Peranan Masyarakat dalam Rantai Ekonomi, Permintaan, Penawaran, Status, Peran Sosial, Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Peranan Masyarakat dalam Rantai Ekonomi | Permintaan dan Penawaran | Status, Peran Sosial, Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial |

Permintaan dan Penawaran

Permintaan

Permintaan merupakan keinginan membeli barang dan jasa disertai dengan kemampuan membeli pada waktu dan harga tertentu. Seseorang yang menginginkan barang atau jasa tetapi belum memiliki kemampuan membeli belum dapat dikategorikan sebagai permintaan.

Permintaan dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan membeli atau daya beli. Berdasarkan daya belinya, permintaan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu:

Permintaan efektif

Permintaan efektif merupakan permintaan yang disertai dengan kemampuan membeli (daya beli). Dalam permintaan efektif, konsumen memiliki kemampuan untuk membeli barang maupun jasa serta melakukan transaksi pembelian.


Permintaan potensial

Permintaan potensial merupakan permintaan yang disertai dengan daya beli tetapi konsumen belum melakukan transaksi pembelian.

Permintaan absolut

Permintaan absolut merupakan permintaan dari konsumen terhadap suatu barang maupun jasa tetapi tidak disertai dengan kemampuan membeli (daya beli).

Berdasarkan jumlah konsumen, permintaan dibagi menjadi dua yaitu:

  • Permintaan individual

Permintaan individual merupakan permintaan atas barang dan jasa dari individu. Permintaan individual tergantung dari kemampuan masing-masing individu.


  • Permintaan pasar

Permintaan pasar merupakan permintaan atas barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat. Permintaan ini dihitung dari jumlah permintaan individu.

Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, perbedaan kebutuhan ini memengaruhi permintaan akan suatu barang dan jasa.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi pemintaan:

  • Harga barang dan jasa.
  • Besar kecilnya penghasilan seseorang.
  • Selera seseorang.
  • Kualitas barang.
  • Harga barang substitusi dan komplementer.
  • Jumlah penduduk yang semakin meningkat.
  • Ramalan masa depan.

Penawaran

Penawaran merupakan sejumlah barang maupun jasa yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada waktu, harga dan tempat tertentu. Sama halnya dengan permintaan, penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Biaya produksi.
  • Perkembangan teknologi.
  • Harapan untuk mendapatkan laba.
  • Kebijakan pemerintah.

Pasar

Saat ini pasar tidak lagi memiliki pengertian yang sederhana seperti yang kita lihat di sekitar kita. Pasar diartikan sebagai sarana bertemunya pembeli dan penjual, yang dilakukan secara langsung dan tidak langsung untuk melakukan transaksi jual beli. Transaksi jual beli dapat terjadi di lokasi tertentu, warung, toko, mal, pasar tradisional dan bahkan melalui internet. Semua tempat tersebut dapat disebut dengan pasar. Pasar merupakan sarana kegiatan distribusi barang dan jasa. Produsen menawarkan hasil produk dan jasanya di pasar dan konsumen mencari barang yang dibutuhkan di pasar. Seiring perkembangan teknologi, pasar tidak lagi memiliki batasan wilayah, semua negara dapat saling terhubung untuk menawarkan dan mencari kebutuhannya. Adapun fungsi pasar adalah:

Fungsi distribusi

Fungsi pasar sebagai saluran distribusi artinya pasar sebagai sarana bagi produsen untuk mendistribusikan barangnya kepada konsumen.

Fungsi pembentuk harga

Penjual menawarkan produk dan jasa pada harga tertentu dan berharap mendapatkan laba dari penjualan produk dan jasa, sedangkan konsumen melakukan permintaan atas suatu produk dan jasa dan berharap mendapatkan harga yang murah agar semua kebutuhannya dapat tercapai. Perbedaan keinginan penetapan harga antara penjual dan pembeli ini menimbulkan tawar menawar dan membentuk harga keseimbangan/ harga pasar.

