Surah An Nazi’at Rumi | Surah An Nazi’at Arab | Maksud Surah An Nazi’at | Juzuk 30 |
Bacaan Surah An Nazi’at (Teks Arab)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًا ﴿النازعات:١
وَالنّٰشِطٰتِ نَشْطًا ﴿النازعات:٢
وَالسّٰبِحٰتِ سَبْحًا ﴿النازعات:٣
فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًا ﴿النازعات:٤
فَالْمُدَبِّرٰتِ أَمْرًا ﴿النازعات:٥
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ ﴿النازعات:٦
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ﴿النازعات:٧
قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ ﴿النازعات:٨
أَبْصٰرُهَا خٰشِعَةٌ ﴿النازعات:٩
يَقُولُونَ أَءِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِى الْحَافِرَةِ ﴿النازعات:١۰
أَءِذَا كُنَّا عِظٰمًا نَّخِرَةً ﴿النازعات:١١
قَالُوا۟ تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ﴿النازعات:١٢
فَإِنَّمَا هِىَ زَجْرَةٌ وٰحِدَةٌ ﴿النازعات:١٣
فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ ﴿النازعات:١٤
هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ﴿النازعات:١٥
إِذْ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ﴿النازعات:١٦
اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ﴿النازعات:١٧
فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ﴿النازعات:١٨
وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ ﴿النازعات:١٩
فَأَرَىٰهُ الْءَايَةَ الْكُبْرَىٰ ﴿النازعات:٢۰
فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ﴿النازعات:٢١
ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ ﴿النازعات:٢٢
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ﴿النازعات:٢٣
فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ ﴿النازعات:٢٤
فَأَخَذَهُ اللهُ نَكَالَ الْءَاخِرَةِ وَالْأُولَىٰٓ ﴿النازعات:٢٥
إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَىٰٓ ﴿النازعات:٢٦
ءَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَآءُ ۚ بَنَىٰهَا ﴿النازعات:٢٧
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّىٰهَا ﴿النازعات:٢٨
وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَىٰهَا ﴿النازعات:٢٩
وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحَىٰهَآ ﴿النازعات:٣۰
أَخْرَجَ مِنْهَا مَآءَهَا وَمَرْعَىٰهَا ﴿النازعات:٣١
وَالْجِبَالَ أَرْسَىٰهَا ﴿النازعات:٣٢
مَتٰعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعٰمِكُمْ ﴿النازعات:٣٣
فَإِذَا جَآءَتِ الطَّآمَّةُ الْكُبْرَىٰ ﴿النازعات:٣٤
يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسٰنُ مَا سَعَىٰ ﴿النازعات:٣٥
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ ﴿النازعات:٣٦
فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ﴿النازعات:٣٧
وَءَاثَرَ الْحَيَوٰةَ الدُّنْيَا ﴿النازعات:٣٨
فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِىَ الْمَأْوَىٰ ﴿النازعات:٣٩
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿النازعات:٤۰
فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِىَ الْمَأْوَىٰ ﴿النازعات:٤١
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ﴿النازعات:٤٢
فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَىٰهَآ ﴿النازعات:٤٣
إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَىٰهَآ ﴿النازعات:٤٤
إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَىٰهَا ﴿النازعات:٤٥
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَا ﴿النازعات:٤٦
Bacaan Surah An Nazi’at Rumi
- wan-nāzi’āti garqā
- wan-nāsyiṭāti nasyṭā
- was-sābiḥāti sab-ḥā
- fas-sābiqāti sabqā
- fal-mudabbirāti amrā
- yauma tarjufur-rājifah
- tatba’uhar-rādifah
- qulụbuy yauma`iżiw wājifah
- abṣāruhā khāsyi’ah
- yaqụlụna a innā lamardụdụna fil-ḥāfirah
- a iżā kunnā ‘iẓāman nakhirah
- qālụ tilka iżang karratun khāsirah
- fa innamā hiya zajratuw wāḥidah
- fa iżā hum bis-sāhirah
- hal atāka ḥadīṡu mụsā
- iż nādāhu rabbuhụ bil-wādil-muqaddasi ṭuwā
- iż-hab ilā fir’auna innahụ ṭagā
- fa qul hal laka ilā an tazakkā
- wa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyā
- fa arāhul-āyatal-kubrā
- fa każżaba wa ‘aṣā
- ṡumma adbara yas’ā
- fa ḥasyara fa nādā
- fa qāla ana rabbukumul-a’lā
- fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ụlā
- inna fī żālika la’ibratal limay yakhsyā
- a antum asyaddu khalqan amis-samā`, banāhā
- rafa’a samkahā fa sawwāhā
- wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā
- wal-arḍa ba’da żālika daḥāhā
- akhraja min-hā mā`ahā wa mar’āhā
- wal-jibāla arsāhā
- matā’al lakum wa li`an’āmikum
- fa iżā jā`atiṭ-ṭāmmatul-kubrā
- yauma yatażakkarul-insānu mā sa’ā
- wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā
- fa ammā man ṭagā
- wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā
- fa innal-jaḥīma hiyal-ma`wā
- wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā
- fa innal-jannata hiyal-ma`wā
- yas`alụnaka ‘anis-sā’ati ayyāna mursāhā
- fīma anta min żikrāhā
- ilā rabbika muntahāhā
- innamā anta munżiru may yakhsyāhā
- ka`annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā
Maksud Surah An Nazi’at
- Demi (makhluk-makhluk) yang mencabut (apa yang ditugaskan mencabutnya) dengan cara yang sekasar-kasarnya;
- Dan yang menarik (apa yang ditugaskan menariknya) dengan cara yang selembut-lembutnya;
- Dan demi (makhluk-makhluk) yang cergas bergerak (menerima perintah) dengan gerak yang secergas-cergasnya;
- Lalu masing-masing berlumba-lumba dahulu-mendahului (menjalankan tugasnya) dengan cara yang sesungguh-sungguhnya;
- Serta menyempurnakan tadbir urusan alam yang diperintahkan kepadanya; (sumpah demi sumpah, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan hidup semula pada hari kiamat)!
