
  • Di Jawa Timur, bahasa Madura digunakan oleh masyarakat etnik Madura yang banyak tinggal di Kota Surabaya, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi, serta sebagian kecil di Mojokerto, Malang, Blitar, Jombang, dan Kediri.

Related posts