Fungsi promosi

Sebagai saluran distribusi pasar akan melakukan promosi kepada konsumen agar mereka tertarik membeli produk dan jasa. Dalam situasi ini, produsen diuntungkan dengan adanya promosi yang dilakukan oleh pasar.

Pasar

Secara umum pasar dikelompokan dalam enam macam yaitu pasar menurut jenis barang yang diperjualbelikan, waktu bertemunya penjual dan pembeli, luas kegiatan distribusi, fisik pasar, bentuk, serta strukturnya.

  • Pasar menurut jenis barang yang diperjualbelikan

Menurut jenis barang yang diperjualbelikan, pasar terdiri dari pasar barang konsumsi dan pasar faktor produksi.

  1. Pasar barang konsumsi merupakan pasar yang memperjualbelikan barang konsumsi untuk kebutuhan hidup manusia. Contohnya adalah pasar buah, pasar kelontong, pasar baju.
  2. Pasar faktor produksi merupakan pasar yang memperjualbelikan berbagai faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Pasar faktor produksi ini dibedakan menjadi tiga macam yaitu pasar faktor produksi alam, pasar faktor produksi tenaga kerja dan faktor produksi modal.
  • Pasar menurut waktu bertemunya penjual dan pembeli

Menurut waktu bertemunya penjual dan pembeli pasar dibedakan menjadi pasar kaget, pasar harian, pasar mingguan, pasar bulanan dan pasar tahunan.

  1. Pasar kaget merupakan pasar yang terbentuk ketika ada keramaian atau kegiatan tertentu. Contohnya adalah pasar pada kegiatan Car Free Day.
  2. Pasar harian merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia dan dapat dijumpai setiap hari. Contohnya adalah pasar daerah yang buka setiap hari.
  3. Pasar mingguan merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia dan dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Contohnya adalah Pasar Kliwon, Pasar Wage, Pasar Legi.
  4. Pasar bulanan merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan manusia dan dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Contohnya adalah pameran lukisan yang dilaksanakan satu bulan sekali.
  5. Pasar tahunan merupakan pasar yang hanya terjadi satu tahun sekali. Contohnya adalah Pekan Raya Jakarta, Pasar Sekaten Yogyakarta.
  • Pasar menurut luas kegiatan distribusi
Baca Juga :   Bereksperimen Dengan Tekstur, Jenis, Teknik, Bahan dan Manfaat

Menurut luas kegiatan distribusi, pasar dibagi menjadi empat yaitu pasar lokal, pasar daerah, pasar nasional dan pasar internasional.

  1. Pasar lokal merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa yang hanya meliputi tempat tertentu. Contohnya adalah Pasar Colombo, Pasar Muntilan, Pasar Prambanan.
  2. Pasar daerah merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa dengan cakupan wilayah tertentu seperti wilayah kabupaten atau provinsi. Contoh: Pasar Beringharjo Yogyakarta, Pasar Klewer Solo, Pasar Johar Semarang.
  3. Pasar nasional merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa dengan cakupan wilayah secara nasional atau satu negara. Contohnya adalah pasar uang dan pasar modal.
  4. Pasar internasional merupakan pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa dengan cakupan seluruh dunia sehingga memungkinkan terjadi transaksi jual beli antarnegara. Untuk saat ini, platform penjualan online memungkinkan terjadinya jual beli lintas negara seperti Ebay, Alibaba, dan Amazon.
  • Pasar menurut fisik pasar

Menurut bentuk fisiknya, pasar dibedakan menjadi dua yaitu pasar konkret dan pasar abstrak.

  1. Pasar konkret disebut juga dengan pasar nyata. Pasar konkret merupakan sarana bertemunya penjual dan pembeli secara langsung pada waktu dan tempat yang sama. Contohnya adalah Pasar Beringharjo Yogyakarta, Pekan Raya Jakarta, Pasar Prambanan.
  2. Pasar abstrak merupakan sarana bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi secara tidak langsung. Baik penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi melalui internet, brosur, telepon dan lain sebagainya. Contohnya adalah toko online Shopee, Tokopedia, Zalora.

