Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

  • Whatsapp
Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89 | Terjemahan Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89 | Isi Kandungan Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89 | Tafsir Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89 |

Bacaan Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

Yauma lā yanfa’u māluw wa lā banụn



Illā man atallāha biqalbin salīm

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89

datang/menghadapأَتَىdi hariيَوۡمَ
dengan hatiبِقَلۡبٖbergunaيَنفَعُ
selamat/bersihسَلِيمٖhartaمَالٞ
  anak-anak laki-lakiبَنُونَ

Terjemahan Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89

(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,

Baca Juga :   Surat Al A’raf Ayat 172, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,




Isi Kandungan Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89

Berkata Ibrahim memohon kepada Allah : Janganlah Engkau membuka aibku wahai Rabbku dan janganlah pula menjadikan diriku hina di puncak persaksian manusia di hadapan Rabb seluruh alam, serta berdiri untuk menerima balasan dan hisab. Itulah hari yang tidak bermanfaat harta seorang hamba dan keturunan, tidak bermanfaat padanya kecuali siapa yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat yang bersih dari kesyirikan dan keraguan serta kemunafikan.

Tafsir Surat Asy Syu’ara Ayat 88-89

Ayat 88 menerangkan tentang kehebatan hari Kiamat. Tiada yang selamat pada hari itu dari siksaan Allah, kecuali orang yang bebas dari dosa dan kesalahan. Harta dan anak keturunan yang dimiliki waktu di dunia tidak satu pun yang bisa menolong. Secara khusus Allah menyebutkan “anak” dalam ayat ini, karena anak-anak itulah yang paling dekat dan paling banyak memberi manfaat kepada orang tuanya di dunia. Pada ayat lain, Allah menerangkan bahwa anak-anak adalah harta perhiasan kehidupan keduniawian. Sebaliknya amal yang saleh dan baik pahalanya akan kekal sampai kiamat. Ketika Allah menurunkan ayat tentang emas dan perak (Surah at-Taubah/9: 34), para sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang harta apakah yang sebaiknya dimiliki agar mendatangkan faedah (untuk kehidupan ukhrawi). Rasulullah menjawab : “(Kekayaan) yang paling baik ialah lidah yang selalu zikir kepada Allah, hati yang senantiasa bersyukur, dan istri yang saleh menolong suaminya tetap beriman.” (Riwayat Ahmad dan at-Tirmidzi dari sauban).

Baca Juga :   Asas Hukum Adalah : Pengertian dan Definisi Asas Hukum Menurut Para Ahli

Ayat 89 menjelaskan bahwa kesenangan yang bakal diperoleh di akhirat, tidak dapat dibeli dengan harta yang banyak. Juga tidak mungkin ditukar dengan anak dan keturunan yang banyak. Sebab masing-masing manusia hanya diselamatkan oleh amal dan hatinya yang bersih. Tetapi orang yang diselamatkan hanyalah mereka yang akidahnya bersih dari unsur-unsur kemusyrikan dan akhlaknya mulia.




Related posts