Surah An-Nahl Ayat 78 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

  • Whatsapp
Surah An-Nahl Ayat 78 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan


Wislahcom | Referensi | Surah An-Nahl Ayat 78 | Bacaan | Terjemah | Mufradat | Isi Kandungan

Bacaan Surah An-Nahl Ayat 78

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Terjemah Surah An-Nahl Ayat 78

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”



Mufradat Surah An-Nahl Ayat 78

dan Dia memberiوَّجَعَلَdan Allah mengeluarkan kamuوَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ
kamu pendengaranلَكُمُ السَّمْعَdari perutمِّنْۢ بُطُوْنِ
penglihatanوَالْاَبْصَارibumuاُمَّهٰتِكُمْ
dan hatiوَالْاَفْـِٕدَةَ ۙdalam keadaan tidak mengetahuiلَا تَعْلَمُوْنَ
agar kamu bersyukurلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَsesuatupunشَيْـًٔاۙ

Isi Kandungan Surah An-Nahl Ayat 78

Dalam surah an-Naḥl Ayat 78, Allah menyebutkan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang telah mengeluarkan mereka dari perut para ibu mereka dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu. Kemudian kepada mereka Allah Swt memberikan indera yang berupa pendengaran untuk menangkap suara-suara, indera penglihatan untuk melihat semua benda yang kasat mata, dan hati, yang menurut Ibnu Kaṡir adalah akal, yang dengannya merek dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang madlarat.

Indera ini diberikan oleh Allah Swt, secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan jasmaninya sehingga semakin lama akan semakin kuat dan tajam. Dan sesungguhnya Allah memberkan pendengaran, penglihatah dan pemikiran agar manusia mengalami kemudahan dalam melakukan segala aktifitas, termasuk untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt.

Sementara Wahbah Zuhaili dalam tafsirnya al-Wajiz menyatakan bahwa ayat tersebut merupakan bukti kebesaran Allah Swt dengan mengeluarkan manusia dari perut ibunya masing-masing dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dia memberikan kepada manusia alat atau sarana pengetahuan melalui pendengaran, penglihatan dan hati, agar manusia beriman kepada Sang Pencipta dengan penuh keyakinan dengan berdasarkan pengetahuan empirik. Harapan dari semua itu, tidak lain, adalah agar manusia selalu bersyukur dengan menggunakan anggota tubuh dalam rangka beribadah kepada Allah Swt.



Related posts