Harga

Harga merupakan nilai tukar atas suatu barang maupun jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang. Nilai tukar yang telah disepakati antara pihak penjual dan pembeli disebut dengan harga keseimbangan atau harga pasar. Harga keseimbangan terjadi ketika jumlah dan harga barang yang ditawarkan dan diminta berada pada satu titik. Harga merupakan suatu hal yang penting dalam ekonomi. Ada beberapa fungsi dari harga yaitu:

  • Sebagai acuan perhitungan nilai jual barang dan jasa.
  • Mempermudah kegiatan transaksi jual beli.
  • Sebagai acuan konsumen untuk mengetahui kualitas barang dan jasa yang akan dibeli.
  • Harga yang ditetapkan secara benar akan menghasilkan keuntungan bagi produsen.
  • Sebagai acuan bagi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian barang dan jasa.

Status, Peran Sosial, Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Status dan Peran Sosial

Status Sosial

Status sosial adalah pusat dari interaksi sosial dan struktur sosial. Status dapat didefinisikan sebagai posisi sosial yang definitif. Berbeda dengan penggunaan populer dari istilah tersebut, memiliki “status” dalam istilah sosiologis tidak sama dengan prestise. Setiap orang memiliki status, meskipun beberapa memang memiliki status yang lebih tinggi dari yang lain menurut penilaian masyarakat. Status yang berbeda di sebuah Rumah Sakit, misalnya status sebagai dokter, perawat, bagian administrasi, staf kebersihan, dan pasien. Dalam pengaturan ini, hubungan antara posisi-posisi ini didefinisikan secara sosial, dengan dokter yang memiliki kekuasaan dan prestise terbesar. Status sosial dibagi menjadi 3 (tiga), yakni:

  • Assigned status

Assigned status adalah status sosial yang diberikan oleh masyarakat atau karena mandat. Seseorang yang melaksanakan mandatnya dengan baik dianggap berjasa oleh masyarakat maupun setidaknya oleh pihak pemberi mandat. Sebagai contoh, Ir. Sukarno dan Moh. Hatta, diberi mandat oleh rakyat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, sehingga diberi julukan Bapak Proklamator. Ir. Sukarno dan Moh. Hatta memperoleh assigned status yang tinggi sebagai pahlawan nasional karena jasanya.

  • Achieved Status

Achieved status adalah kedudukan yang dapat dicapai berdasarkan usaha seseorang. Achieved status dapat dicapai hingga posisi tertentu melalui upaya pribadi. Achieved Status dapat diartikan pula sebagai kedudukan seseorang yang diperoleh dengan usaha. Menjadi guru, insinyur, psikolog, dokter, pengacara, pianis, penyanyi, maupun arsitek, semuanya adalah status yang diraih. Individu harus melakukan sesuatu untuk mencapai posisi-posisi tersebut.

  • Ascribed Status

Ascribed status adalah status yang diperoleh melalui kelahiran, misal kedudukan anak bangsawan diperoleh karena lahir dari orang tua kalangan bangsawan. Ascribed status adalah kedudukan diperoleh secara tidak sengaja, misal menjadi seorang wanita, menjadi seorang laki-laki, menjadi seorang kakak, menjadi suku Batak, menjadi warga negara Indonesia, dan sebagainya.


Secara kolektif, semua status yang dimiliki seseorang sekaligus terdiri dari kumpulan statusnya. Setiap orang di sekolah memiliki sejumlah status berbeda pada waktu yang sama. Kepala sekolah mungkin juga seorang anak, istri, ibu, ketua PKK, dan anggota MGMP. Kumpulan status ini sering berubah selama masa hidup seseorang. Seorang polisi misalnya, statusnya berubah ketika dia berpindah dari siswa Akademi Kepolisian kemudian berubah statusnya menjadi polisi. Masing-masing Individu dapat menghapus atau menambahkan status dari dirinya, misalnya dengan mengundurkan diri dari posisi sebagai polisi, kemudian mencalonkan diri untuk jabatan politik lainnya. Terkadang, ada beberapa individu yang menyalahgunakan status sosialnya, misal influencer, menggunakan status sosialnya untuk mendapatkan tiket gratis atau makan siang gratis pada suatu kesempatan. Bahkan tidak jarang yang memanfaatkannya sebagai umpan dalam kasus penipuan.

