Surat Asy Syu’ara Ayat 137, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir

  • Whatsapp
Baca Quran Online, Surah, Ayat, Arab, Latin, Terjemah, Isi Kandungan, Tafsir, Asbabun Nuzul

Bacaan Surat Asy Syu’ara Ayat 137 | Arti Perkata (Mufrodat) Surat Asy Syu’ara Ayat 137 | Terjemahan Surat Asy Syu’ara Ayat 137 | Isi Kandungan Surat Asy Syu’ara Ayat 137 | Tafsir Surat Asy Syu’ara Ayat 137 |

Bacaan Surat Asy Syu’ara Ayat 137

اِنْ هٰذَآ اِلَّا خُلُقُ الْاَوَّلِيْنَ

In hāżā illā khuluqul-awwalīn

Arti Perkata (Mufrodat) Surat Asy Syu’ara Ayat 137

orang-orang dahuluٱلۡأَوَّلِينَadat kebiasaanخُلُقُ

Terjemahan Surat Asy Syu’ara Ayat 137

(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,

Baca Juga :   Hadis Tentang Keutamaan Mencari Malam Lailatul Qadar, Sanad & Matan, Arti Kosa Kata, Terjemahan dan Isi Kandungan


Isi Kandungan Surat Asy Syu’ara Ayat 137

Dalam ayat ini Allah menjelaskan “Agama kami ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu. Apa yang dilakukan nenek moyang kami, itulah yang kami ikuti.” Inilah bentuk taklid buta dalam hal keyakinan agama yang sangat dibenci oleh Allah.




Tafsir Surat Asy Syu’ara Ayat 137

Selanjutnya mereka mengatakan bahwa agama yang mereka anut adalah agama nenek moyang yang telah diwariskan kepada mereka. Mereka yakin tidak akan diazab karena mengikuti agama nenek moyang itu.

Pada ayat yang lain diterangkan bahwa Hud menantang kaumnya yang semakin ingkar itu dengan menyeru mereka agar melakukan usaha untuk membunuhnya dilakukan bersama-sama. Hud juga menyuruh mereka untuk mengikutkan dewa-dewa yang mereka sembah, seandainya mereka benar-benar percaya akan kemampuan dewa-dewa itu melakukan sesuatu yang mereka inginkan. Seakan-akan Hud berkata kepada mereka, “Bersatulah kamu sekalian dengan dewa-dewa yang kamu sembah itu untuk membunuhku, dan laksanakanlah pembunuhan itu sekarang juga, jangan ditangguhkan lagi. Aku tidak takut sedikit pun dibunuh karena aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu yang sebenarnya. Makhluk apa pun yang ada di bumi ini selalu dijaga, dipelihara, dan dikuasai oleh Allah dan perkataan-Nya selalu benar dan lurus.”

Tantangan yang dikemukakan Hud kepada kaumnya adalah bukti bahwa dia seorang rasul yang diutus Allah. Andaikata ia bukan seorang rasul, dia tidak akan berani melakukan tantangan yang demikian terhadap kaumnya yang lebih kuat tubuhnya dan lebih kejam sifatnya.

Baca Juga :   Surat Al Hijr Ayat 94-96, Bacaan, Arti Perkata (Mufrodat), Terjemahan, Kandungan dan Tafsir



Related posts