Apa perbedaan antara shalat tarawih dan witir?

Tanya Jawab Ramadhan

Apa perbedaan antara shalat tarawih dan witir?

Jawaban :

Shalat tarawih merupakan shalat Sunnah yang dijalankan pada saat memasuki bulan Ramadhan. Dalam shalat  tarawih, Anda bisa menjalankannya dengan 8 atau 20 rakaat shalat, dengan ditambahkan 3 rakaat shalat witir diakhirnya.

Menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu : ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan 21 rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat. Khusus rakaat shalat tarawih, ada juga yang mengatakan 36 rakaat plus 3 witir, ini diriwayatkan pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ada juga yang meriwayatkan 41 rakaat. Bahkan ada yang meriwayatkan 40 rakaat plus 7 rakaat witir. Riwayat dari imam Malik beliau melaksanakan 36 rakaat plus 3 rakaat witir.

Kebanyakan masyarakat Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi’i melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat atau 11 rakaat, termasuk witir. Kedua cara ini sama-sama mempunyai landasan dalil yang kuat. Shalat tarawih bisa juga disebut shalat qiyamullail, yaitu shalat yang tujuannya menghidupkan malam bulan Ramadhan.

Sedangkan Shalat witir adalah “shalat ganjil”, yang didasarkan pada hadits Nabi Muhammad: “Sesungguhnya Allah adalah witr [ganjil] dan mencintai witr [HR. Abu Daud]. Shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk “mengganjili” shalat-shalat yang genap. Karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir shalat malam.

Shalat witir termasuk shalat malam. Rakaat shalat ganjil, minimal 1 rakaat, penutup shalat malam, tidak mesti harus tidur dahulu, jadi boleh minimal satu rakaat sebelum tidur. Jika sudah melaksanakan shalat witir kemudian tidur dan bangun sebelum subuh, boleh shalat malam lagi tetapi tidak shalat witir, karena tidak boleh ada 2 witir dalam satu malam

Apabila seseorang berkehendak untuk shalat tahajjud pada malam hari, maka sebaiknya ia tidak menunaikan salat witir menjelang tidur, tapi melaksanakannya setelah shalat tahajjud. Namun jika ia tidak bermaksud demikian, maka sebelum tidur, ia dianjurkan untuk menunaikannya. Walhasil, shalat witir adalah shalat yang dilaksanakan paling akhir diantara shalat-shalat malam. Nabi Muhammad SAW mengatakan: “Jadikanlah witir akhir shalat kalian di waktu malam”. [HR. Bukhari]. “Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah (“disaksikan”) [HR. Muslim].

DOWNLOAD DI SINI

Related posts