Baca Juga :   Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar, Alam dan Lingkungan

Peran sosial

Sama halnya dengan status, peran sosial merupakan pusat interaksi sosial dan struktur sosial. Kedua konsep status dan peran berjalan beriringan. Peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang dalam status tertentu. Dengan menggunakan status kepala sekolah dari contoh sebelumnya, sejumlah ekspektasi peran dapat diidentifikasi. Kepala sekolah harus berangkat bekerja sejak pagi, memberikan arahan, motivasi dan kedisiplinan bagi guru dan tenaga kependidikan, mengikuti berbagai rapat koordinasi yang mungkin harus dihadiri pada saat yang bersamaan, menerima laporan kenakalan siswa, menandatangani dokumen sekolah, sampai menerima tamu dari berbagai macam lembaga. Semua contoh ini menggambarkan bagaimana kita mengharapkan kepala sekolah bertindak dan menjadi contoh. Peran-peran ini bersama-sama menggambarkan kumpulan peran, semua peran yang berjalan dengan satu status.

Peran untuk status berbeda tersebut dapat saling bertentangan. Ini dikenal sebagai konflik peran. Kepala sekolah yang juga seorang ibu, mungkin merasa sulit untuk mengabdikan jam kerja panjang yang dibutuhkan dalam pekerjaan sekaligus memenuhi harapannya sebagai orang tua. Ketika jam kerja berbarengan dengan jam sekolah sang buah hati, sang kepala sekolah akan sulit untuk menghadiri upacara kelulusan anaknya karena di saat yang sama ia harus memimpin upacara kelulusan di sekolahnya. Ketegangan peran terjadi ketika dua atau lebih peran yang terkait dengan satu status mengalami konflik. Konflik peran membutuhkan keseimbangan harapan dari berbagai pihak. Misalnya, Kepala Sekolah mungkin merasa kesulitan untuk setiap saat menandatangani dokumen sekolah yang sudah ditunggu-tunggu karena harus rapat di tempat lain terkait anggaran sekolah dari dinas pendidikan.

Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Diferensiasi sosial

Di mana pun individu berada, maka akan bertemu dengan individu lain dengan berbagai latar belakang kedudukan, pendidikan, kekayaan, usia, dan ciri lain. Pembeda dalam kehidupan manusia ini semakin menguat semenjak adanya modernisasi. Modernisasi menggambarkan perpindahan dari masyarakat yang belum berkembang ke masyarakat yang maju yang didorong oleh perkembangan teknologi. Proses ini meningkatkan jumlah spesialisasi dan diferensiasi struktur dalam masyarakat. Diferensiasi sosial didasarkan pada keberagaman gender, agama, ras serta etnis. Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa diferensiasi sosial merupakan variasi pekerjaan dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang ada.

  • Diferensiasi sosial atas etnis (suku bangsa) Perbedaan antara ras dan etnis yaitu ras dibedakan dalam penampilan fisiknya, sedangkan etnis dibedakan dalam karakteristik budayanya.
  • Diferensiasi sosial atas agama Diferensiasi sosial atas agama berarti semua agama berada pada tingkatan yang sama. Agama mempunyai ajaran yang mengatur kehidupan masyarakat tanpa membedakan ras, derajat, gender maupun unsur pembeda lain. Pada dasarnya agama menganjurkan kerjasama antarpemeluk agama.
  • Diferensiasi sosial berdasarkan gender

Diferensiasi sosial berdasar gender adalah perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut mencakup perbedaan secara jenis kelamin dan perbedaan peran yang dibentuk secara sosial dan budaya oleh masyarakat. Antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan tidak ada yang kedudukannya lebih unggul, keduanya sama-sama berkesempatan dan berpeluang untuk berpartisipasi dalam berbagai hal.

