Teks Naratif, Pengertian, Unsur, Ciri dan Contoh (Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 7 Bab II) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Teks Naratif

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 7 Bab II | Kurikulum Merdeka | Teks Naratif | Pengertian Teks Naratif | Unsur-Unsur Teks Naratif | Ciri-Ciri Teks Naratif | Contoh Teks Naratif |

Pengertian Teks Naratif

Narasi adalah jenis tulisan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian dan di dalamnya diuraikan bagaimana peristiwa-peristiwa itu berlangsung sedemikian rupa sehingga pembaca benar-benar menghayatinya, seolah-olah kejadian itu benar-benar terjadi di hadapannya. Di dalam narasi juga ditemukan perbuatan-perbuatan yang berhubungan satu sama lainnya sehingga terlihat suatu rangkaian kejadian yang berlangsung dari awal sampai akhir.

Materi atau bahan tulisan narasi adalah perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan para pelaku yang diceritakan di dalam tulisan itu. Tulisan narasi menjalin beberapa peristiwa yang saling berhubungan. Fungsinya menceritakan suatu kejadian kepada pembaca tentang apa yang terjadi terhadap sesuatu atau seseorang karena materi yang dipersoalkan di dalam narasi adalah perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan berdasarkan urutan waktu.

Baca Juga :   Kerja Sama dan Budaya Gotong Royong, Pengertian, Nilai Penting, Landasan Karakter dan Penerapan (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab VI) Kurikulum Merdeka

Unsur-Unsur Teks Naratif

Unsur-unsur yang diperlukan untuk melengkapi narasi adalah elemen motif, konflik, tema, amanat, gaya bahasa, sudut penceritaan, alur, dan sebagainya. Penulis narasi harus memiliki kemahiran melukiskan berbagai ragam kejadian dengan cara yang menarik dan dengan urutan yang tepat.



Roman, novel, cerpen, kisah, biografi, autobiografi, naskah drama, dongeng, hikayat, dan tulisan-tulisan yang sejenis dengan itu tergolong tulisan narasi. Sifatnya ada yang fiktif (rekaan) dan ada pula yang non fiktif (peristiwa nyata). Novel, misalnya, adalah narasi yang fiktif, sedangkan biografi seseorang yang terkenal, contohnya, adalah narasi yang non fiktif.

Ciri-Ciri Teks Naratif

Teks naratif pun dapat dikenali dengan memperhatikan ciri-cirinya. Berikut ini diperikan ciri-ciri tersebut:




  • Teks naratif berisi rangkaian peristiwa yang membentuk keutuhan cerita.
  • Teks naratif memiliki pelaku yang melaksanakan tindakan-tindakan sehingga terjadilah peristiwa.
  • Teks naratif menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadiannya.
  • Teks naratif dilengkapi dengan motif, latar (tempat, suasana, dan atau sosial), konflik, tema, amanat, sudut pandang, gaya bahasa khas, dan unsur-unsur lain yang menghidupkan cerita.
  • Teks naratif menyajikan rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir, tetapi urutannya tak harus disajikan secara lurus, boleh dengan sorot balik, melingkar, dan sebagainya sesuai dengan keperluan cerita dan kemahiran penulisnya.
  • Teks naratif ada yang bersifat non fiktif (materinya berasal dari peristiwa yang sesungguhnya) dan ada pula yang fiktif (materinya berasal dari imajinasi penulisnya dan tak ada hubungannya dengan peristiwa nyata, kalau berhubungan pun hanyalah kebetulan belaka).
Baca Juga :   Sejarah Kelahiran Pancasila, Latar Sejarah, Kelahiran, Perumusan dan Penetapan (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab I) Kurikulum Merdeka

Contoh Teks Naratif

Makan Pasir

Entol naik, lalu masuk ke rumah dengan mengendap-endap. Tak lama di dalam rumah, dia keluar lagi dari pintu belakang, melalui dapur, terus ke belakang rumah menuju perigi (sumur) untuk mandi. Sekujur badan dan pakaiannya berkubang, berselekeh, terkena tanah dan pasir. Sejak pulang dari sekolah dia pergi bermain bersama kawan-kawan sebayanya. Bakda magrib, baru dia pulang. Keadaan di perigi sangat gelap ketika dia mandi. Bagi Entol mandi di kegelapan malam tak pernah menyulitkannya. Semua orang sekampungnya terbiasa dengan keadaan itu. Tak heranlah matanya bagaikan mata musang yang dapat melihat dengan jelas di kegelapan malam.

Sekejap saja dia mandi, sekadar bersiram, membasuh badan dan kepala ala kadarnya. Bersabun pun dia tidak. Dia naik ke rumah terus ke biliknya untuk bersalin pakaian. Dia keluar lagi menuju dapur dan bersila menghadapi hidangan yang tersedia. Dengan takzim siswa kelas tiga sekolah dasar itu membuka tudung saji. Alangkah terkejutnya dia.

Baca Juga :   Kebinekaan Indonesia, Keragaman Gender, Keragaman Suku, Keragaman Budaya, Keragaman Budaya, Keragaman Agama, Keragaman Ras dan Antar Golongan dan Menjaga Nilai Penting (Rangkuman Materi PPKn SMP/MTS Kelas 7 Bab IV) Kurikulum Merdeka

Ibu dan bapaknya yang telah selesai salat Magrib memandang tingkah laku anak laki-laki mereka itu tanpa berkata sepatah pun. Ekor mata mereka saja yang mengikuti segala gerak-gerik Entol.

“Mak, tak ada makanankah? Entol lapar betullah Mak?” dia bertanya kepada ibunya karena di bawah tudung saji rupanya tak ada makanan. Biasanya sesusah-susahnya hidup mereka, walau tak ada nasi, sagu atau ubi dan lauk-pauk sekadarnya pasti ada.




Related posts