- Pada masa berlakunya “tiupan sangkakala yang pertama” yang menggoncangkan alam, (sehingga mati segala yang bernyawa dan punah-ranah sekalian makhluk selain dari yang dikecualikan),
- Tiupan yang pertama itu diikuti oleh tiupan yang kedua, (yang menyebabkan orang-orang yang mati semuanya hidup semula serta keluar dari kubur masing-masing);
- Hati (manusia) pada hari itu berdebar-debar takut,
- Pemandangannya tunduk gerun.
- Mereka (yang ingkar) berkata: “Sungguhkah kita akan dikembalikan hidup seperti keadaan di dunia dahulu?
- “Bolehkah (dihidupkan semula) sesudah kita menjadi tulang yang reput?”
- Mereka berkata lagi (secara mengejek: “Kalaulah berlaku) yang demikian, sudah tentu kembalinya kita (hidup semula) itu satu perkara yang merugikan!”
- (Menghidupkan semula tidaklah sukar), kerana berlakunya perkara itu hanyalah dengan satu jeritan (yang terbit dari tiupan sangkakala yang kedua), –
- Yang menyebabkan mereka dengan serta-merta berada di muka bumi yang putih rata.
- Sudahkah sampai kepadamu (wahai Muhammad) perihal Nabi Musa?
- Ketika ia diseru oleh Tuhannya di “Wadi Tuwa” yang suci; –
- (Lalu diperintahkan kepadanya): “Pergilah kepada Firaun, sesungguhnya ia telah melampaui batas (dalam kekufuran dan kezalimannya);
- “Serta katakanlah kepadanya: `Adakah engkau suka hendak mensucikan dirimu (dari kekufuran)?
- `Dan mahukah, aku tunjuk kepadamu jalan mengenal Tuhanmu, supaya engkau merasa takut (melanggar perintahNya)? ‘
- (Setelah Nabi Musa menyempurnakan perintah Tuhannya, dan Firaun pun meminta bukti kebenarannya); maka Nabi Musa memperlihatkan kepada Firaun: mukjizat yang besar.
- Lalu Firaun mendustakan (Nabi Musa) dan menderhaka (kepada Allah);
- Kemudian ia berpaling ingkar sambil menjalankan usahanya (menentang Nabi Musa).
- Lalu ia menghimpunkan orang-orangnya dan menyeru.
- Dengan berkata: “Akulah tuhan kamu, yang tertinggi”.
- Maka Allah menyeksa Firaun di akhirat dan di dunia ini, dengan azab yang menakutkan sesiapa yang mengetahuinya.
- Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang takut (melanggar perintah Tuhannya).
- (Wahai golongan yang ingkarkan kebangkitan hidup semula!) Kamukah yang sukar diciptakan atau langit? Tuhan telah membinanya (dengan Kukuh)!
- Ia telah meninggikan bangunan langit itu lalu menyempurnaKannya,
- Dan Ia menjadikan malamnya gelap-gelita, serta menjadikan siangnya terang-benderang.
- Dan bumi sesudah itu dihamparkannya (untuk kemudahan penduduknya), –
- Ia mengeluarkan dari bumi itu: airnya dan tumbuh-tumbuhannya;
- Dan gunung-ganang pula dikukuhkan letaknya (di bumi, sebagai pancang pasak yang menetapnya);
- (Semuanya itu) untuk kegunaan kamu dan binatang-binatang ternak kamu.
- Maka apabila datang hari yang bencananya amat besar, –
- Iaitu hari manusia akan mengingati apa yang telah diusahakannya, –
- Dan neraka diperlihatkan kepada sesiapa sahaja yang dapat melihatnya, –
- Maka (dapatlah masing-masing mengetahui kesudahannya); adapun orang yang melampau (perbuatan derhakanya), –
- Serta ia mengutamakan kehidupan dunia semata-mata, –
- Maka sesungguhnya neraka Jahanamlah tempat kediamannya.
- Adapun orang yang takutkan keadaan semasa ia berdiri di mahkamah Tuhannya, (untuk dihitung amalnya), serta ia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu, –
- Maka sesungguhnya Syurgalah tempat kediamannya.
- Mereka (yang ingkar) selalu bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang hari kiamat: “Bilakah masa datangnya?”
- Apa hubungannya tugasmu dengan (soal) menerangkan masa kedatangan hari kiamat itu?
- Kepada Tuhanmu lah terserah kesudahan ilmu mengenainya.
- Tugasmu hanyalah memberi amaran kepada orang yang takut akan huru-hara hari kiamat itu.
- (Sangatlah dahsyatnya huru-hara hari itu, sehingga orang-orang yang bersalah merasa) pada masa melihatnya: seolah-olah mereka tidak tinggal di dunia melainkan sekadar satu petang atau paginya sahaja.