Stratifikasi sosial

Istilah stratifikasi sosial menggambarkan sistem kedudukan sosial dalam masyarakat. Stratifikasi sosial terbentuk karena adanya ketidaksetaraan yang terstruktur antarkelompok dalam masyarakat dalam hal akses materi atau sumber daya tertentu. Bentuk paling khas dari stratifikasi dalam masyarakat modern adalah adanya pembagian kelas. Stratifikasi sosial mengacu pada kategorisasi masyarakat ke dalam peringkat tingkatan sosial ekonomi berdasarkan faktor-faktor seperti kekayaan, pendapatan, ras, pendidikan, dan kekuasaan.

Stratifikasi dalam geologi berarti lapisan vertikal berbeda yang ditemukan pada batuan, gambaran ini cocok digunakan untuk memvisualisasikan struktur sosial. Lapisan masyarakat terdiri dari individu-individu serta sumber daya masyarakat didistribusikan ke seluruh lapisan secara tidak merata. Individu dengan sumber daya yang lebih banyak mewakili struktur stratifikasi sosial pada laporan atas. Kelompok lain yang memiliki sumber daya sedikit dan semakin sedikit mewakili masyarakat pada lapisan bawah. Stratifikasi sosial adalah sistem di seluruh masyarakat yang membuat ketidaksetaraan menjadi jelas.

Faktor yang menentukan stratifikasi akan berbeda pada masyarakat yang berbeda pula. Pada sebagian besar masyarakat, stratifikasi merupakan sistem ekonomi yang didasarkan pada pendapatan, upah, deviden investasi, aset, kekayaan dan nilai bersih uang yang dimiliki oleh seseorang. Meskipun kekayaan menjadi tolak ukur status sosial seseorang, hektare ada faktor lain yang juga memengaruhi. Misalnya pada beberapa budaya, seseorang dengan kharisma dan kebijaksanaan lebih dihargai dan dihormati dibandingkan mereka yang tidak memilikinya. Pada budaya yang lain, orang tua lebih dihormati sedangkan di sisi budaya lainnya orang tua justru diremehkan atau diabaikan. Keyakinan masyarakat pada kebudayaan sering memperkuat ketidaksetaraan stratifikasi.

Baca Juga :   Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan, Udara, Air, Tanah, Zaman Praaksara, Leluhur Bangsa dan Diaspora

Penentu lain ditemukan dalam struktur pekerjaan masyarakat. Guru, misalnya, seringkali memiliki tingkat pendidikan yang tinggi tetapi menerima gaji yang relatif rendah. Banyak yang percaya bahwa mengajar adalah profesi yang mulia, jadi guru harus melakukan pekerjaan mereka karena cinta pada profesinya dan kebaikan siswanya, bukan untuk uang. Namun, tidak ada eksekutif atau wirausahawan yang sukses yang akan menerima sikap itu dalam dunia bisnis, di mana keuntungan dinilai sebagai kekuatan pendorong. Sikap budaya dan keyakinan seperti ini mendukung dan mengabadikan ketidaksetaraan sosial.

Sistem Stratifikasi

Stratifikasi dapat dikategorikan kedalam dua jenis sistem stratifikasi. Sistem tertutup mengakomodasi sedikit perubahan dalam posisi sosial. Dalam sistem tertutup tidak mengenal atau mengizinkan orang untuk berpindah tingkatan dan tidak mengizinkan hubungan sosial antarlevel. Sistem kedua disebut dengan sistem terbuka, sistem ini didasarkan pada pencapaian, juga memungkinkan perpindahan tingkat dan interaksi antarlapisan dan kelas. Sistem yang berbeda mencerminkan, menekankan, dan mendorong nilai-nilai budaya tertentu dan membentuk kepercayaan individu. Sistem stratifikasi dibagi kedalam sistem kasta, sistem kelas, serta sistem meritokrasi.

