Indahnya Saling Menghargai dalam Keragaman, Sunnatullah, Saling Menghormati, Menghargai, Contoh Toleransi dan Batasan Toleransi (Rangkuman Materi PAI SD Bab 3 ) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar, Alam dan Lingkungan (Rangkuman Materi IPS SMP/MTS Kelas 7 Bab 2) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SD Bab 3 | Kurikulum Merdeka | Indahnya Saling Menghargai dalam Keragaman | Keragaman sebagai Sunnatullah | Saling Menghormati dan Menghargai Orang yang Berbeda Agama | Contoh Toleransi Rasulullah saw | Toleransi dan Batasannya  |

Keragaman sebagai Sunnatullah

Kalian tentu pernah melihat orang-orang dari berbagai bangsa atau suku di dunia. Kalian melihatnya di TV, media sosial, atau melihat dengan bertatap muka. Perbedaan di antara mereka tampak jelas dan nyata, misalnya postur tubuh, bahasa, karakter dan agamanya.

Ada beberapa bangsa besar hidup di negeri kita, seperti Melayu, Arab, China dan Eropa. Negeri kita dihuni oleh aneka ragam suku yang memiliki ciri khas unik; pakaian, bahasa, makanan, adat dan karakternya. Suku besar yang terkenal antara lain, Jawa, Sunda, Betawi, Dayak, Ambon, Bugis, Madura. Agama yang dianut oleh penduduk Indonesia juga beragam, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu.

Kemudian untuk apa Allah menjadikan manusia beraneka ragam? Tujuannya agar saling mengenal. Sehingga menghasilkan hubungan harmonis, kerja sama serta saling mendukung.

Baca Juga :   Aku Suka Bergotong Royong, Pengertian, Manfaat dan Contoh (Rangkuman Materi PPKn SD/MI Bab 5) Kurikulum Merdeka


Ajaran Kebaikan dalam Islam dan Selain Islam

Rasulullah saw menegaskan bahwa kebaikan dalam Islam adalah akhlak mulia. Jawaban yang sangat singkat, namun mencakup semua kebaikan. Akhlak mulia meliputi akhlak kepada Allah Swt, akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada alam sekitar. Berperilaku baik adalah pokok ajaran Islam.

Aturan syariat Islam sangat lengkap dalam hal berakhlak mulia. Tata cara ibadah kepada Allah Swt seperti salat merupakan contoh akhlak mulia kepada Allah Swt. Anjuran bersikap lemah lembut kepada sesama adalah wujud akhlak mulia kepada orang lain. Larangan membunuh hewan atau mencabut tumbuhan tanpa alasan agama merupakan contoh akhlak kepada alam sekitar.

Kebaikan tidak hanya dikenal dalam Agama Islam saja. Tetapi ia dikenal juga dalam agama-agama lain. Semua ajaran agama mengajarkan pemeluknya untuk saling menghormati, membantu yang lemah, berbuat baik kepada orang tua, bersikap lemah lembut, mencintai kedamaian. Agama juga melarang perbuatan yang merugikan orang lain, seperti mencuri, berbohong, menipu, berkhianat dan berbuat aniaya.

Saling Menghormati dan Menghargai Orang yang Berbeda Agama

Sikap terbaik dalam keragaman dan perbedaan adalah saling menghargai dan menghormati yang dikenal dengan toleransi. Toleransi diwujudkan dengan:

Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Informatika Kelas 3 & 4 SD / MI (Fase B) Kurikulum Merdeka



  • Memberikan kebebasan kepada orang lain.
  • Mengakui hak setiap individu.
  • Menghormati keyakinan orang lain.
  • Saling mengerti.

Contoh Toleransi Rasulullah Saw

  • Nabi Muhammad saw adalah orang yang paling perhatian terhadap keadaan pengemis tua Yahudi yang tinggal di salah satu sudut pasar di Madinah. Setiap hari, beliau datang untuk menyuapi pengemis tersebut, selain usia yang sudah tua, ia juga tidak bisa melihat (tunanetra). Setiap Nabi Muhammad saw datang menyuapi, pengemis Yahudi itu selalu memanggil-manggil Muhammad sebagai orang yang jahat dan harus dijauhi. Suatu saat Yahudi tua itu terkejut, ketika tangan yang biasa menyuapinya berbeda. Tangan itu adalah tangan Abu Bakar AshShiddiq yang selalu ingin mengikuti jejak Nabi Muhammad saw dalam segala hal. Saat itu, pengemis Yahudi mendapatkan kabar bahwa tangan yang selama ini menyuapinya telah tiada, yakni tangan Nabi Muhammad saw.
  • Pada suatu hari Rasulullah saw menjumpai rombongan yang membawa jenazah lewat di hadapan beliau. Nabi Muhammad saw pun berdiri untuk menghormati. Sahabat beliau segera memberi tahu dengan nada seperti protes, “Itu jenazah orang Yahudi, ya Rasulullah!” “Bukankah ia juga manusia?” jawab Rasulullah saw. Dengan jawaban seperti ini Rasulullah saw. seolah mengingatkan sahabat bahwa tiap orang pantas memperoleh penghormatan, tidak melihat status sosial dan agamanya, bahkan ketika manusia itu telah meninggal dunia.
Baca Juga :   Paragraf Argumentasi, Pengertian, Ciri dan Contoh (Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SD/MI Bab 3) Kurikulum Merdeka

Toleransi dan Batasannya

Saling menghormati atau toleransi antar umat beragama ada batasnya. Toleransi jangan sampai mengorbankan prinsip-prinsip keyakinan (akidah) agama.

Dikisahkan suatu hari kaum musyrik Makkah menawarkan cara damai kepada Nabi Muhammad saw. Mereka usul agar Nabi Muhammad saw bersama umatnya mengikuti keyakinan mereka dan mereka pun akan mengikuti keyakinan umat Islam. “Kami menyembah Tuhanmu hai Muhammad, setahun. Dan kamu menyembah tuhan kami setahun. Kalau agamamu benar, kami mendapat keuntungan karena kami juga menyembah Tuhanmu dan jika agama kami yang benar, kamu juga memperoleh keuntungan.”

Rasulullah saw menolak usul orang musyrik, karena tidak mungkin dan tidak masuk akal bila terjadi penyatuan agama. Tidak mungkin pula perbedaan-perbedaan di antara beberapa agama disatukan dalam hati seseorang yang ikhlas terhadap agamanya. Peristiwa ini yang menjadi sebab turunnya Q.S. Al-Kāfirūn/109:1-6.

Baca Kumpulan: Rangkuman PAI Kelas 4 SD




Related posts