Zina, Pengertian, Hukum, Kriteria, Keburukan, Contoh dan Dampak (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 6 ) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Salat Gerhana, Pengertian, Ketentuan dan Tata Cara (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 8 Bab 4) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 6 | Kurikulum Merdeka | Zina | Pengertian Zina | Hukum Perbuatan Zina | Hukuman bagi Pelaku Perbuatan Zina | Kriteria Penerapan Hukum Zina | Keburukan Perbuatan Zina | Contoh Perilaku Mendekati Perbuatan Zina | Dampak Perbuatan Zina |

Pengertian Zina

Zina secara bahasa berasal dari kata zana-yazni, yaitu hubungan badan antara laki-laki dan perempuan yang sudah balig, tanpa adanya ikatan pernikaham yang sah sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Zina secara harfiah berarti fahisah yaitu perbuatan keji, dan zina secara istilah adalah hubungan selayaknya suami istri yang dilakukan oleh seorang perempuan dan laki-laki yang tidak terikat dalam hubungan pernikahan, baik itu dilakukan oleh salah satu atau keduanya yang sudah menikah, atau punbelum menikah sama sekali.

Menurut pasal 284 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) zina adalah hubungan badan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan perempuan yang bukan istri atau suaminya.



Hukum Perbuatan Zina

Para ulama telah bersepakat, bahwa hukum perbuatan zina adalah haram. Dalam Q.S. al- Isra’/17:32, terkandung larangan untuk tidak mendekati perbuatan zina. Kata “jangan mendekati” seperti ayat tersebut, merupakan larangan mendekati sesuatu yang dapat merangsang jiwa dan nafsu untuk melakukannya.

Baca Juga :   Teks Eksplanasi, Pengertian, Struktur, Kaidah dan Contoh

Hukuman bagi Pelaku Perbuatan Zina

  • Hukuman untuk perbuatan zina muhsan

zina muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sama-sama sudah menikah. Hukuman untuk pelaku zina muhsan adalah :

  1. Hukuman dera atau dicambuk sebanyak 100 kali
  2. Hukuman rajam yaitu hukuman mati dengan cara dilempari batu atau sejenisnya.
  • Hukuman untuk perbuatan zina ghairu muhsan

Zina ghairu muhsan adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh perempuan dan laki-laki yang belum menikah.

Adapun hukuman untuk pelaku zina ghairu muhsan adalah:

  1. Apabila pelaku zina ghairu muhsan adalah gadis dan perjaka maka hukumannya adalah dera atau cambuk 100 kali dan diasingkan dari wilayah tempat tinggalnya.
  2. Apabila pelaku zina ghairu muhsan adalah janda dan duda, maka hukumannya adalah dera 100 kali dan hukum rajam hingga meninggal dunia
  • Hukuman Perbuatan Zina dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

Dalam pasal 284 KUHP, pelaku perbuatan zina dapat diancam dengan hukuman 9 (sembilan) bulan penjara.

KUHP menganggap bahwa hubungan badan antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan adalah zina. Namun tidak semua perbuatan zina dapat dihukum. Perbuatan zina yang dapat dihukum adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah menikah.




Kriteria Penerapan Hukum Zina

  • Perzinaan dilakukan di luar hubungan perkawinan yang sah dan disengaja.
  • Pelakunya adalah mukalaf. Bila seorang anak kecil atau orang yang tidak berakal (gila) melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, maka tidak dapat dituntut dalam pelanggaran perbuatan zina secara syar’i.
  • Dilakukan secara sadar tanpa paksaan, artinya kedua belah pihak saling menghendaki, bukan karena paksaan, karena jika salah satu pihak merasa terpaksa, maka dia bukanlah pelaku melainkan korban. Dalam hal ini pelaku tetap dikenakan hukuman had, sedangkan korban tidak dikenakan hukuman.
  • Terdapat bukti-bukti telah terjadi perzinaan. Setidaknya ada tiga alat untuk pembuktian perbuatan zina, yaitu:
  • Saksi; para ulama bersepakat bahwa zina tidak dapat dibuktikan kecuali adanya 4 (empat) orang saksi. Menurut ijtima’ ulama, saksi dalam tindak pidana zina haruslah berjumlah 4 (empat) orang laki-laki, beragama Islam, balig, berakal sehat, hifzun (mampu mengingat), dapat berbicara, bisa melihat dan adil. Apabila ada satu saksi perempuan, maka perempuan tersebut harus dua orang sehingga dapat dikatakan saksi. Dengan kata lain, satu orang saksi laki-laki dapat digantikan dengan dua orang saksi perempuan.
  • Pengakuan; menurut Imam Malik dan Imam Syafi’i satu kali pengakuan saja sudah cukup untuk menjatuhkan hukuman. Sedangkan Imam Abu Hanifah beserta pengikutnya berpendapat bahwa hukuman zina baru bisa diterapkan setelah adanya 4 (empat) kali pengakuan yang dikemukakan satu persatu di tempat yang berbeda-beda. Adanya qarinah; (indikasi) kehamilan. Seorang perempuan wajib dijatuhi hukuman had jika perempuan yang hamil tersebut tidak memiliki suami.
Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Informatika Kelas 10 SMA / SMK / MA (Fase E) Kurikulum Merdeka

Keburukan Perbuatan Zina

  • Penempatan asal muasal kehidupan (sel sperma dan sel telur), bukan pada tempat yang sah.
  • Berpotensi untuk terjadinya tindak kejahatan berikutnya yaitu menggugurkan atau membunuh janin apabila terjadi kehamilan.
  • Berpotensi terjadinya penelantaran jika bayi hasil perzinaan tersebut dibiarkan lahir dan hidup.
  • Tidak jelasnya nasab seseorang, sehingga menjadi hilang kepercayaan menyangkut kehormatan dari anak yang dilahirkan.
  • Keluarga dari pelaku perbuatan perzinaan menjadi rapuh, sedangkan keluarga merupakan wadah yang terbaik untuk mendidik dan menyiapkan generasi muda yang memikul tanggungjawab pada kehidupan selanjutnya.

Contoh Perilaku Mendekati Perbuatan Zina

  • Menjalani pergaulan bebas, yaitu pergaulan yang tidak berlandaskan pada norma, aturan dan batasan agama. Berpacaran, berduaan di tempat-tempat sepi, melakukan kontak fisik antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, berpelukan, berciuman dan hal-hal lain yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan zina.
  • Mendatangi tempat-tempat yang dapat mengundang nafsu syahwat.
  • Berhayal dan berimajinasi tentang aurat lawan jenis.
  • Melihat konten, tayangan video, film, TV atau media yang dapat merangsang nafsu syahwat, melakukan panggilan video yang mengandung imajinasi seksual (VCS).
  • Membaca artikel, buku, bacaan atau sumber-sumber yang lain yang dapat membangkitkan nafsu birahi.
  • Mengenakan pakaian yang tidak menutupi aurat, terbuat dari bahan yang tipis dan transparan serta memperlihatkan lekuk tubuh seorang perempuan yang dapat menggoda lawan jenis.
Baca Juga :   Koperasi Syariah, Pengertian, Sejarah, Dasar Hukum, Kegiatan dan Usaha (Rangkuman Materi PAI SMA Kelas 10 Bab 4) Kurikulum Merdeka

Dampak Perbuatan Zina

Dampak yang ditanggung di dunia

  • Menghilangkan kewibawaan
  • Menyebabkan kefakiran
  • Memperpendek umur

Dampak yang akan ditanggung di akhirat

  • Mendapatkan murka Allah Swt.
  • Mendapat hisab yang buruk
  • Mendapat siksa yang pedih



Related posts