  • Sistem Kasta

Sistem kasta merupakan sistem stratifikasi yang tertutup di mana status sosial yang dimiliki tidak dapat diubah sama sekali atau hanya dapat merubahnya sedikit. Sistem kasta adalah sistem di mana orangorang dilahirkan dalam status sosial mereka dan akan tetap berada di dalamnya sepanjang hidup mereka. Orang diberi pekerjaan terlepas dari bakat, minat, atau potensi mereka. Hampir tidak ada peluang untuk meningkatkan posisi sosial seseorang.

Tradisi kasta Hindu meyakini bahwa seseorang diharapkan dapat melakukan pekerjaan dan menikah sesuai dengan kasta yang dimiliki. Menerima status sosial dianggap sebagai kewajiban normal. Nilai budaya memperkuat sistem. Seseorang yang hidup dalam masyarakat kasta disosialisasikan untuk menerima status sosialnya.

Meskipun sistem kasta di India telah dibongkar secara resmi, sisa keberadaannya tertanam kuat. Di daerah pedesaan, aspek tradisi lebih mungkin untuk tetap ada. Sedangkan di kota-kota besar di India saat ini, individu memiliki lebih banyak kesempatan untuk memilih jalur karier dan pasangan pernikahan dibanding beberapa dekade silam. Pusat-pusat ketenagakerjaan menyediakan informasi perusahaan global yang membuka rekruitmen pegawai bagi warga negara yang berprestasi.

  • Sistem Kelas

Pada sistem kelas, faktor sosial individu didasarkan pada prestasinya. Kelas terdiri dari sekumpulan orang-orang dengan status sama yang terkait berbagai faktor seperti pendidikan, pendapatan, kekayaan, serta pekerjaan. Sistem kelas bersifat terbuka. Setiap individu bebas untuk mencapai tingkat pendidikan atau pekerjaan yang berbeda dari orang tua mereka. Dalam sistem kelas, individu juga dapat bersosialisasi serta menikah dengan anggota kelas lain sehingga dimungkinkan terjadi perpindahan dari satu kelas ke kelas lain.

Dalam sistem kelas, orang memiliki pilihan untuk membentuk pernikahan eksogami, persatuan pasangan dari kategori sosial yang berbeda. Pernikahan dalam keadaan ini didasarkan pada nilai-nilai seperti cinta dan kecocokan, bukan pada status sosial atau ekonomi. Meskipun konformitas sosial masih ada yang mendorong orang untuk memilih pasangan dalam kelasnya sendiri, orang tidak terdesak untuk memilih pasangan nikah hanya berdasarkan elemen-elemen tersebut. Pernikahan dengan pasangan dari latar belakang sosial yang sama adalah persatuan endogami.

  • Meritokrasi

Meritokrasi adalah sistem ideal yang didasarkan pada keyakinan bahwa stratifikasi sosial adalah hasil dari usaha pribadi atau prestasi yang menentukan kedudukan sosial. Tingkat usaha yang tinggi akan membawa pada kedudukan sosial yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Konsep meritokrasi adalah ideal, karena masyarakat tidak pernah ada di mana peringkat sosial hanya didasarkan pada prestasi. Proses sosialisasi dan realitas sistem ekonomi, serta kedudukan sosial dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya karena struktur masyarakat yang kompleks bukan prestasi semata.

Bentuk pelapisan sosial (stratifikasi) di Masyarakat

  • Stratifikasi Ekonomi

Pelapisan sosial atau stratifikasi atas dasar ekonomi akan membedakan individu dalam hal atau atas dasar penguasaan dan kepemilikan terhadap materi/harta atau sumber daya lainnya.

  • Stratifikasi Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial yang dimaksud disini adalah stratifikasi dalam arti yang lebih khusus, sebagai contoh stratifikasi atas dasar kasta, tingkat pendidikan, maupun jenis pekerjaan.

  • Stratifikasi Politik

Pelapisan sosial atau stratifikasi dalam masyarakat berdasarkan kriteria politik dapat diartikan sebagai pembedaan penduduk atau warga masyarakat menurut pembagian kekuasaan politik.



Related posts