Asmaul Husna Al-Wahhab, Pengertian dan Ayat Al-Qur’an

Asmaul Husna Al-Hayy, Pengertian dan Ayat Al-Qur’an

Asmaul Husna Al-Wahhab | Pengertian Asmaul Husna Al-Wahhab | Ayat Al-Qur’an Asmaul Husna Al-Wahhab |

Pengertian Asmaul Husna Al-Wahhab

Al-Wahhab, berasal dari akar kata “wahaba” yang berarti “memberï” dan “memberikan sesuatu tanpa imbalan”.

Al-Wahhab adalah yang memberi walau tanpa dimintai banyak dari miliknya. Dia memberi berulang-ulang, bahkan berkesinambungan tanpa mengharapkan imbalan, baik duniawai maupun ukhrawi. Al-Ghazali ketika menjelaskan makna kata Al-Wahhab menekankan bahwa pada hakekatnya tidak mungkin tergambar dalam benak adanya yang memberi setiap yang butuh tanpa imbalan atau tujuan duniawi atau ukhrawi, kecuali Allah Swt karena siapa yang memberi disertai tujuan duniawi atau ukhrawi, baik tujuan itu berupa pujian, meraih persahabatan, menghindari celaan atau guna mendapatkan kehormatan, maka dia sebenarnya telah mengharapkan imbalan dan dengan demikian dia bukanlah Wahhab, karena yang dimaksud dengan imbalan dalam konteks makna kata ini, bukan sekedar sesuatu yang  material. Melakukan sesuatu, yang bila tidak dilakukan dinilai buruk, pada hakekatnya adalah imbalan yang menjadikan pelakunya tidak berhak menyandang sifat ini.

Ayat Al-Qur’an Asmaul Husna Al-Wahhab

Sifat Al-Wahhab ini antara lain terdapat dalam Al-Qur’an:

  • Surat Sad Ayat 9

اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيْزِ الْوَهَّابِۚ

Artinya : Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa, Maha Pemberi?

Ayat ini menjelaskan tentang Atau apakah mereka yang kafir itu ingkar karena mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Mahaperkasa lagi Maha Pemberi sehingga merasa punya kekuatan untuk ikut menentukan kehendak Allah?

  • Surat Ali Imran Ayat 8

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya : (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

Ayat ini menjelaskan tentang Menggunakan akal semata akan membuat seseorang mudah tergelincir. Oleh karenanya, orang-orang yang mendalam ilmunya dan mantap imannya selalu berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan sebagaimana halnya mereka yang mencari-cari takwil ayat-ayat mutasyabih untuk menimbulkan keraguan, setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat yang mencakup segala jenis dan macamnya, antara lain berupa kemantapan iman, ketenangan batin, kemudahan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Rahmat itu bersumber dan langsung dari sisi-Mu, turun secara berkesinambungan dan tanpa mengharap imbalan apa pun, sebab sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”

Related posts